Rabu, 26 Agustus 2015

DIRJEN KEBUDAYAAN KACUNG MARIJAN, BUKA SARASEHAN DAERAH PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

Bertempat di Hotel Pandanaran Semarang, telah dilaksanakan Sarasehan Daerah Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Acara yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini difasilitasi oleh Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik indonesia. Sarasehan ini mengambil tema "Dengan Sarasehan Daerah Kita Tingkatkan Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam Rangka Membentuk Organisasi Kepercayaan Yang Mandiri dan Bermanfaat". 
    
Sesuai laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kasubdit Kelembagaan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Dra. Wigati, peserta acara ini terdiri dari para Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Akademisi, Tokoh masyarakat, Pemuka Agama, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Hukum dan HAM, Departemen Agama dan instansi/dinas terkait dengan Pengahayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. 

Sarasehan ini dibuka secara resmi pada hari Rabu Pahing (26/8) oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Prof. Kacung Marijan, Ph.D. Hadir pula dalam acara ini Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Dra. Sri Hartini, M.Si, Kepala Bidang Nilai Budaya Seni dan Film Dinbudpar Jateng  Drs. Mulyono, M.Pd, Kepala BPNB Yogyakarta Dra. Christriyati Ariani, M.Hum, dan Presidium MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa) Naen suryono, SH dan Hertoto Basuki.








3 komentar:

  1. Sarasehan Daerah tersebut dihadiri oleh perwakilan Penghayat se-Provinsi Jateng atau hanya sekitar Semarang Mas

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. mas Palguno, informasi dari panitia, peserta Penghayat dari Kota Semarang, Kab. Semarang dan Kota Salatiga, selebihnya dari dinas/instansi terkait dgn Penghayat Kepercayaan dan beberapa pemuka agama

    BalasHapus