Sabtu, 03 Oktober 2015

DEKLARASI GENERASI MUDA PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

DARI CIANJUR UNTUK NUSANTARA

Cianjur, 4 Oktober 2015, merupakan torehan sejarah, sebuah semangat berkobar menyongsong datangnya Hari Pemuda dan sekaligus menjadi tonggak baru peran generasi muda pelaku budaya spiritual warisan nenek moyang nusantara. Dengan kesepakatan bersama oleh 79 pemuda dan pemudi Indonesia yang berasal dari beberapa penjuru nusantara bagian barat ini, telah mendeklarasikan suatu wadah dengan nama Generasi Muda Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (GMPK).

Deklarasi ini terwujud pada puncak kegiatan yang difasilitasi oleh Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan yang bertajuk "Pembinaan Generasi Muda Pengahayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa" ini dilaksanakan di Hotel Ciloto Indah Permai Kabupaten Cianjur dan berlangsung selama 4 (empat) hari yaitu mulai hari Kamis (1/10) sampai dengan hari Minggu (4/10).

Acara pembukaan terlihat sangat indah dan penuh keharmonian karena semua peserta kegiatan ini memakai pakaian adat dari masing-masing daerah/organisasi kepercayaan. Kemeriahan pun berlanjut saat tiga penari menunjukkan kepiawaiannya dalam membawakan tari tradisional yang sebelumnya didahului sambutan sekaligus membuka kegiatan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Kacung Marijan. Ph. D. 

Hadir dalam acara pembukaan, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Dra. Sri Hartini, M. Si., Kasubdit. Kelembagaan Kepercayaan Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi Dra. Wigati, dan beberapa pejabat dinas kebudayaan kabupaten Cianjur serta pejabat dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bandung.

Pemuda Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai pelestari kebudayaan dibidang budaya spiritual juga harus berjuang untuk dapat mengikuti perkembangan jaman yang semain pesat agar tidak tertinggal, serta dapat mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. 

Ketika ditinjau dari segi usia, pendidikan dan sosial ekonomi dan sebagainya, kondisi dan keberadaan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bervariasi. Dari segi usia, separuhnya rata-rata memasuki usia tua. Karena itu perlu adanya persiapan dan penataan, serta regenerasi untuk kelangsungan keberadaan organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Disamping itu, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat pesat akan berpengaruh terjadinya pergeseran nilai-nilai, sehingga dikawatirkan nilai-nilai luhur yang tertanam pada generasi muda lambat laun mulai berubah dan dapat berpengaruh terhadap ketahanan nasional. 

Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu adanya upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan pengetahuan generasi muda penghayat kepercayaan dibidang manajemen organisasi dan pengembangan sumber daya serta bisa mengembangkan sikap kritis para generasi muda penghayat kepercayaan sehingga dapat memposisikan diri dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Keterkaitan dengan generasi muda maka kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara diantaranya dari DPR RI Komisi X Ir. H.M. Ridwan Hisjam, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dra. Sri Hartini, M.Si., sejarawan dan budayawan DR. Hilmar Farid, Akademisi dari Universitas Negeri Malang Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si., Kepala BPNB Bandung Drs. Toto Sucipto, Lembaga Trainer dan motivasi Zea Hanan, dan Tokoh Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Romo Panji Etiko Kusjatmiko, SH./ RG. KRA. Suryaningrat II (Pembina Perguruan Trijaya - Pusat Tegal).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk klasikal, seminar, dan dialog interakatif. Selain itu juga diisi dengan acara senam bersama, ice breaking dan outbond. Diharapkan dengan kegiatan outdoor yang bervariatif ini para peserta dapat menjaga kesehatan dan bisa mengembangkan kemampuan intelektualnya serta mampu meningkatkan rasa gotong royong dan saling menghargai antara sesama peserta.

Dengan terbentuknya deklarasi GMPK, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Tradisi Dra. Sri Hartini, M.Si. mendukung sepenuhnya. Dalam sambutan acara penutupan kegiatan, beliau menantikan aksi nyata dan program kerja GMPK pada masa yang akan datang. Dengan terbentuknya GMPK ini diharapkan menjadi rekan direktorat dalam rangka meningkatkan peran penghayat kepercayaan dalam kancah pembangunan nasional maupun di dunia internasional. "Dalam hal diplomasi budaya, tidak hanya dalam lingkup seni yang merupakan budaya lahiriah tetapi juga nilai budaya khususnya budaya spiritual, untuk itu jangan ragu untuk menyampaikan dan memperkenalkan bahwa kita adalah penghayat kepercayaan, pelaku budaya spiritual asli nusantara" imbuh beliau.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DEKLARASI DUKUNGAN PEMBENTUKAN ORGANISASI GENERASI MUDA PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA
Cianjur, 4 Oktober 2015


Kami, Generasi Muda Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa peserta Pembinaan Generasi Muda Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan menyatakan bahwa:


1. Penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah berperan dalam memperjuangkan 4 (empat) konsensus dasar bangsa dan Negara Indonesia, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

2.  Generasi Muda Penghayat sebagai bagian Bangsa Indonesia siap memperjuangkan, mempertahankan dan menegakkan 4 (empat ) konsensus dasar Indonesia dan pembangunan nasional.

3. Generasi Muda mendeklarasikan dukungan pembentukan organisasi Generasi Muda Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

4.   Hal-hal yang berhubungan dengan tahapan pembentukan dilakukan sesuai dengan perundang-undangan tentang organisasi kemasyarakatan dan dilaksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Cianjur, 04 Oktober 2015 
Perwakilan Peserta


1.   Manto Sirait 
      (Parmalim Provinsi Sumatera Utara)
2.    Retno Budi A, SS
(Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan YME Provinsi Lampung)
3.    Demmamala, S.IP

(Mapporondo Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat)
4.    Fatma Rarasmara, A.Md

(Organisasi Suatmoyo Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah)
5.    Deni Lazuardi, A.Md

(Perguruan  Trijaya Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah)
6.    Parno
(Paguyuban Kerukunan Sedulur Sikep Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah)
7.    Putut Sugiarto
       (Organisasi Purnomo Sidi Provinsi Jawa Tengah)
8.    Sulistyo Harjo    

(Organisasi Sukoreno Daerah Istimewa Yogyakarta)
9.   Vindy Ariswiendar Pratama ,STP.

(Organisasi Prana Jati Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah)
10. Hari Soelistyo Adi

(PERSADA Sapta Darma Kotamadia Surabaya Provinsi Jawa Timur)
11. Dian Rahadian 
      (Organisasi Aji Dipa Kotamadia Bandung Provinsi Jawa Barat)

12. Triani Yuliastuti,SE
(Organisasi Trisoka DI Yogyakarta)

 13. Suyut Pamuji                                                                   
(Organisasi Paguyuban Ehlasing Budi Murko DI Yogyakarta)

 14. Agus Sutanto
      (Paguyuban Budaya Bangsa Provinsi Lampung)

 15. Suminah
       (Paguyuban Resik Kubur Jero Tengah Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

















                                                                                                                                         








10 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Bagus, cepat terlaksana dan kerja keras di mulai dari sekarang

    BalasHapus
  3. terimakasih kang boim, sukses terus untuk semuanya :D

    BalasHapus
  4. Rahayu...bagaimana dengan kurikulum pendidikan agama yg masih tetap meng induk agama asing,kami menginginkan kurikulum pendidikan agama leluhur untuk generasi mendatang...

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Rahayuuu...... Saya (manogar simanjuntak)juga ikut sbg peserta dml diklat dan deklarasi ini. Saya dari organisasi Parmalim SUMUT. rencana km akan mengadakan diklat yg s3jenis utk kalangan internal organisasi km. Jd utk melengkapi bahan diklat itu saya butuh vidio dan materi diklat ini.
    kalau berkenan membagi tolong dikirim ke email manogar_simanjuntak@yahoo.com

    BalasHapus
  7. Rahayuuu...... Saya (manogar simanjuntak)juga ikut sbg peserta dml diklat dan deklarasi ini. Saya dari organisasi Parmalim SUMUT. rencana km akan mengadakan diklat yg s3jenis utk kalangan internal organisasi km. Jd utk melengkapi bahan diklat itu saya butuh vidio dan materi diklat ini.
    kalau berkenan membagi tolong dikirim ke email manogar_simanjuntak@yahoo.com

    BalasHapus