Senin, 07 September 2015

TAYUB PURWODADI RAMAIKAN UPACARA TRADISI SEDEKAH BUMI

Minggu Pon, 6 September 2015. Rumah Kepala Desa Penawangan sontak ramai oleh para warga desa yang tumpah ruah berkumpul memenuhi halaman. Panggung besarpun digelar untuk pagelaran seni tayub, pentas dangdut dan congdut (keroncong dangdut). Acara ini meramaikan sebuah rangkaian upacara tradisi sedekah bumi yang diadakan di halaman rumah kepala desa Penawangan kecamatan Penawangan kabupaten Grobogan.
Acara yang dimulai pukul 10 pagi ini juga diisi dengan tampilan drumband, barongan, dan dilanjutkan dengan kirab gunungan hasil bumi yang diikuti 4 (empat) dusun yang ada di desa Penawangan. Kirab gunungan ini dimulai dari masing-masing dusun menuju halaman rumah kepala desa.

Kepala Desa Tri Joko Purnomo, Amd. menuturkan dengan diadakan sedekah bumi ini berharap akan dapat melestarikan upacara yang menjadi tradisi turun temurun peninggalan nenek moyang dan telah menjadi budaya daerah. Acara ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kerukunan antar warga di desa itu, imbuhnya.

Upacara tradisi sedekah bumi ini ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Yuli Nuryanto dari Sragen.

Arti dari Sedekah Bumi sendiri adalah suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui Tanah/Bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Upacara ini biasanya ditandai dengan pesta rakyat yang diadakan di balai desa atau pendopo/rumah kepala desa atau di lahan pertanian maupun tempat-tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat. Upacara ini sudah menjadi tradisi dan berlangsung turun termurun dari nenek moyang kita, dan berkembang di Pulau Jawa, terutama di wilayah yang kuat akan budaya agraris. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar