Selasa, 28 Juli 2015

KESULITAN MENEMUKAN JODOH ANDA ? SILAKAN UNTUK KESINI

Ratusan masyarakat desa secara rapi dan teratur mengikuti kirab menuju sebuah sendang. Sendang ini terletak diujung sebuah desa Purworejo. Purworejo adalah salah satu desa di kecamatan Bae, berbatasan dengan desa Bae (di sebelah utara), Gondangmanis (di sebelah timur), Peganjaran (di sebelah barat) dan Panjang (di sebelah selatan). Di desa ini terdapat obyek wisata Sendang Jodo, di mana terdapat mitos bahwa pasangan muda-mudi yang mengunjungi tempat ini akan mendapatkan jodoh dan dilanggengkan hubungannya. desa ini ada tiga dukuh yaitu Jambean, Plumbungan dan bonggoro.
Kirab yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian acara dalam tradisi kenduri kupatan di Sendang Jodo. Menurut Kepala Desa Purworejo Nur Khamid, tradisi ini sudah dilaksanakan turun temurun dari nenek moyang masyarakat setempat dan dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Warga desa melakukan kirab kenduri, dengan start dari masjid dukuh jambean .Warga yang membawa kupat dan lepet yang di taruh di tenong, berkumpul di masjid lalu berjalan menuju sendang jodoh, setelah itu acara adat kenduri di mulai dengan do’a yang di pimpin oleh tokoh Agama setempat. Untuk siang harinya ada gebyar musik untuk menghibur masyarakat dengan biaya masuk 5 Ribu. 

Kades Purworejo berharap tradisi turun menurun ini harus tetap di jaga dan terus di laksanakan setiap tahunnya ,mengingat tradisi syawalan di sendang Jodo merupakan aset desa yang perlu kita jaga sampe anak cucu kita supaya mereka mengetahui sejarah sendang jodo ini.








Total Dana Sedekah Laut Tasikagung, Ini Bocorannya


Arak arakan pesta sedekah laut dari desa Tasikagung, hari Sabtu.
Arak arakan pesta sedekah laut dari desa Tasikagung, hari Sabtu.
Rembang – Rangkaian kegiatan sedekah laut di desa Tasikagung, Rembang diprediksi menghabiskan dana antara Rp 1 – 1,5 miliar. Uang sebesar itu digunakan untuk menggelar berbagai macam kegiatan, seperti pentas dangdut, pengajian, arak arakan larung sesaji hari Sabtu (25 Juli 2015) hingga nanti baru selesai tanggal 30 Juli mendatang. Sekretaris Desa Tasikagung, Sunarto menjelaskan iuran dana terbanyak berasal dari juru mudhi maupun ABK kapal nelayan, bos bos pemilik kapal dan sokongan masyarakat dusun Pabean, Kramatan dan Rembangan. Menurutnya tidak terlalu sulit menggalang dana, karena sedekah laut dianggap sebagai agenda rutin tahunan yang harus disukseskan bersama sama.
Sunarto menimpali setelah pawai keliling kota, rombongan pembawa sesajian kembali lagi menuju Pelabuhan Tasikagung. Mereka selanjutnya membawa sesajian ke tengah laut, menjadi wujud rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, telah mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain berharap hasil kedepan lebih banyak, warga juga berdo’a selama melaut tidak ada kejadian buruk, yang akan merenggut nyawa.
Sementara itu, pawai sedekah laut memperoleh sambutan luar biasa masyarakat. Kemacetan ruas jalan tidak hanya terjadi di jalur Pantura, tetapi juga di sepanjang jalan lingkar antara Pertigaan Soklin Tireman sampai Pasar Penthungan. Kami sempat mencoba menggunakan mobil pribadi dari pasar Penthungan hingga Perempatan Embongan Mondoteko, menelan waktu 1,5 jam, menunjukkan betapa lamanya antrean kendaraan. Padahal saat normal, hanya butuh waktu sekira 10 menit.
Rondiyono, warga desa Warugunung Kec. Bulu, salah satu pengunjung tradisi Syawalan mengaku sempat kesulitan ketika akan menuju obyek wisata Dampo Awang Beach Taman Kartini Rembang. Begitu masuk Perempatan Galonan dan Embongan Mondoteko, oleh aparat kepolisian dilarang langsung melaju ke utara.
Ia terpaksa bolak balik mencari akses lain. Akhirnya bisa lewat desa Pulo – Klentheng Sumberejo, meski berjibaku melawan kemacetan. Menurutnya tidak masalah, demi ikut meramaikan tradisi Syawalan.
- See more at: http://radior2b.com/2015/07/25/total-dana-sedekah-laut-tasikagung-ini-bocorannya/#sthash.9BO2vdX1.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar