Sabtu, 07 November 2015

KENDENG MENJEMPUT KEADILAN

JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng)
"KENDENG MENJEMPUT KEADILAN"

Menyambut putusan gugatan warga di PTUN Semarang 15-17 November 2015.

Long march (berjalan kaki) dengan jarak tempuh tidak kurang dari 100 Km antara Kota Pati hingga Semarang akan dilakukan masyarakat Sukolilo, Kayen dan Tambakromo Kabupaten Pati dan dari beberapa Kabupaten Rembang, Blora, Grobogan, Kudus, yang tergabung dalam JMPPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng) dengan jumlah peserta lebih dari 200 orang. 

Aksi akan kami lakukan mulai tanggal 15 Nopember hingga 17 Nopember 2015, dengan start dari rumah masing-masing menuju PTUN Semarang. Dengan penuh semangat, damai, tertib dan penuh cinta pada hidup dan kehidupan kami melakukan aksi jalan kaki dengan jarak tempuh yang tidak pendek, dimaksudkan untuk mengajak semua insan melihat dan akhirnya berempati juga untuk turut melestarikan Pegunungan Kendeng yang terancam keberadaannya karena eksploitasi dan eksplorasi industri semen. 

Aksi long march ini juga dimaksudkan untuk mengetuk semua hati bahwa Pulau Jawa (tidak hanya Jawa Tengah) dalam keadaan darurat, perlu perhatian dan tindakan nyata dari semua elemen bangsa. Sudah seharusnya kita semua turut aktif bertanggung jawab menjaga kelestarian alam untuk menjaga ekosistem sehingga menjamin kesinambungan kehidupan masa depan dan warisan yang baik untuk anak cucu kita.
Aksi ini dilakukan untuk menyongsong putusan sidang PTUN gugatan warga Pati khususnya Kecamatan Kayen dan Tambakromo atas pemberian izin lingkungan kepada PT SMS (anak perusahaan PT. INDOCEMENT) dengan luas wilayah 2868 Ha di dua kecamatan tersebut untuk keperluan industri semen,  setelah melalui 27 kali persidangan sejak tanggal15 mei 2014 Gugatan terpaksa dilakukan warga sebagai upaya penyelamatan kelestarian pegunungan Kendeng setelah berbagai upaya mediasi untuk tidak dikeluarkannya izin lingkungan gagal.

Pegunungan Kendeng yang terbentang luas dan panjang mulai Kab. Tuban (Jatim), Kab Rembang, Kab Gorbogan, Kab Pati dan Kab Kudus (Jateng) telah beribu tahun menghidupi kita semua melalui pasokan airnya untuk pertanian dan kebutuhan air bersih, saat ini sedang dalam keadaan darurat karena ancaman eksploitasi industri semen yang mengancam kelestariannya. Sudah lama kami berteriak dengan berbagai cara damai yang dilakukan agar pemerintah daerah dari masing-masing kabupaten di atas untuk menjaga kelestarian pegunungan ini, tetapi tidak didengarkan. Ironisnya, semakin menjamurnya izin lingkungan dikeluarkan untuk mengeksploitasi pegunungan yang telah memberikan kita penghidupan. Tanpa air, mustahil kita bisa hidup. Dan keberadaan air inilah yang terancam. Seperti diketahui bahwa Pegunungan Kendeng adalah pegunungan karst, dimana karakteristik pegunungan karst adalah sebagai reservoir air. Disamping itu, juga banyak situs situs budaya dan sejarah yang wajib juga untuk dilestarikan guna menjamin kesinambungan kehidupan masa kini dan masa depan.

Oleh karena itu, mari semua dulur - dulur (lapisan masyarakat dari berbagai profesi) kita bergandengan tangan, menyatukan hati mendukung aksi long march ini dengan penuh damai. Kita menjemput keadilan yang hakiki agar Pegunungan Kendeng tetap lestari. Lestarinya Pegunungan Kendeng berarti telah menyelamatkan ribuan jiwa untuk tetap mendapat air bersih sebagai kebutuhan hidup, menyelamatkan ribuan hektar sawah sebagai mata pencaharian petani serta sebagai lumbung padi untuk mencukupi keberlangsungan hidup anak cucu.

Sumber :  Gunretno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar