Selasa, 28 Juli 2015

FANTASTIS, 2 MILIAR UNTUK SEDEKAH LAUT

Rangkaian kegiatan sedekah laut di desa Tasikagung, Rembang diprediksi menghabiskan dana antara Rp 1,5  - 2 miliar. Uang sebesar itu digunakan untuk menggelar berbagai macam kegiatan, seperti pentas dangdut, pengajian, arak arakan larung sesaji hari Sabtu (25 Juli 2015) hingga nanti baru selesai tanggal 30 Juli mendatang.

Sekretaris Desa Tasikagung, Sunarto menjelaskan iuran dana terbanyak berasal dari juru mudhi maupun ABK kapal nelayan, bos bos pemilik kapal dan sokongan masyarakat dusun Pabean, Kramatan dan Rembangan. Menurutnya tidak terlalu sulit menggalang dana, karena sedekah laut dianggap sebagai agenda rutin tahunan yang harus disukseskan bersama sama.

Sunarto menimpali setelah pawai keliling kota, rombongan pembawa sesajian kembali lagi menuju Pelabuhan Tasikagung. Mereka selanjutnya melarung sesajian ke tengah laut, sebagai wujud rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dimana telah mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain berharap hasil kedepan lebih banyak, warga juga berdoa selama melaut tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.

Sementara itu, pawai sedekah laut memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat. Kemacetan ruas jalan tidak hanya terjadi di jalur Pantura, tetapi juga di sepanjang jalan lingkar antara Pertigaan Soklin Tireman sampai Pasar Penthungan. Kami sempat mencoba menggunakan mobil pribadi dari pasar Penthungan hingga Perempatan Embongan Mondoteko, menelan waktu 1,5 jam, menunjukkan betapa lamanya antrean kendaraan. Padahal saat normal, hanya butuh waktu sekira 10 menit.

Rondiyono, warga desa Warugunung Kec. Bulu, salah satu pengunjung tradisi Syawalan mengaku sempat kesulitan ketika akan menuju obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang. Begitu masuk Perempatan Galonan dan Embongan Mondoteko, oleh aparat kepolisian dilarang langsung melaju ke utara. 

Ia terpaksa bolak balik mencari akses lain. Akhirnya bisa lewat desa Pulo – Klentheng Sumberejo, meski berjibaku melawan kemacetan. Menurutnya tidak masalah, demi ikut meramaikan tradisi ini.

Rembang – Rangkaian kegiatan sedekah laut di desa Tasikagung, Rembang diprediksi menghabiskan dana antara Rp 1 – 1,5 miliar. Uang sebesar itu digunakan untuk menggelar berbagai macam kegiatan, seperti pentas dangdut, pengajian, arak arakan larung sesaji hari Sabtu (25 Juli 2015) hingga nanti baru selesai tanggal 30 Juli mendatang. Sekretaris Desa Tasikagung, Sunarto menjelaskan iuran dana terbanyak berasal dari juru mudhi maupun ABK kapal nelayan, bos bos pemilik kapal dan sokongan masyarakat dusun Pabean, Kramatan dan Rembangan. Menurutnya tidak terlalu sulit menggalang dana, karena sedekah laut dianggap sebagai agenda rutin tahunan yang harus disukseskan bersama sama.
Sunarto menimpali setelah pawai keliling kota, rombongan pembawa sesajian kembali lagi menuju Pelabuhan Tasikagung. Mereka selanjutnya membawa sesajian ke tengah laut, menjadi wujud rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, telah mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain berharap hasil kedepan lebih banyak, warga juga berdo’a selama melaut tidak ada kejadian buruk, yang akan merenggut nyawa.
Sementara itu, pawai sedekah laut memperoleh sambutan luar biasa masyarakat. Kemacetan ruas jalan tidak hanya terjadi di jalur Pantura, tetapi juga di sepanjang jalan lingkar antara Pertigaan Soklin Tireman sampai Pasar Penthungan. Kami sempat mencoba menggunakan mobil pribadi dari pasar Penthungan hingga Perempatan Embongan Mondoteko, menelan waktu 1,5 jam, menunjukkan betapa lamanya antrean kendaraan. Padahal saat normal, hanya butuh waktu sekira 10 menit.
Rondiyono, warga desa Warugunung Kec. Bulu, salah satu pengunjung tradisi Syawalan mengaku sempat kesulitan ketika akan menuju obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang. Begitu masuk Perempatan Galonan dan Embongan Mondoteko, oleh aparat kepolisian dilarang langsung melaju ke utara.
Ia terpaksa bolak balik mencari akses lain. Akhirnya bisa lewat desa Pulo – Klentheng Sumberejo, meski berjibaku melawan kemacetan. Menurutnya tidak masalah, demi ikut meramaikan tradisi Syawalan
- See more at: http://radior2b.com/2015/07/25/total-dana-sedekah-laut-tasikagung-ini-bocorannya/#sthash.9BO2vdX1.dpuf
Rembang – Rangkaian kegiatan sedekah laut di desa Tasikagung, Rembang diprediksi menghabiskan dana antara Rp 1 – 1,5 miliar. Uang sebesar itu digunakan untuk menggelar berbagai macam kegiatan, seperti pentas dangdut, pengajian, arak arakan larung sesaji hari Sabtu (25 Juli 2015) hingga nanti baru selesai tanggal 30 Juli mendatang. Sekretaris Desa Tasikagung, Sunarto menjelaskan iuran dana terbanyak berasal dari juru mudhi maupun ABK kapal nelayan, bos bos pemilik kapal dan sokongan masyarakat dusun Pabean, Kramatan dan Rembangan. Menurutnya tidak terlalu sulit menggalang dana, karena sedekah laut dianggap sebagai agenda rutin tahunan yang harus disukseskan bersama sama.
Sunarto menimpali setelah pawai keliling kota, rombongan pembawa sesajian kembali lagi menuju Pelabuhan Tasikagung. Mereka selanjutnya membawa sesajian ke tengah laut, menjadi wujud rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, telah mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain berharap hasil kedepan lebih banyak, warga juga berdo’a selama melaut tidak ada kejadian buruk, yang akan merenggut nyawa.
Sementara itu, pawai sedekah laut memperoleh sambutan luar biasa masyarakat. Kemacetan ruas jalan tidak hanya terjadi di jalur Pantura, tetapi juga di sepanjang jalan lingkar antara Pertigaan Soklin Tireman sampai Pasar Penthungan. Kami sempat mencoba menggunakan mobil pribadi dari pasar Penthungan hingga Perempatan Embongan Mondoteko, menelan waktu 1,5 jam, menunjukkan betapa lamanya antrean kendaraan. Padahal saat normal, hanya butuh waktu sekira 10 menit.
Rondiyono, warga desa Warugunung Kec. Bulu, salah satu pengunjung tradisi Syawalan mengaku sempat kesulitan ketika akan menuju obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang. Begitu masuk Perempatan Galonan dan Embongan Mondoteko, oleh aparat kepolisian dilarang langsung melaju ke utara.
Ia terpaksa bolak balik mencari akses lain. Akhirnya bisa lewat desa Pulo – Klentheng Sumberejo, meski berjibaku melawan kemacetan. Menurutnya tidak masalah, demi ikut meramaikan tradisi Syawalan
- See more at: http://radior2b.com/2015/07/25/total-dana-sedekah-laut-tasikagung-ini-bocorannya/#sthash.9BO2vdX1.dpuf




Total Dana Sedekah Laut Tasikagung, Ini Bocorannya


Arak arakan pesta sedekah laut dari desa Tasikagung, hari Sabtu.
Arak arakan pesta sedekah laut dari desa Tasikagung, hari Sabtu.
Rembang – Rangkaian kegiatan sedekah laut di desa Tasikagung, Rembang diprediksi menghabiskan dana antara Rp 1 – 1,5 miliar. Uang sebesar itu digunakan untuk menggelar berbagai macam kegiatan, seperti pentas dangdut, pengajian, arak arakan larung sesaji hari Sabtu (25 Juli 2015) hingga nanti baru selesai tanggal 30 Juli mendatang. Sekretaris Desa Tasikagung, Sunarto menjelaskan iuran dana terbanyak berasal dari juru mudhi maupun ABK kapal nelayan, bos bos pemilik kapal dan sokongan masyarakat dusun Pabean, Kramatan dan Rembangan. Menurutnya tidak terlalu sulit menggalang dana, karena sedekah laut dianggap sebagai agenda rutin tahunan yang harus disukseskan bersama sama.
Sunarto menimpali setelah pawai keliling kota, rombongan pembawa sesajian kembali lagi menuju Pelabuhan Tasikagung. Mereka selanjutnya membawa sesajian ke tengah laut, menjadi wujud rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, telah mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain berharap hasil kedepan lebih banyak, warga juga berdo’a selama melaut tidak ada kejadian buruk, yang akan merenggut nyawa.
Sementara itu, pawai sedekah laut memperoleh sambutan luar biasa masyarakat. Kemacetan ruas jalan tidak hanya terjadi di jalur Pantura, tetapi juga di sepanjang jalan lingkar antara Pertigaan Soklin Tireman sampai Pasar Penthungan. Kami sempat mencoba menggunakan mobil pribadi dari pasar Penthungan hingga Perempatan Embongan Mondoteko, menelan waktu 1,5 jam, menunjukkan betapa lamanya antrean kendaraan. Padahal saat normal, hanya butuh waktu sekira 10 menit.
Rondiyono, warga desa Warugunung Kec. Bulu, salah satu pengunjung tradisi Syawalan mengaku sempat kesulitan ketika akan menuju obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang. Begitu masuk Perempatan Galonan dan Embongan Mondoteko, oleh aparat kepolisian dilarang langsung melaju ke utara.
Ia terpaksa bolak balik mencari akses lain. Akhirnya bisa lewat desa Pulo – Klentheng Sumberejo, meski berjibaku melawan kemacetan. Menurutnya tidak masalah, demi ikut meramaikan tradisi Syawalan.
- See more at: http://radior2b.com/2015/07/25/total-dana-sedekah-laut-tasikagung-ini-bocorannya/#sthash.9BO2vdX1.dpuf




Total Dana Sedekah Laut Tasikagung, Ini Bocorannya


Arak arakan pesta sedekah laut dari desa Tasikagung, hari Sabtu.
Arak arakan pesta sedekah laut dari desa Tasikagung, hari Sabtu.
Rembang – Rangkaian kegiatan sedekah laut di desa Tasikagung, Rembang diprediksi menghabiskan dana antara Rp 1 – 1,5 miliar. Uang sebesar itu digunakan untuk menggelar berbagai macam kegiatan, seperti pentas dangdut, pengajian, arak arakan larung sesaji hari Sabtu (25 Juli 2015) hingga nanti baru selesai tanggal 30 Juli mendatang. Sekretaris Desa Tasikagung, Sunarto menjelaskan iuran dana terbanyak berasal dari juru mudhi maupun ABK kapal nelayan, bos bos pemilik kapal dan sokongan masyarakat dusun Pabean, Kramatan dan Rembangan. Menurutnya tidak terlalu sulit menggalang dana, karena sedekah laut dianggap sebagai agenda rutin tahunan yang harus disukseskan bersama sama.
Sunarto menimpali setelah pawai keliling kota, rombongan pembawa sesajian kembali lagi menuju Pelabuhan Tasikagung. Mereka selanjutnya membawa sesajian ke tengah laut, menjadi wujud rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, telah mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain berharap hasil kedepan lebih banyak, warga juga berdo’a selama melaut tidak ada kejadian buruk, yang akan merenggut nyawa.
Sementara itu, pawai sedekah laut memperoleh sambutan luar biasa masyarakat. Kemacetan ruas jalan tidak hanya terjadi di jalur Pantura, tetapi juga di sepanjang jalan lingkar antara Pertigaan Soklin Tireman sampai Pasar Penthungan. Kami sempat mencoba menggunakan mobil pribadi dari pasar Penthungan hingga Perempatan Embongan Mondoteko, menelan waktu 1,5 jam, menunjukkan betapa lamanya antrean kendaraan. Padahal saat normal, hanya butuh waktu sekira 10 menit.
Rondiyono, warga desa Warugunung Kec. Bulu, salah satu pengunjung tradisi Syawalan mengaku sempat kesulitan ketika akan menuju obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang. Begitu masuk Perempatan Galonan dan Embongan Mondoteko, oleh aparat kepolisian dilarang langsung melaju ke utara.
Ia terpaksa bolak balik mencari akses lain. Akhirnya bisa lewat desa Pulo – Klentheng Sumberejo, meski berjibaku melawan kemacetan. Menurutnya tidak masalah, demi ikut meramaikan tradisi Syawalan.
- See more at: http://radior2b.com/2015/07/25/total-dana-sedekah-laut-tasikagung-ini-bocorannya/#sthash.9BO2vdX1.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar