Senin, 26 Mei 2014

MEMAKSIMALKAN PERAN KADER PKK SAMPAI KE TINGKAT DESA/KELURAHAN

Pelatihan Pengelolaan Program dan Penyuluhan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (LP3PKK) - Kabupaten Grobogan.

Kunci keberhasilan Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga berada pada kader PKK tingkat paling bawah yaitu desa/kelurahan yang merupakan ujung tombak PKK itu sendiri. Kemampuan kader dalam menyampaikan dan memaksimalkan program PKK di tingkat masyarakat paling bawah harus tingkatkan guna mencapai hasil yang lebih baik. Hal ini selaras dengan diadakannya Latihan Pengelolaan Program dan Penyuluhan PKK bagi ketua Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa/kelurahan se Kabupaten Grobogan yang bertempat di gedung SKB Jl. Rusdiyat Purwodadi Kab. Grobogan. 

LP3PKK ini dibuka oleh Ibu Dyah Bambang Pujiyono selaku Ketua TP PKK Kab. Grobogan. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari 26 dan 28 Mei 2014 ini mengusung materi yang sangat lengkap, yaitu tentang Tehnik Perkenalan, Pengorganisasian, Motivasi dan Wirausaha, Peran PKK dalam integrasi program dan SPEM ( Supervisi Pelaporan Evaluasi dan Monitoring). Materi tersebut disampaikan oleh Pokja II Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, diantaranya Ibu. Nur Hayati, Bp. Ali Yahya, Ibu Imam, dan Ibu Eny Haryanti Bambang.




























Sabtu, 24 Mei 2014

PENGAMALAN DAN PENGHAYATAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

Bertempat di Hotel Siliwangi Semarang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah menggelar acara Pengamalan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Acara ini dilaksakan selama 3(tiga) hari 21-23 Mei 2014 dan diikuti 80 peserta dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa se Eks Karisidenan Semarang.


















Selasa, 20 Mei 2014

FESTIFAL TRADISI LISAN

Magelang, Senin 19 Mei 2014 bertempat di Pondok Tingal yang masih dalam area wisata Candi Borobudur, dilaksanakan Festifal Tradisi Lisan se propinsi Jawa Tengah. Enam Group peserta tampil dalam acara ini mewakili 6 eks karisidenan se propinsi Jawa Tengah, antara lain dari Kab. Grobogan (mewakili eks karisidenan Semarang), Kab. Blora (mewakili eks karisidenan Pati), Kab. Temanggung (mewakili eks karisidenan Kedu), Kab. Cilacap (mewakili eks karisidenan Banyumas), Kab. Tegal (mewakili eks karisidenan Pekalongan) dan Kab. Klaten (mewakili eks karisidenan Surakarta).




















Kamis, 15 Mei 2014

BATANG MARITIM KARNIVAL


"Batang Maritim Karnival" dalam rangka peringatan hari Jadi Kabupaten Batang ke-48 dihadiri 4 (Empat) Raja Nusantara hadir yaitu  Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sultan Iskandar Mahmud Badarudin dari Keraton Kasultanan Palembang Darusalam, Sultan Kesepuhan Cirebon ke- XIV, yang diwakilkan oleh RH Tossin Soenardi SH, dan SISKS Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta.

Dari keempat raja tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak tampak di podium. Karena pada diskusi budaya yang diadakan sehari sebelumnya, menyatakan tidak bisa mengikuti rangkaian secara keseluruhan karena ada keperluan lain.

Sultan Iskandar Mahmud Badarudin beserta Ratu Sofia






Sultan Iskandar Mahmud Badarudin dari Keraton Kasultanan Palembang Darusalam, beserta Ratu Sofia menjadi pusat perhatian banyak penonton karena merupakan Raja dan ratu paling muda dan menawan.

Rombongan kirab budaya ini mengambil start dari Lapangan Dracik, Batang diawali pasukan Pembawa Bendera Merah Putih dan Petaka Lambang Daerah, Kereta Kencana yang berjumlah 7 dengan dinaiki oleh 4 Sultan dari Sultan HB X Keraton Jogjakarta, SISKS PB XII dari Keraton Surakarta, Raja Cirebon dan Keraton Palembang menyusul di belakangnya.

Kemudian disusul para Ulama Kabupaten Batang dan sesepuh adat Batang, barisan Batik Pelajar, Drum Band Gita Abdi Praja IPDN Bandung, serta  peserta Festival Keseninan dari 15 Kecamatan di Batang.  Acara ditutup dengan rombongan sebanyak 99 pemuda pembawa hasil bumi. Warga kemudian berhamburan memasuki pelataran acara  memperebutkan isi di dalam bakul tersebut.

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, pada akhir acara, mengatakan harapan semoga ke depan nanti tanah Batang diberkahi, menjadi makmur gema ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo. Selain itu, Kabupaten Batang dijauhkan dari segala bencana dan mara bahaya.