Minggu, 13 September 2015

RIBUAN BATU AKIK MENJADI SOUVENIR PERNIKAHAN

Minggu Kliwon  (13/09/15). Kurang lebih 2.400 batu akik dengan berbagai model dan jenisnya menjadi souvenir pada sebuah acara pernikahan di kota Semarang, siang tadi.

Ini menjadi hal yang pertama kali terjadi, bahwa souvenir dalam sebuah pesta pernikahan merupakan sepasang batu akik (satu untuk bapak dan satunya untuk ibu) yang berjumlah tidak kurang 2.400 biji. Mungkin jika pihak keluarga ataupun panitia bisa saja mencatatkannya di Museum Rekor Indonesia (MURI) bahkan  Guinness Book of World Record sekalipun.

Selain menjadikan batu akik sebagai souvenir, acara pernikahan ini menjadi ajang pentas kesenian tradisional yang berada di Jawa Tengah. Diantaranya ada Seni karawitan, Tari Serimpi, Tari Topeng Purbalingga, Tek-tek Magelang, Keroncong/langgam Jazz - Bossanova, edan-edanan, dan punakawan Gareng.

Acara Resepsi ini juga menjadi ajang reuni bagi para seniman dan budayawan Se Indonesia. Alumni ISI Surakarta nampak berkumpul membentuk sebuah kelompok besar. Tak heran karena pemangku hajat pernikahan ini adalah seorang Seniman, sekaligus menjabat sebagai Kepala Seksi Nilai Budaya Bidang Nilai Budaya Seni dan Film Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, yakni Eny Haryanti, S.Pd, M.Pd yang bersuamikan Bambang Setyobudi, SH, MM. yang juga pernah menjabat di BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah.

Beliau menikahkan anak semata wayangnya yang bernama dr. Risatya Pramadanis (Risa) dengan Yuda Prasetya, SH. Tampak hadir dalam resepsi ini para pejabat teras di provinsi Jawa Tengah dan beberapa eselon 3 tingkat pusat. Diantaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wagub Jateng Heru Sujadmiko, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono, Pj.Walikota Semarang Tavip Supriyanto, dan beberapa kepala SKPD dijajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Daerah Kota/Kab se Jawa Tengah.

Hadir Pula Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Dra. Sri Hartini, M.Si. yang didampingi Kasubid Kelembagaan Kepercayaaan Dra. Wigati.

NEBUS KEMBAR MAYANG
Acara pernikahan Risa dan Yuda ini dilangsungkan selama 3 hari berturut-turut. Diawali hari Jumat sore  (11/09/15) doa dan pengajian ibu-ibu RW. 1 kelurahan Tlogosari - Semarang dan dilanjutkan pengajian bapak-bapak.

Dihari Sabtu siang (12/09/15) ada upacara Siraman, dan dilanjukan dengan malam midodaren. acara ini dilengkapi dengan upacara tradisi Nebus Kembar Mayang yang merupakan adat dan tradisi masyarakat jawa.

Minggu Kliwon (13/09/15) yang merupakan hari ke 3 menjadi puncak acara yaitu akad nikah, dilanjutkan upacara adat pernikahan dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Acara ini bertempat di Gedung Dewaruci kampus biru STIMART-AMNI Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar