Senin, 21 Desember 2015

KETIDAKADILAN ADALAH MUSUH SEMUA GOLONGAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN

Bentuk perjuangan Pangeran Madrais dalam melestarikan dan mengembangkan ajaran leluhur harus kita koalisi untuk tidak boleh menyerah pada ketiakadilan. Ketidakadilan itu adalah musuh semua golongan agama dan kepercayaan. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, MA Ketua Umum ICRP ( Indonesia Conference on Religian and Peace) dalam acara peringatan hari lahir sesepuh Sunda Wiwitan Pangeran Madarais, Minggu Pon 20 Desember 2015  di Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Pangeran Madrais, adalah keturunan dari Kesultanan Gebang, sebuah kesultanan di wilayah Cirebon Timur. Ketika pemerintah Hindia Belanda menyerang kesultanan ini, Madrais diungsikan ke daerah Cigugur. Sang pangeran yang juga dikenal sebagai Pangeran Sadewa Alibasa,  mengembangkan pemahaman yang digalinya dari tradisi pra-Islam masyarakat Sunda yang agraris. Ia mengajarkan pentingnya menghargai cara dan ciri kebangsaan sendiri, yaitu Sunda.

Madrais menetapkan tanggal 22 Rayagung menurut kalender Sunda sebagai hari raya Seren Taun yang diperingati secara besar-besaran. Upacara ini dipusatkan di Paseban Tri Panca Tunggal, rumah peninggalan Pangeran Madrais yang didirikan pada 1860, dan yang kini lanjutkan oleh Pangeran Djatikusuma yang merupakan cucu dari Pangeran Madrais. Dalam upacara seren taun ini, berbagai rombongan dari masyarakat datang membawa bermacam-macam hasil bumi. Padi-padian yang dibawa, kemudian ditumbuk beramai-ramai dalam lesung sambil bernyanyi (ngagondang).

Dalam acara peringatan hari lahir ini, dilaksanakan pula pengukuhan kepada delapan putera puteri Pangeran Jatikusumah dalam melestarikan ajaran Sunda Wiwitan. Pengukuhan para pengurus adat yang teridiri atas 10 wilayah di Jawa Barat. "Kami Para Putera diberikan tugas sebagai Girang Pangaping, yang bertugas mendampingi beberapa komunitas yg tersebar di beberapa wilayah", jelas Ratu Dewi Kanti Setianingsih yang merupakan salah satu puteri Pangeran Jatikusumah.

Acara ini juga untuk menegaskan kembali pada struktur lama yaitu fungsi Tritangtu yang terdiri dari Rama, Resi, Ratu. Rama lebih bertugas pada nilai spiritual, Resi lebih bertugas pada implementasi nilai etika moral dalam aplikasi kreatifitas. Kemudian Ratu atau Prabu bertugas untuk hubungan diplomatik dengan pihak luar, baik dengan negara maupun sosial masyarakat, tambah salah satu buyut dari Pangeran Madrais ini.

Selain dihadiri Prof. Dr. Musdah Mulia, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) Nia Sjarifudin dan Kasi Nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Eny Haryanti, S.Pd M.Pd, serta Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Rana Suparman S.sos.
 








Sabtu, 28 November 2015

OMAH WAYANG, PELESTARI BUDAYA JAWA DAN TRADISI LELUHUR


Keprihatinan terhadap hidup, tumbuh dan berkembangnya budaya jawa serta keinginan untuk mewujudkan sebuah Pusat study seni tradisional adalah daya utama yang mendorong berdirinya kebon pasinaon “omah wayang klaten”. Berbekal kesederhanaan lembaga Pusat kegiatan Belajar. Masyarakat (PKBM) Dewi Fortuna sebagai lembaga satuan Pendidikan Nonformal berbasis seni yang didirikan oleh seniman Ki. R.Tmg.Suwito Dipuro, S.Kar, dosen Ki Drs. Nuryanto, M.Hum dan praktisi Kristian Apriyanta,S.Pd mencoba menawarkan program pengenalan, pendalaman, pelatihan dan apresiasi seni budaya jawa dengan segala aspeknya (wayang Karawitan, Kethoprak, Tari) secara “live in”, juga layanan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. 

Hal ini diharapkan akan mampu memperkaya dan memberi kontribusi bagi kita untuk menambah pengetahuan dan membangun ketahanan seni budaya tradisional Jawa, sebagai tanggung jawab kita bersama. Omah Wayang terletak di kebon pemukiman Penduduk didalamnya terdapat fasilitas sederhana ; ruang kelas, Gallery ruang workshop, Panggung terbuka, Gazebo, perpustakaan dan dilengkapi multimedia, wayang, gamelan,dan fasilitas lainya. Peran seorang generasi muda berbakat Kristian Apriyanta yang biasa dipanggil mas Apri ini dengan segala kemampuan dan keuletannya mampu membawa Omah Wayang menjadi pioneer sekaligus mengangkat Klaten sebagai salah satu ikon budaya jawa.

WAHANA PENDIDIKAN
Pendidikan adalah pondasi utama penyangga pilar Kebudayaan dalam pembentukan karakter bangsa (nation’s character). Dengan peningkatan kapasitas, mutu  pendidik, tenaga kependidikan, layanan lembaga, sarana dan prasarana pendidikan maka akan tercapai pengentasan wajar dikdas dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan sepanjang hayat. Usaha tersebut juga dilakukan di Kabupaten Klaten yang merupakan wilayah pegunungan dan dataran rendah, dengan luas wilayah  : 65,655 Km2 , terbagi dalam 26 Kecamatan  yang terdiri dari 401 Desa, sebagian besar masyarakatnya bermata Pencaharian;  petani, pedagang, buruh , seniman dan Industri rumah tangga. Menurut data BPS tahun  2010 jumlah  penduduk  Klaten : 1.298.935 dengan prosentase usia 0 -  6  sebanyak  7,80 %, usia 7 – 12 sebanyak 7,25 %,  usia 13 – 15  sebanyak 4,64 %  dan usia 16 – 64 sebanyak 66,23 %.   

Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Klaten tahun 2013 melakukan Pendataan berbasis masyarakat diperoleh data sasaran jenjang Kejar Paket A sebanyak 660, terlayani 521 dan belum terlayani 139, jenjang kejar Paket B 1.040, yang terlayani 329 dan belum terlayani 711 serta Jenjang Paket C sejumlah 1.570 yang sudah terlayani 612 yang belum terlayani 958 orang. yang menarik dari data dan fakta diatas, bahwa ada pengaruh tidak langsung tingkat partisipasi pendidikan dengan kondisi social kebudayaan. Disadari atau tidak, besarnya angka putuis sekolah juga disebabkan adanya fenomena krisis jati diri yang dipengaruhi oleh euphoria budaya industry globalisasi yang membawa efek negative. Fenomena menguatnya budaya life style dan kompetisi ekonomi menumbuhkan sikap hedonisme, dan perilaku demoralisasi masyarakatnya. 

Pendidikan sebagai pondasi pilar kebudayaan saat ini pada umumnya dikembangkan berdasarkan trend industri global dan cenderung mengabaikan sektor lokal. Langkanya minat masyarakat dan minimnya lembaga pendidikan yang khusus membuka layanan lokal, utamanya dalam makalah ini adalah “nilai budaya ” juga menjadi factor penyebab semakin terkikisnya jati diri budaya masyarakat Indonesia yang sopan, ramah, toleransi, gotong royong. 

Potensi nilai produk karya seni budaya local tradisional baik berupa kerajinan seni maupun atraksi seni, hampir di seluruh Indonesia tersedia melimpah dan sangat bisa digarap sebagai sebuah peluang. Pemanfaatan nilai-nilai karya produk seni budaya lokal secara optimal dan berkesinambungan melalui dunia pendidikan dapat memberikan dampak bagi pembangunan karakter dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya, produk kerajinan dan atraksi seni budaya bisa menjadi komoditas produk ekonomi kreatif selain dapat menjadi media pembelajaran dan regenerasi nilai budaya adiluhung Bangsa Indonesia sebagai beteng gempuran budaya negative globalisasi. Salah satu lembaga Pendidikan Nonformal yang memiliki fungsi strategis dalam mensikapi permasalahan tersebut adalah adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

PKBM memiliki tanggung jawab untuk melakukan tindakan nyata mengupayakan solusi bagaimana mengelola potensi lokal untuk kepentingan global. Untuk mewujudkan itu maka PKBM harus mampu terlebih dahulu meningkatkan kinerja dan mutu layanananya. melalui Pengelolaan Organisasi Management, Penyediaan tenaga Pendidik dan kependidikan, penyediaan sarana prasarana, Penyediaan layanan Program, Pengembangan Unit Usaha, Kemitraan, Pembiayaan, Prestasi serta dukungan dan partisipasi  masyarakat untuk usaha mencapai maksud dan tujuan pengabdian PKBM Dewi Fortuna di masyarakat dalam perwujudan filosofi PKBM ; dari, oleh dan untuk masyarakat terus dilakukan dan diusahakan.

DESA BINAAN 
1. Desa Danguran 
Desa Danguran merupakan Desa yang terletak dipinggiran kota, termasuk di wilayah Kecamatan Klaten Selatan. dengan Jumlah Penduduk terbanyak di Kecamatan Klaten Selatan, sejumlah 4,573 terbagi menjadi 1.344 Kepala Keluarga. Usia 0-18 th 1.322 dan usia diatas 18 tahun 3.251, angka putus sekolah jenjang SD-SLTA sebanyak  25, dan tidak melanjutkan  861 orang. Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian, sebagai buruh tani, perajin industry rumah tangga, seniman, dan pegawai pemerintah serta buruh disektor noformal. Masyarakatnya masih memegang teguh adat tradisi kehidupan budaya Jawa. Terkait dengan potensi yang ada maka PKBM Dewi Fortuna telah melakukan kesepakatan bersama dengan kepala Desa Danguran melalui kegiatan binaan PKBM Nomor : 421.2/132/III tanggal 09 Januari 2015 dan juga melalui organisasi kepemudaan atau karang taruna tingkat Desa Danguran. Adapun kegiatan antara lain :
  1. Rekruitment dan pendataan warga putus sekolah
  2. Pendirian KBU Omah Wayang Klaten
  3. Pembinaan Kelompok Belajar Keaksaraan Kenanga II dengan ketrampilan pembuatan pupuk kompos, pembuatan briket arang dan pelatihan seni tradisional
  4. Pendampingan Kelompok Lansia Sehat Dewi Fortuna
  5. Pendampingan kelompok Karawitan Resi Laras
  6. Pendampingan kelompok Kerja Muda Teater Rakyat (KKMTR)
  7. Pengembangan Desa Wisata Budaya
  8. Pendampingan program kegiatan Karang Taruna khsusnya dibidang seni dan budaya dan supporting Rp. 500,000 dari dana ADD Desa Danguran 
2. Desa Trunuh
Desa Trunuh merupakan cikal bakal lokasi pertama kalinya sekretariat PKBM Dewi Fortuna berdiri. (2004 – 2007) dengan Jumlah Penduduk 2, 332 jiwa terbagi menjadi 1.115 Kepala Keluarga. Usia 0-18 th 585, dan usia diatas 18 tahun 1.747 angka putus sekolah jenjang SD-SLTA sebanyak  15 orang dan tidak melanjutkan  320 orang. Kegiatan yang dilakukan oleh PKBM Dewi Fortuna dalam rangka pembinaan Desa tersebut antara lain ;  
  1. Rekruitment dan pendataan warga putus sekolah   
  2. Pemberian fasilitasi pemakaian tanpa sewa pada gedung Lokal eks SDN 1 Trunuh sebagai lokasi penyelenggaran Kejar Paket C c. Pendampingan kelompok Karawitan Cahyo laras d. Pendampingan kelompok Campursari Dewi Fortuna
3. Desa Sumberejo 
Desa Sumberejo memiliki jumlah Penduduk  3.040 orang, terbagi menjadi 923 Kepala Keluarga. Usia 0-18 Th 843  dan usia diatas 18 tahun 2,197 orang. Angka putus sekolah jenjang SD-SLTA sebanyak  147, dan tidak melanjutkan  255 orang. Terletak didaerah pinggiran perkotaan yang sebagian besar masyarakatnya adalah buruh industry nonformal. dan pegawai sector nonformal. merupakan daerah padat penduduk adapun kegiatan Pembinaan yang dilakukan antara lain :
  1. Rekruitment dan pendataan warga putus sekolah  
  2. Kelompok Belajar Keaksaraan Krisan dengan ketrampilan tata boga.
  3. Pembinaan Pos PAUD Aster
4. Desa Kajoran 
Desa Kajoran memiliki jumlah Penduduk  2,580 jiwa, terbagi menjadi 738 Kepala Keluarga. Usia 0-18 Th 741 dan usia diatas 18 tahun 1,839 orang. Angka putus sekolah jenjang SD-SLTA sebanyak  69 orang, dan tidak melanjutkan  454 orang. Terletak didaerah Pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani, pembuat genteng/batu bata, peternak, dan industry tata boga rumah tangga adapun kegiatan yang dilakukan dalam rangka pembinaan antara lain
  1. Rekruitment dan pendataan warga putus sekolah
  2. Kelompok Belajar Keaksaraan Lotus yang memiliki program ketrampilan pembuatan makanan ringan dari hasil pertanian,
  3. Pembinaan Paguyuban kethoprak Buta Aksara yang telah melakukan penulisan buku sejarah Kajoran. 
  4.  Pembinaan paguyuban pranatacara (MC) bahasa jawa dan entertainment dibidang kethoprak “Manunggal Cipto” yang terdiri dari persatuan profesi entertain jawa (penyanyi campur sari, MC Pahargyan ) yang telah dirintis dan dibina oleh PKBM Dewi Fortuna.
PROGRAM/KEGIATAN
Program Pendidikan Masyarakat
PKBM Dewi Fortuna dari tahun ke tahun mengalami pengembangan dan peningkatan jumlah peserta didik. Pada tahun 2004 awal PKBM berdiri memiliki program hanya Keaksaraan, Kejar Paket C dan Kursus Campursari, Tahun 2005 kami menambah program untuk pedalangan dan sindhen, tahun 2006 bertambah kerajinan wayang kulit, dan program PKBM diberikan penghargaan sebagai PKBM Terbaik se Kab. Klaten, tahun 2007 mendapatkan penghargaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Lembaga pelestari Seni Budaya, dan menambah program layanan diklat Tari, tahun 2008 bertambah layanan TBM dan mendapatkan Juara I Pengelola TBM se Kabupaten Klaten, tahun 2009 membuka layanan teater Kethoprak. Tahun 2010 membuka program Kejar paket B dan tahun 2011 bertambah membuka program Tari. Dan pada tahun 2014 program Kejar Paket B telah terakreditasi oleh BAN PNF dan tahun 2015 mendapatkan Juara I Lomba PTK PAUDNI berprestasi tingkat Kabupaten. Rangkinmg 8 se provinsi Jawa Tengah

Kegiatan evaluasi pembelajaran melibatkan tutor, akademisi (dosen ISI Surakarta, Dosen ISI Yogyakarta) dan praktisi seniman profesional sebagai penguji kompetensi yang dilaksanakan setiap akhir pembelajaran. Kegiatan uji kompetensi ini dilaksanakan dengan mengintegrasikan antara pedalangan, sindhen, karawitan dalam satu sajian bersama, bisa dilaksanakan di “Omah Wayang PKBM Dewi Fortuna” maupun ditempat lain yang telah menjalin kemitraan. Dari hasil penilaian dan pengamatan maka peserta didik yang lulus akan diberikan STSB (Surat Tanda Selesai Belajar) dan Piagam dari PEPADI (persatuan Pedalangan Indonesia) Klaten yang diserahkan dalam acara wisudan dengan menghadirkan seluruh stakeholder dan mitra kerja terkait

Kegiatan pendampingan PKBM Dewi Fortuna melakukan pembinaan berkala baik dari segi kualitas produk/ jasa/layanan maupun management usaha serta permodalan yang dikerjasamakan dengan pihak ke-3 (koperasi) dan memberikan Job Order serta bantuan fasilitasi 50 % penggunaan sarana prasarana PKBM dalam memenuhi job order profesi lulusan.

Program Sosial
Sebagai sebuah usaha bersama masyarakat  PKBM Dewi Fortuna menyadari sepenuhnya bahwa apa yang telah diberikan kepada kami, merupakan amanah budaya yang menimbulkan kesadaran untuk melakukan kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakat antara lain  ;
a. Ceramah Budaya, rutin dilaksanakan 3 bulan sekali dengan menyajikan pertunjukan seni tradisional 1 jam dan dilanjutkan ceramah dengan menghadirkan audience komunitas seniman, pelajar dan masyarakat, narasumber bekerjasama dengan Akademisi, praktisi dan Budayawan
b. Bhakti Budaya dilakukan dengan prioritas korban bencana alam, dengan memberikan hiburan pertunjukan gratis seperti Bencana Erupsi merapi, PKBM Dewi Fortuna menghibur di 3 titik Kam Pengungsian, bencana Gempa Bumi memberikan paket wayangan gratis di 32 titik lokasi Gempa
c.    Paket Study Budaya gratis untuk 2 lembaga PAUD/tahun
d.   program Wayang Goes To Scholl untuk 1 sekolah SMP/ tahun

PENGEMBANGAN UNIT USAHA 
Art For Mart  sebagai perwujudan slogan “Bisnis masa lalu untuk masa depan”. Komersialisasi seni tradisi karena tuntutan ekonomi telah menjadi suatu realitas di masyarakat.Penanganan komersialisasi seni tradisi dengan baik berpotensi membawa dampak positif bagi seni tradisi itu sendiri dan untuk menjadi komoditas unggulan daerah. Kegiatan ini memaksimalkan peran peserta didik dan masyarakat sebagai pelaku bisnisnya, terutama untuk melayani penerimaan job order jasa seniman, event tradisi dan kunjungan wisata budaya. Penjualan produk kerajinan wayang kulit dan produk subtitusi berasal dari masyarakat, seperti produk souvenir, kaos, handicraft dan pakain tradisional.  Adapun kegiatan usaha yang dilaksanakan adalah

Penjualan Produk Ketrampilan Kerajinan Wayang kulit 
Permintaan produk ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan permintaan pemesanan baik dari seniman dalang, maupun perorangan dan juga instansi-instansi sebagai (cinderamata). Menempati toko kami yang sederhana kami memberikan layanan penjualan tidak hanya wayang kulit, tetapi juga produk subtitusi berupa souvenir pernikahan, buku-buku seni budaya, buku naskah, VCD pertunjukan tradisional, Kaos, topi property pedalangan, APE Wayang, Gamelan, lukisan dan busana seni tradisional Jawa yang kerajinan tersebut dibuat oleh cluster peserta didik dan masyarakat sekitar PKBM. Peningkatan permintaan penjualan produk telah mendorong PKBM Dewi Fortuna membuka toko “Omah Wayang”  di Jl. Sudirman wisma segara blok L3, Balikpapan, Kalimantan Timur. 
Penjualan Jasa Seniman dan Event Organiser
Layanan jasa ini telah rutin menerima job order antara lain dengan Hotel Grand Tjokro sajian karawitan setiap hari Kamis pagi,  bekerja sama dengan rias pengantin dalam upacara-upacara adat (Traditional Artperformance)  kemitraan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah, Disbudparpora event Purnomosiden setiap tgl 15 Jawa, wayangan setiap selasa kliwonan, event kethoprak setiap Jumat legi, KPUD dalam rangka sosialisasi Pemilu


Penjualan paket studi wisata budaya
Penjualan paket studi budaya menjadi layanan jasa yang menarik dan banyak mendatangkan keuntungan. Program ini memberikan layanan kunjungan bagi rombongan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini maupun pelajar dan mahasiswa dalam melakukan studi diluar (outing class program) dan wisatawan asing yang memiliki minat dalam hal belajar mengenai pengenalan tentang seni budaya. Program ini dilaksanakan selama 2 jam mulai dari tahapan pengenalan sejarah wayang dengan menggunakkan media visual projector, pengamatan proses pembuatan wayang dimana peserta mengetahui alat, bahan dan prosesnya, praktek membuat wayang (menatah/mewarnai) dan melihat pertunjukan wayang secara Live in. Rata-rata dalam 1 bulan terdapat 10 kali kunjungan. Kegiatan paket ini tidak hanya diselenggarakan di lokasi “Omah Wayang PKBM Dewi Fortuna”, tetapi juga di tempat lain sesuai dengan permintaan.
Dengan pertambahan permintaan dan semakin dikenalnya PKBM Dewi Fortuna maka kemudian mendorong mulai munculnya cluster-cluster usaha di masyarakat terutama terkait dengan pengelolaan potensi seni budaya. adapun kelompok unit usaha yang menjadi rintisan dan binaan PKBM Dewi Fortuna antara lain ;

No
Bidang Produk/Jasa/ Layanan
Nama Unit Usaha
Jml Anggota
Lokasi
1
Kerajinan Wayang
Omah Wayang
15
Danguran, Klaten
2
Traditional art EO
Omah Wayang
5
Danguran, Klaten
3
Kerajinan Pakaian adat
A & E Konveksi
5
Jombor, Klaten
4
Konveksi Sablon
WLK Clothing
10
Glodogan, Klaten
4
Traditional art EO
Setya Arum
10
Kramat Jati Jakarta tim
5
Kethoprak
KKMTR
20
Jombor, Klaten
6

Manunggal Cipta
20
Kajoran, Klaten
7
Karawitan
Cahyo Laras
15
Trunuh, Klaten
8

Resi Laras
10
Danguran, Klaten
9
Campursari
Dewi Fortuna
8
Sraten, Klaten
10

Sejuta Jalan
9
Gombang, Boyolali
11
Dokumentasi
Bagus Visual
8
Danguran, Klaten
12
Galery
Omah Wayang
2
Balikpapan, Kaltim


Jumlah
137

Tabel 5. Unit Usaha Rintisan dan Binaan PKBM Dewi Fortuna

KEMITRAAN
Dalam rekruitment kemitraan dan pemasaran produk, PKBM Dewi Fortuna melakukan promosi publikasi, selain menggunakan media Brosur/leaflet/spanduk, PKBM Juga memanfaatkan Tehnologi informasi Interneet melalui Blogspot, jejaring social facebook, twitter instagram, penyebaran sticker berlogo Omah Wayang pada setiap kendaraan yang berkunjung, pemasangan logo dalam label produk, pembuatan dan penjualan kaos t-shirt, topi, yang bergambar logo omah wayang dengan variannya.

Didalam Penawaran produk, PKBM Mengutamakan Strategi “Behind The Product“ dimana penjualan karya dengan mengangkat cerita dibalik produk. Tukar produk pajang dengan pengusaha kerajinan lainya dan juga pemberian produk pada tokoh atau instansi yang memiliki pengaruh secara tidak langsung sebagai agen pemasaran. Mengikuti pameran produk. Menyampaikan surat penawaran produk dan jasa ke berbagai instansi dan menjadi sponsor pendamping kegiatan seni budaya.  dengan Bukti Surat Perjanjian/Surat Keterangan terlampir. Dengan catatan kemitraan yang ada antara lain:

No
Nama Instansi Lembaga Mitra
Bentuk Kemitraan
Kurun Waktu
1
Ditjend PAUDNI Kemendikbud
Bina Lembaga
2004 –skrg
2
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah
Bina Lembaga
2004 –skrg
3
Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten
Bina Lembaga
2004 –skrg
4
FK – PKBM Kabupaten Klaten
Bina Lembaga
2004 –skrg
5
Maskarja UGM Yogyakarta
Bina Diklat
2005 – 2007
6
TP PKK Kec. Klaten Selatan
Bina Usaha
2005 – 2013
7
Dinas Perindagkop Kabupaten Klaten
Bina Usaha
2006 - 2008
8
UD Maju Karya Bantul
Pemasaran
2006 – skrg
9
Forum TBM Kabupaten Klaten
Kegiatan
2007 – skrg
10
Sanggar Budaya Setya Arum Jakarta
Pemasaran
2009 - sekarang
11
P3 Wilsen ISI Yogyakarta
Bina Diklat
2009
12
Amigo Group Klaten
Pemasaran
2010 – skrg
13
Hendy Art Pocung Bantul
Pemasaran
2010 – skrg
14
Purnama Tour & Travel Klaten
Pemasaran
2010 – skrg
15
Dewan Kesenian Klaten
Bina Diklat
2010 – skrg
16
SMK N 8 Surakarta
Bina Diklat
2010 – skrg
17
PEPADI Kabupaten Klaten
Bina Diklat
2011 – skrg
18
ISI Surakarta
Bina Diklat
2011 - 2013
19
Karang Taruna Desa Danguran
Pemasaran
2011 – skrg
20
PNPM Mandiri Perkotaan
Bina Usaha
2011
21
HIMPAUDI Kabupaten Klaten
Kegiatan
2011- skrg
22
Telkom Speedy
Kegiatan
2012- 2013
23
Dinas Budparpora Kabupaten Klaten
Bina Lembaga
2012- skrg
24
Pujakekali Gallery Art Shop Kaltim
Pemasaran
2012- skrg
25
CV Cendrawasih Sukoharjo
Hibah Buku
2012
26
Prodi PBSD Unwidha  Klaten
Kegiatan
2012 – 2014
27
Dewan Basa Jawa Klaten
Bina Diklat
2012 – skrg
28
SMK N 1 Klaten
Kegiatan
2013 – 2014
29
KSP Arta Nugraha Klaten
Bina Usaha
2013 – skrg
30
Hotel Grand Tjokro Klaten
Pemasaran
2013- skrg
31
Villa Ditya
Pemasaran
2013 – skrg
32
KPUD Klaten
Kegiatan
2013-2014
33
Permadani Klaten
Pemasaran
2014 – skrg
34
Omah Wayang Balikpapan
Pemasaran
2014
35
Jagad Wayang Klithik Karangnongko
Pemasaran
2014 – skrg
36
SD Kristen II Sumberejo
Kegiatan
2014 – 2015
37
SD N 2 Bareng Lor
Kegiatan
2014 – skrg
37
Gilang Handicraft
Pemasaran
2014 – skrg
38
LKP HSC Klaten
Pemasaran
2014 - skrg
Daftar Mitra Kerja PKBM Dewi Fortuna tahun 2012 – 2014

PRESTASI DAN PENGHARGAAN
Prestasi, dedikasi dan penghargaan yang pernah dirauh dalam kurun waktu tahun 2012 – bulan Mei 2015 antara lain :

No
TANGGAL
KEGIATAN
SEBAGAI
1
01 Oktober 2012
Kirab Budaya Kabupaten Klaten
Peserta
2
03 Januari 2012
Pelatihan Kerajinan Wayang Klithik
Narasumber
3
05 Januari 2012
Pelatihan Kewirausahaan
Narasumber
4
14 Maret 2012
Workshop revitalisasi pengelolaan Paket B
Peserta
5
09 Mei 2012
Workshop keaksaraan Usaha Mandiri
Peserta
6
16 Mei 2012
Festival kethoprak pelajar Klaten
Penyelenggara
7
30 Juni 2012
Festival Karawitan Putra
Juara II
8
02 September 2012
Pameran PKBM & Festival membaca Nasional
Peserta
9
16 September 2012
Pameran HAI TK Nasional
Peserta
10
27 Oktober 2012
Peserta Pameran Kursus Nasional
Peserta
11
20 Oktober 2012
Workshop dan festival Seni tradisi
Juara II
12
21 Januari 2012
Workshop Managerial seni Kethoprak
penyelenggara
13
08 Juli 2012
Peluncuran Buku Rawa Jimbung
penyelenggara
14
16 maret 2012
Ceramah Budaya Makna Filosofi Dewa Ruci
Penyelenggara
15
20 April 2012
Ceramah Budaya Makna Keris
Penyelenggara
16
03 Desember 2012
Peluncuran Buku Cerita Kajoran
Penyelenggara
17
15 Juni 2012
Diklat UKM Seni Universitas widyadharma
Narasumber
18
28 Juni 2013
Festival Dalang Anak Solo Raya – DIY
Penyelenggara
19
21 Agustus 2013
Pameran PKBM Internasional di Jakarta
Peserta
20
31 Agustus 2013
Festival Kethoprak Pelajar
Penyelenggara
21
20 September 2013
Pesta Rakyat Boyolali
Peserta
22
22 Oktober 2013
Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah
Peserta
23
05 Pebruari 2013
Pentas Kethoprak Anak SD di Jogja TV
Pembina
24
08 Juni 2013
Diklat UKM Seni Universitas widyadharma
Narasumber
25
2 September 2013
Seminar Pengusaha Kerajinan Seni
Narasumber
26
16 Januari 2014
Workshop Seni Pertunjukan bagi Guru Seni
Peserta
27
17 Januari 2014
Workshop Desa Vokasi Karangnongko
Narasumber
28
19 Januari 2014
Kenduri Budaya
penyelenggara
29
25 Pebruari 2014
Donor Darah Padmanaba
Peserta
30
15 Oktober 2014
Jambore Koperasi pemuda
Peserta
31
05 September 2014
Seminar International
Peserta
32
13 September 2014
Magang Peningkatan mutu managemen
Peserta
33
17 Agustus 2014
Penghargaan Bidang Seni budaya
Tokoh Muda
34
23 Pebruari 2015
Kunjungan PKBM Indonesia
Penyelenggara
35
26 Maret 2015
Lomba Sosiodrama Keberaksaraan
Penyelenggara
36
01 April 2015
Juara I PTK PAUDNI pengelola PKBM
Juara I
Daftar penghargaan tahun 2012-2015

Dengan pengelolaan organisasi management PKBM, penyediaan tenaga pendidik dan kependidikan, penyediaan sarana prasarana, penyediaan layanan program, pengembangan unit usaha, kemitraan yang baik melalui optimalisasi potensi local, branding produk, yang berkesinambungan, kepedulian sosial, serta partisipasi  masyarakat maka keterjaminan komitment dan kontinuitas program PKBM akan terwujud. Hasil dan dampak yang ditimbulkan memberikan manfaat bagi pelestarian nilai budaya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui kegiatan ekonomi kreatif.  

Faktor pendukung adalah kekhasan program “PKBM Dewi Fortuna” yang hanya satu-satunya di kabupaten klaten, loyalitas pengurus, pendidik yang berkompeten,lembaga mitra dan adanya kesadaran bersama masyarakat dalam memberdayakan potensi seni budaya. Faktor penghambat pada kekurangan sarana prasarana dan infrasturktur dan minat peserta didik disektor kerajinan yang belum dimilikinya tehnologi pendukung untuk pencapaian masalisasi hasil.
  
Pendidikan dan kebudayaan bukan hanya sebuah pelaksanaan program yang tetapi harus bermakna sebagai sebuah gerakan bersama, sebuah ikthiar kolektif bangsa. Maka keterlibatan seluruh komponen masyarakat untuk mengembalikan karakter dan mengelola potensi sumber daya local sangat dibutuhkan. Impian besar pendidikan dan kebudayaan ini hanya akan terwujud jika kita bekerja keras memperbaiki wajah lembaga pendidikan kita dan membuka lebar peran masyarakat untuk menjadikan pendidikan masyarakat sebagai gerakan kebudayaan semesta.