Jumat, 23 Oktober 2015

TANPA KOMAT KAMIT, TUMPENG SUDAH BERBICARA


Tidak perlu berkomat-kamit, Tumpeng sudah berbicara karena Tumpeng merupakan wujud nyata dari doa dan rasa syukur kepada sang pencipta, apapun latar belakang agama dan kepercayaannya. Dalam masyarakat jawa, Tumpeng yang merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sudah menjadi tradisi turun temurun, dimana mempunyai filosofi dan laku spiritual yang sangat tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Widodo Brotosejati, S.Sn. M.Sn. Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNNES sekaligus Budayawan Jawa Tengah yang menjadi salah satu nara sumber dalam sebuah gelar "Dialog Budaya dan Tradisi Tahun 2015"  yang bertempat di Monumen PKK Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Kabupaten Semarang. Dengan mengambil tema "Makna Tumpeng dalam Budaya Jawa" beliau menjelaskan tentang betapa pentingnya sebuah tradisi tumpengan dalam kehidupan manusia khususnya masyarakat jawa.

Pada kesempatan sebelumnya "Nilai - nilai Seni Tradisi Jawa Tengah bagi Generasi Muda" menjadi tema yang diangkat oleh Dr. Agus Maladi Irianto MA. Beliau adalah Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNDIP Semarang. Seni tradisi yang disikapi sebagai kearifan lokal tidak bisa dihindari untuk bersentuhan dengan globalisasi. Seni tradisi idealnya direvitalisasi dan bukan sebaliknya, mengisolasinya dari perkembangan zaman karena sama saja mendorong ekspresi kebudayaan tersebut ke arah kehancuran, jelas beliau.

Dialog yang berlangsung pada hari Kamis Wage 22 Oktober 2015 ini diikuti 100 peserta se eks karesidenan Semarang yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Acara yang dilaksanakan selama satu hari penuh ini mengambil tema "Pemanfaatan Warisan Budaya sebagai Modal Pembentukkan Karakter Generasi Muda". Secara resmi acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Nilai Budaya Seni dan Film, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Drs. Mulyono, M.Pd.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pentas seni tari dan gelar adat dan tradisi  yang diperankan sejumlah penari dari Sanggar Satria Wonosobo pimpinan seniman muda Waket Prasudi Puger.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar