Jumat, 22 Juli 2016

GOA KREO, POTENSI WISATA NO.1 DI KOTA SEMARANG



Semarang yang merupakan Ibu kota Jawa Tengah menjadi barometer dalam segala bidang di Propinsi Jawa Tengah, terutama dalam bidang pariwisata. Semarang mempunyai beberapa destinasi wisata, baik yang bersifat religi, sejarah, maupun panorama alam. Sektor pariwisata menjadi penting untuk dikembangkan karena kedepan akan menjadi pendapatan andalan negara diluar pajak. 
Hal ini disampaikan Abdul Fikri ketua rombongan Komisi X DPR-RI pada FGD (Forum Group discussion) di Bendungan Jatibarang Semarang, Jumat Pon (22/7). Kekayaan yang ada di Indonesia, tak terkecuali Jawa Tengah, menurut Fikri modal awal untuk bisa membuat sebuah sosioentrepreneur. Kebudayaan, alam, lingkungan, bahkan pola hidup masyarakat mampu untuk dijadikan destinasi pariwisata.

Sambil menikmati pemandangan Goa Kreo yang memang satu lokasi dengan Waduk Jatibarang, rombongan komisi X ini berdialog dengan beberapa institusi terkait. Diantaranya Dinbudpar Jateng, Pemkot Semarang, Dinbudpar Kota Semarang, ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) Semarang, BPBD, perwakilan AISEC (Association Internationale des Etidiants en Sciences Economiques et Commerciales), Asosiasi Agrobisnis Semarang, Komunitas Desa Wisata, Media, dll.


Bang Yos, aktifis pariwisata Jawa Tengah menyampaikan bahwa di pemandangan goa kreo yangdisinergikan dengan waduk jatibarang ini dan dilatarbelakangi gunung ungaran,seperti terasa di Bedugul Bali. Jika bisa dikembangkan dan dimanfaatkan mungkinbisa sejajar dengan Bedugul bahkan bisa melebihinya. Menciptakan danmengembangkan Desa wisata sebagai penunjang utama dalam mendongkrak kunjunganwisata, baik wisnu maupun wisman, tambah pelopor desa wisata di Jawa Tengahini.


Salah satu peserta dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Semarang, Purnomo, menyampaikan bahwa seharusnya goa kreoyang dikombinasikan dengan waduk jaibarang ini bisa dimaksimalkan tidakhanya sebagai objek wisata di waktu siang, tetapi juga bisa dikembangkansebagai wisata sore, malam dan bahkan untuk wisata pagi hari. Terbuktipada beberapa waktu lalu terjadi lonjakan pengunjung pada saat pagelaranMahakarya Goa Kreo yang disajikan dipanggung terbuka pada saat malam menjelang upacara tradisi Rewanda (13/7).


Menjawab beberapa usulan dari peserta,Ketua Komisi X DPR-RI Tengku Rifki Harsya, telah membentuk sebuah panja pemasaran pariwisata. Ditambahlan bahwa pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia sebagai pendapatan negara diluar pajak. Pariwisata tidak menguras sumber energi, seperti minyak, batubara dan sumber energi lainnnya. Upaya pemasaran sangat diutamakan tidak hanya untuk mendatangkan wisatawan tetapi juga untuk mendatangkan investor sebagai pengembang destinasi wisata.

FGD yang bertajuk "Forum konsolidasi dan Komunikasi Daerah" yang mengambil tema "Pelibatan Masyarakat dalam Pengembangan Pasar Wisata di Jawa Tengah ini ditutup dengan berfoto bersama di Bendungan Jatibarang dengan latar belakang objek wisata Goa Kreo.

Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Semarang, selain berkunjung ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang, rombongan juga berkunjung ke Gedong Songo, Masjid Agung Jawa Tengah, Sam Poo Kong, dan Kota Lama.













      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar