Rabu, 06 November 2013

FESTIVAL TAYUB NUSANTARA

tival tayubPagelaran Festival Tayub Nusantara 2013 di Kabupaten Blora yang bertempat di Alun-alun dilaksanakan pada 1-2 Nopember 2013. Pada hari pertama dimeriahkan dengan lomba tayub yang diikuti seluruh pelaku seni tayub se Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, Slamet Pamuji menjelaskan tujuan digelarnya lomba tayub ini diantaranya untuk memberikan wadah dan ruang tampil bagi pegiat seni tayub, meningkatkan kecintaan kepada budaya dan nilai-nilai luhur tradisional dengan mengenalkan seni tayub pada masyarakat umum.

“Selain itu juga mencari format baru bagi pertunjukan tayub dengan tidak meninggalkan ciri dan karakter tayub sebagai seni kemasan yang tetap pada nilai tradisi, serta sebagai hiburan untuk masyarakat menyambut Hari Jadi Blora ke 264,dan menyemarakkan Visit Jateng 2013″ kata Slamet Pamuji.

“Jaman boleh maju, tapi kecintaan kita terhadap seni tradisional jangan pernah hilang karena itu identitas kita, itu jati diri kita dan itu yang mempengaruhi kehidupan kita. Maka dari itu kita harus bangga dengan seni budaya sendiri seperti tayub ini,” kata Bupati Djoko Nugroho saat membuka acara ini.

Dalam lomba tayub tersebut juga dihadiri perwakilan tim kesenian dari Bandung, Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung. Pelaksanaan lomba tayub diikuti perwakilan masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Blora, hanya saja tidak semua kecamatan bisa mengirimkan wakilnya seperti Kecamatan Cepu terpaksa tak dapat mengikuti dikarenakan minimnya seniman tayub di wilayah tersebut.

Setiap wakil kecamatan menampilkan dua gending tayub di atas panggung dengan berbagai tema yang diusung, seperti tema mantenan, khitanan, syukuran, sampai bertemakan tokoh kerajaan seperti yang ditampilkan wakil Kecamatan Jepon dengan Pangeran Arya Penangsang dan Patih Mentaun nya. Dalam rangkaian acara Festival Tayub Nusantara ini pihak DPPKKI sebagai panitia penyelenggara mewajibkan kepada para tamu undangan untuk mengenakan pakaian adat Sedulur Sikep sebagai ciri khas Kabupaten Blora.

“Malam ini saya sudah memakai ikat kepala khas Samin, demikian Pak Bupati dengan pakaian Samin (Sedulur Sikep). Saya harap besok pada hari kedua Festival Tayub Nusantara semua tamu undangan bisa mengenakan pakaian adat Samin untuk memperkenalkan pakaian ciri khas Blora,” kata Slamet Pamuji.

Dari pelaksanaan lomba tayub tersebut setelah melalui tahap penilaian, diperoleh hasil sebagai berikut :
Juara 1 diraih Tim Kesenian Tayub dari Kecamatan Jepon dengan nilai 4505,
Juara 2 diraih Tim Kesenian Tayub dari Kecamatan Kota Blora dengan nilai 4450,
Juara 3 diraih Tim Kesenian Tayub dari Kecamatan Banjarejo dengan nilai 4408,
Harapan 1 diraih Tim Kesenian Tayub dari Kecamatan Kedungtuban dengan nilai 4250,
Harapan 2 diraih Tim Kesenian Tayub dari Kecamatan Randublatung dengan nilai 4205,
Harapan 3 diraih Tim Kesenian Tayub dari Kecamatan Kunduran dengan nilai 4100.

Tim Kesenian Tayub dari Kecamatan Jepon berhasil mencuri perhatian dewan juri sehingga berhasil menggondol gelar juara pertama. Tim Kecamatan Jepon menampilkan tema Tayuban Pangeran Arya Penangsang dan Patih Mentaun. Dimana Patih Mentaun diperankan oleh kakek tua yang ahli berjodeg saat tampil di atas panggung. Sedangkan para penari tayub wanita dan prajurit pengiring tampak kompak menari baik dari sisi gerakan dan keluwesan tubuh.

Sedangkan untuk pelaksanaan Festival Tayub Nusantara hari kedua, Sabtu (2/11) dimeriahkan dengan festival pertunjukan seni tari tayub dari berbagai kota di Jawa Tengah serta perwakilan duta seni dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain Tayub Blora sebagai tuan rumah, perwakilan kesenian Jaipong dari Bandung, Tari Lengger Banyumasan, Tari Gandrung Banyuwangi serta Tayub Malang Jawa Timur.

Festival Tayub Nusantara ini diharapkan bisa melestarikan tayub yang ada di Blora, sekaligus
memperkenalkan kepada kabupaten lain tentang keadaan Blora, dan festival ini akan diusahakan menjadi agenda tahunan sehingga bisa memacu minat wisatawan asing maupun domestik datang ke Blora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar