Sabtu, 19 Oktober 2019

Untaian Doa untuk Nusantara, melalui Nyelameti Ibu Pertiwi

Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Semarang, pada Jumat malam 18 Oktober 2019 menggelar acara dengan tema "Nyelameti Ibu Pertiwi : Untaian Doa Bagi Nusantara" di halaman Gereja St. Theresia. Acara ini dihadiri lebih kurang 200 orang dari berbagai agama dan kepercayaan, serta juga diikuti beberapa organisasi/komunitas.

Vocal group dari SD Kanisius Kurmosari membuka acara dengan beberapa lagu nasional. Kemudian ada pembacaan puisi dari Gusdurian Semarang, PC Hikmahbudhi Semarang, dan HMJ SAA UIN Walisongo Semarang. Komunitas Sahabat Difabel juga turut berpartisipasi.

Penampilan tim rebana Al-Harokah dari PMII Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo semakin menyemarakkan suasana. Tidak mau ketinggalan musik akustik dari Forum Perantara (Persaudaran Antar Etnis Nusantara) Jateng juga ikut ambil bagian dalam acara solidaritas dan spontanitas ini.

Dipenghujung acara, sekaligus inti dari acara tersebut yaitu pengucapan doa dari para tokoh  lintas agama dan kepercayaan yang disampaikan secara bergantian.

Suasana sakral pun menghiasi malam itu disertai penyalaan lilin oleh masing-masng peserta dan dilanjutkan dengan lantunan lagu "Ibu Pertiwi" yang dinyanyikan bersama-sama.

Semoga bangsa Indonesia tetap bersatu sekalipun berbeda suku, agama, maupun kepercayaan.
Damai Indonesia, jayalah Nusantara!

YAQOWIYU, upacara tradisi pemersatu warga


Minggu, 15 September 2019

PERSADA pentaskan aneka kesenian dalam peringatan Tahun Baru 1 Sura 1953 Saka Jawa



Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Kabupaten Semarang, menggelar pentas kesenian lokal dalam acara peringatan 1 Sura 1953 Saka Jawa, di Sanggar Candi Busana, Blater Bandungan, Jumat malam (13/9).

Beberapa kesenian yang ditampilkan antara lain Tari Keprajuritan sebagai pembuka acara untuk mengawal kirap tamu kehormatan dari Sanggar menuju lokasi acara.

Tari Keprajuritan asli Kabupaten Semarang ini merupakan salah satu dari 9 karya budaya provinsi Jawa Tengah yang pada tahun ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia, pada sidang WBTB oleh Kemendikbud RI di Jakarta pada tanggal 15 Agustus 2019.

Selasa, 10 September 2019

Pesan damai Ganjar Pranowo dari Padepokan Wulan Tumanggal


3 WBTB Jawa Tengah tampil di Padepokan Wulan Tumanggal

3 (tiga) Karya Budaya Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tampil diacara peringatan ulang tahun Padepokan Wulan Tumanggal yang ke 35.

Karya Budaya tersbut antara lain Topeng Endel, Lengger Banyumas dan Jaranan Margowati. Topeng Endel adalah tari khas Kabupaten Tegal ditetapkan sebagai WBTB pada tahun 2018. Sedangkan Lengger Banyumas dan Jaranan Margowati Temanggung ditetapkan tahun ini (2019) oleh Kemendikbud RI.

Minggu, 25 Agustus 2019

Grebeg Agustusan, konsep tepat mempersatukan warga

Joget Bareng setelah melaksanakan Kirab pada Upacara Adat dan Tradisi "GREBEG AGUSTUSAN 2019" yang digelar di RW 21 Tlogosari Kulon, Pedurungan, Kota Semarang, Minggu Pahing 25 Agustus 2019.

Rasa syukur dalam kebersamaan, bergotong royong melaksanakan kegiatan dalam rangka merayakan HUT ke 74 Republik Indonesia yang dikemas dalam sebuah event adat budaya nusantara.
Dirgahayu Indonesia.