Selasa, 19 Agustus 2014

TRI KARSA BUDAYA, Digali, Dikembangkan, Dilastarikan

PARADE SENI DAN BUDAYA KOTA SEMARANG 2014

Mengambil tema Tri Karsa Budaya, Dalam rangka peringatan HUT Republik Indonesia ke 69 Kota Semarang mengadakan Parade Seni dan Budaya 2014. Parade ini dilaksanakan Selasa 19 Agustus 2014 pukul 14.00 - 18.00 di Jl. Pemuda depan Balai Kota Semarang atau depan SMA 3 Semarang. Dibuka dengan pemukulan jedor sebanyak 5 kali oleh Sekda Adi Trihananto mewakili walikota Semarang yang sedang dalam tugas ke Jakarta, parade ini diikuti oleh perwakilan dari 16 kecamatan se kota Semarang.  

Ruas Jalan Pemuda mulai dari ujung Tugu Muda sampai dengan Mal Paragon ditutup untuk tempat dan kelancaran kegiatan ini. Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Trihananto yang membuka parade ini mengatakan, parade seni dan budaya ini mampu menampilkan kesenian dari masyarakat yang unik dan kreatif. Yang hal itu menunjukkan Kota Semarang sesungguhnya mempunyai potensi yang besar dalam bidang seni dan budaya.

Kegiatan seperti parade ini menurutnya akan mendorong semakin gencarnya program Ayo Wisata ke Semarang yang digalakkan pemerintah kota. ‘’Karena dapat menjadi magnet yang menarik bagi masyarakat untuk berkunjung,’’ katanya.

Kesenian di Kota Semarang menurutnya sebenarnya memang banyak dimiliki oleh masyarakat. Namun kurang promosi sehingga masyarakat yang lain tidak mengetahui dan kurang berkembang dengan baik. Dengan kegiatan parade ini, diharapkan menjadi wadah untuk mengekpresikan kesenian tersebut sehingga semakin terbuka dan dikenal masyarakat.

‘’Pagelaran budaya (Parade Seni) ini sangat penting, karena memberi ruang bagi pelaku kesenian untuk terus berkembang, bisa menjadi jendela dan media komunikasi antar budaya dan pelaku seni dan budaya,’’ katanya.

Kegiatan seperti ini, menurutnya juga mampu menginspirasi seniman, budayawan, dan pelaku kesenian yang lain untuk lebih kreatif dalam mendongkrak kunjungan wisatawan ke Semarang. ‘’Sekaligus acara ini sebagai wahana hiburan dan mengenalkan kesenian bagi masyarakat. Mencintai seni budaya sendiri, adalah salah satu cara mengisi kemerdekaan,’’ tandasnya.

Kegiatan parade seni ini diikuti oleh 32 jenis kesenian yang dikirimkan dari 16 kecamatan, masing-masing kecamatan diwajibkan mengirimkan dua keseniaan yang asli dari wilayah kecamatan tersebut. Parade seni ini akan menjadi agenda tahunan, dengan beberapa pembenahan yang akan kami lakukan agar lebih menarik.

Tidak hanya dikunjungi ratusan masyarakat Semarang dan sekitarnya, tapi parade ini juga ditonton para wisatawan dan pelajar dari beberapa negara antara lain seperti dari Belanda, Inggris, Korea Selatan, China, Polandia, Libya, Jepang, Rusia, dan Italia yang tergabung dalam International Summer School Semarang. Diharapkan event ini menjadi ikon baru bidang seni dan budaya di Kota Semarang sekaligus mengangkat nama Semarang sebagai kota budaya.




























































Tidak ada komentar:

Posting Komentar