Rabu, 23 Maret 2016

AJARAN LELUHUR TIDAK HANYA BERHENTI PADA PITUTUR LUHUR

Banyak berkembang sebagai wacana umum bahwa budaya spiritual yang dikenal sebagai ajaran leluhur pada kepercayaan asli nusantara ini hanya terbatas di pitutur luhur. Lebih jauh dari itu harapan menjadi manusia yang mempunyai budi pekerti luhur harus bisa mewujudkan pitutur luhur tersebut menjadi sebuah perilaku luhur. Semua ajaran budaya spiritual nusantara dimanapun berada dipastikan mempunyai tujuan akhir yaitu menciptakan manusia yang mempunyai perilaku luhur.

Demikian konsep pemahaman yang disampaikan Romo Panji KRA. Suryaningrat II dalam acara Pengamalan Penghayatan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti sebanyak 60 Penghayat se eks Karesidenan Surakarta ditambah Kabupaten Tegal yang dilaksanakan di Hotel Gambir Anom, Boyolali 21-23 Maret 2016. Romo Panji yang juga sebagai Pembina Perguruan Trijaya Pusat Tegal menambahkan, bahwa upaya membentuk pribadi yang berperilaku luhur bisa diwujudkan dengan membekali anak anak dan generasi muda kita dengan semangat Jiwa Nusantara, diantaranya Bersujud Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berbudi pekerti luhur, Saling Menghormati, Rela berkorban, Gotong Royong, Bangga sebagai bangsa Indonesia, dan Bersatu.

Acara yang difasilitasi oleh Dinbudpar Jateng dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ProvinsiJawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Nilai Budaya, Seni dan Film Drs. Mulyono, M.Pd. Selain Romo Panji, hadir sebagai pembicara antara lain dari FKUB (Forum Kooedinasi Umat Beragama) Kabupaten Boyolali, Kemenkumham, BPNB Yogyakarta, UNS, dan ISI Surakarta. 


 
 

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar