Sabtu, 20 Februari 2016

BAHASA IBU, MEMBENTUK ANAK YANG BERKARAKTER DALAM PELESTARIAN ADAT DAN TRADISI

Bahasa ibu jika terus menerus diberikan kepada anak sejak usia bayi akan bisa membentuk kepribadian, watak dan pekerti yang baik serta membentuk jatidiri anak itu sendiri. Selain itu juga akan membentuk anak mejadi lebih berkarakter dalam upaya pelestarian adat dan tradisi leluhur. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Pembina Lembaga Perguruan Tinggi PGRI Dr Sudarto saat membuka Lomba dalam rangka memperingati hari bahasa ibu internasional Universitas PGRI Semarang UPGRIS, Sabtu kliwon 20 Februari 2016.

Dalam kesempatan lain Dra Asropah MPd, Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas PGRI Semarang menjelaskan perlombaan yang digelar adalah macapat, lomba mendongeng berbahasa Jawa, dan lomba tari Jawa kreasi baru.

"Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu saat ini menjadi sorotan di masyarakat karena berkurangnya penutur bahasa Jawa. Para Ibu bahkan sudah jarang menggunakan bahasa Ibu (Jawa) dan lebih sering mengajak anaknya berkomunikasi dengan bahasa asing," Jelas Asropah.

Menurutnya banyaknya peserta nantinya juga akan menjadi acuan untuk mengukur minat siswa SMA dalam menggunakan bahasa Jawa.

Adapun Juara I Tari Jawa Kreasi Baru diraih SMA N 1 Wonogiri, Juara II SMA N 2 Purwokerto, disusul SMA N 6  Semarang. Untuk Juara I Lomba Macapat Putra dari SMA N 1 Rembang, disusun SMA N 1 Wonogiri, dan SMA N 1 Grobogan. Sedangkan Juara I Lomba Macapat Puteri diraih SMA N 1 Grobogan, disusul SMA N 1Rembang dan SMA N 1 Lasem sebagai Juara III.

Untuk Juara I Lomba Dongeng Bahasa Jawa diraih oleh SMK N 1 Semarang, Juara II oleh SMA N 1 Kudus, dan Juara II dari SMA N 1 Wanadadi, Banjarnegara.

Masing-masing juara I dalam setiap lomba rencana akan ditampilkan dalam acara dialog interaktif 3 Gubernur, yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Jawa Timur Soekarwo,  pada hari Selasa 23 Fabruari 2016 di gedung Balairung UPGRIS.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar