Rabu, 23 September 2015

ANUGERAH KEBUDAYAAN 2015

 Jakarta, Selasa Wage (22/9) – Sebanyak 55 Nominator Kebudayaan RI dengan berbagai macam kategori menerima Anugerah Kebudayaan 2015 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Malam Penganugerahan Kebudayaan tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan didampingi oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan dan Plt. Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Harri Widianto di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. 

Malam Penganugerahan Kebudayaan 2015 ini dihadiri oleh 55 nominator yang menerima tanda Bintang Mahaputra Utama, Bintang Budaya Paramadharma 2015, dan Satyalencana Kebudayaan 2015 dari berbagai kategori, yaitu Perorangan, Anak dan Remaja, Maesro Seni Budaya, Pelestari Budaya, Pemerintah Daerah, serta Media.

Ditemani oleh Kasubdit Direktorat Internalisasi Nilai Diplomasi Budaya, Dewi Citra Ria, Kacung Marijan menyampaikan bahwa tahun ini ada 3 orang Warga Negara Asing yang akan diberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan 2015, salah satunya adalah Franz Magnis-Suseno yang akan mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera Utama 2015. Selain itu, Beliau juga mengatakan bahwa para penerima penghargaan tidak hanya yang berperan dalam mewariskan kebudayaan, namun juga yang turut melestarikan kebudayaan tersebut.

“Kita jangan hanya sibuk mewariskan kebudayaan, tapi luput mewarisi kebudayaan tersebut ke generasi penerus kita. Kebudayaan akan menjadi luar biasa jika dilaksanakan secara bersama-sama. Kali ini, para penerima penghargaan kebudayaan tidak hanya yang berperan aktif mewariskan kebudayaan, namun juga diberikan kepada yang aktif mewarisi kebudayaan tersebut,” tukas Kacung Marijan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan secara langsung memberikan lencana emas Anugerah Kebudayaan kepada 55 pelestari kebudayaan tahun 2015. Pemberian lencana Kebudayaan ini dilaksanakan pada Malam Penganugerahan Kebudayaan 2015 di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).

Dalam pesannya, Anies Baswedan menyampaikan bahwa Anugerah Kebudayaan 2015 merupakan apresiasi atas nama Pemerintah Indonesia kepada para tokoh dan pelestari kebudayaan Indonesia. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para penerima penghargaan dan berpesan untuk jangan segan meneruskan kebudayaan lama yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

“Para tokoh yang menerima kebudayaan ini merupakan tokoh yang tidak rela kebudayaan Indonesia dalam posisi stagnan. Mereka adalah para tokoh yang menjadikan kebudayaan sebagai kehidupan, bukan penghidupan, dan memiliki latar belakang yang sama : memajukan kebudayaan Indonesia,” tukas Anies Baswedan.

Dalam acara tersebut, beberapa nominator menampilkan kebolehan mereka dalam bidang seni budaya, seperti penampilan Sastra Lisan oleh Agus Nur Amal, atau biasa dikenal dengan Agus PM Toh, Jan Malibela dari Papua Barat, Wa Ode Siti Marwiyah Sipala, pemerhati Tari Pakarena, Suprapto Suryodarmo, pendiri Padepokan Lemah Putih - Karanganyar dan para nominator cilik dan remaja salah satunya adalah Vicky Wahyu Hermawan Ramadhan, seorang Dalang Cilik asal Jawa Tengah. Kacung Marijan pun turut satu panggung bersama dengan Agus PM Toh dalam malam penganugerahan tersebut.


Mudji Sutrisno, salah satu Tim Penilai bersama Ida Wayan Oka Granoka Gong berserta istri, pendiri Maha Bajra Sandhi - Bali, Penerima Anugerah Kebudayaan 2015 Kategori Komunitas, sebagai Penerap Budaya Tradisi Teks Sotasoma dalam Bersikap dan Berperilaku



 Bersama Suprapto Suryodarmo, pendiri Pedepokan Lemah Putih - Karanganyar Jateng,
Penerima Anugerah Kebudayaan 2015 Kategori Komunitas, sebagai Pengembang Seni dan Budaya Berbasis Studi Budaya dan Kemanusiaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar