Selasa, 18 November 2014

OLAH KANURAGAN SEBAGAI UNSUR DASAR SUJUDAN DALAM BUDAYA SPIRITUAL JAWA


Bertempat di Auditorium Universitas Negeri Semarang (UNNES), sarasehan budaya yang biasa dinamakan SARASEHAN SELASA LEGEN menjadi yang ke 55 kalinya. Acara yang diprakarsai oleh Widodo Broto Sejati, S.Sn, M.Sn dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES ini dimulai  pukul 19.30 (Senin 17/11) dan ditutup pukul 23.30 WIB.

Pada sarasehan ini menghadirkan Bambang Permadi, AAN, S.Kom dari Generasi Muda Penghayat Jawa sebagai pembicara dan didampingi oleh Drs. Hardiyanto dosen FBS UNNES sebagai moderator. Sarasehan kali ini mengambil tema "Olah Kanuragan sebagai Unsur Dasar Sujudan dalam Budaya Spiritual Jawa".

Dalam paparannya, Permadi menjelaskan bahwa ilmu kanuragan tidak hanya digunakan sebagai ilmu bela diri, olah raga ataupun untuk membetuk kesaktian seseorang saja, tetapi lebih dari itu merupakan komponen dasar sebagai sarana sujudan/sembahyang kepada Gusti Ingkang Maha Agung. Tata cara doa/ritual bagi beberapa Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di tanah Jawa menggunakan olah kanuragan sebagai pembentuk dasar pelaksanaan ritual tersebut. dijelaskan bahwa kanuragan ini bisa dilaksanakan dalam tiga level yaitu kasar, halus dan  batin. Pada tingkat halus dan batin seseorang harus bisa menggabungkan antara olah raga, olah rasa dan olah jiwa, sehingga tercapai keluhuran mental dan pribadi manusia tersebut yang mampu nyawiji/menyatu dengan Sang Pencipta (Manunggaling Kawulo Gusti).

Sarasehan kali ini menjadi ajang untuk mengembangkan pengetahuan baru bagi para mahasiswa dan dosen UNNES tentang tentang budaya spiritual jawa. Terlihat dengan banyaknya penyanya baik dari kalangan mahasiswa maupun dosen pada saat dibuka sesi tanya jawab secara interkatif. Di akhir sesi tanya jawab, oleh narasumber menegaskan bahwa olah Kanuragan Jawa banyak dipakai sebagai sarana manembah bagi beberapa pelaku budaya spiritual Jawa atau biasa disebut sebagai pemeluk agama asli Jawa.

Sarasehan Selasa Legen ini sangat kental dengan budaya jawa. Alunan gamelan, geguritan, tembang macapat, puisi sastra jawa, dan tari jawa klasik turut mengisi sebagai pembuka, sisipan dan penutup acara. Selain dihadiri para mahasiswa dan dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, sarasehan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, seniman dan budayawan Jawa Tengah. Hadir juga sebagai undangan Kepala Seksi Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Eny Haryanti, S.Pd, M.Pd.

















Selasa, 04 November 2014

LOMBA TARI JAWA KREASI

Bertepat di halaman Gedung Wanita Jl. Sriwijaya Semarang, telah dilaksanakan Lomba Tari Jawa Kreasi. Lomba ini merupakan salah satu dari serangkaian acara induknya yaitu "Semarang Sejuta Buku 2014" yang diselenggarakan oleh Pemkot Semarang. Lomba tari ini diikuti beberapa peserta dari tingkat SD dan SMP. Lomba yang dilaksanakan selama 2(dua) hari yaitu Senin 3/11 dan Selasa 4/11 ini terbagi dalam 2 kategori yaitu kategori A (tingkat SD) dan kategori B (tingkat SMP).









Sabtu, 01 November 2014

FESTIVAL BARONG NUSANTARA 2014

Festival Barong Nusantara Kabupaten Blora yang puncaknya digelar di panggung terbuka di Alon-alon Blora, Sabtu (1/11) malam berlangsung cukup meriah. Meskipun banyak masyarakat yang tidak bisa menyaksikan karena banyaknya penonton yang melihat. Sebab dalam pentas itu dimeriahkan oleh atraksi kesenian barong dari Bali, Kediri, Kendal serta dari ISI dan Unnes Semarang, dan juga penampilan warga negara asing yang memainkan alat musik gamelan untuk mengiringi atraksi barongan tersebut.
Tak hayal, apa yang ditampilkan oleh duta-duta seni dari Kabupaten lain itu cukup menghibur penonton setelah pada pagi hari juga menyaksikan parade barong lokal Blora. Selain dari duta kesenian diatas, juga dihadiri perwakilan dari Kabupaten yang tergabung dalam Pakudjembara (Pati, Kudus, Jepara, Blora dan Rembang) serta Kabupaten Grobogan yang merupakan kerjasama dalam bidang pariwisata dan kebudayaan.
“Kegiatan n festival ini sangat baik untuk memajukan seni budaya yang ada, dan mengenalkan barongan kepada masyarakat,” ujar Bupati Blora Djoko Nugroho. Menurutnya, hal itu bisa terlihat dari antusiasme masyarakat yang menyaksikan
barongan mulai dari pagi tadi saat parade barong Blora dan pada malam puncak ini dengan menyaksikan atraksi barong dari kabupaten lain yang baru pertama kali diadakan di Blora ini.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, barongan blora bisa lebih dikenal dan ikut ambil bagian dalam event seni baik daerah ataupun nasional. Sehingga masyarakat akan semakin bangga,” tegasnya.