Selasa, 30 Agustus 2016

PERINTAH WALIKOTA, ZULFA DINAIKKAN

Selasa Pahing (30/8) Komunitas Penganut Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa bersama LBH APIK Semarang melakukan audiensi dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang biasa disapa dengan Mas Hendi. Audiensi ini dihadiri pula oleh pihak SMKN 7 Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang dan Kementerian Agama Kota Semarang.

Pertemuan ini dalam rangka menyikapi kasus tidak naiknya Zulfa, siswa penganut Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Zulfa di SMK N 7 Semarang. Dalam pertemuan tersebut, Walikota Semarang meminta pihak sekolah untuk menempatkan (menaikkan) Zulfa di kelas XII dengan mengikuti ujian susulan kenaikan kelas khusus pelajaran Agama/Kepercayaan terhadap Tuhan YME. Untuk diharapkan Zulfa bisa secepatnya masuk sekolah kembali. 

"Biarkan anak ini mengikuti pelajaran kelas XII, sambil pihak sekolah menentukan ujian susulan untuk pelajaran tersebut, terserah untuk materinya dipilih dari MLKI sesuai rujukkan Permendikbud atau menunjuk pada Komunitas Penganut Kepercayaan yang sebelumnya telah sanggup menyediakan materi ujian", perintah Walikota Semarang.

Semula pihak sekolah masih berkeberatan untuk melakukan perintah sang Walikota dan bersikukuh untuk tidak menaikkan Zulfa, dengan alasan putusan untuk tinggal kelas tersebut telah tetapkan dalam sidang pleno guru. Menanggapi jawaban pihak sekolah yang di lontarkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK N 7 Semarang, Netty Pietersina Engel, walikota pun kembali menyampaikan perihal konstitusi negara UUD 1945 yang menjelaskan bahwa negara menjamin hak kemerdekaan warganya untuk memeluk agama atau kepercayaannya masing-masing. "Jika aku merekomendasikan dia naik kelas, terus bagaimana ?" kembali sang Walikota bertanya ke pihak Sekolah.

"Masalah jangan dipersulit, aku sing tanggungjawab" tukas mas Hendi, sapaan akrap walikota Semarang ini. Disini tidak dalam rangka menang atau kalah, tapi bagaimana negara ini hadir dan bersikap adil dalam pemenuhan hak-hak sipil warganya, tambahnya.

Menyikapi putusan Walikota Semarang tersebut, Margono sebagai koordinator Gerakan Kemerdekaan Berketuhanan Yang Maha Esa, menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh Walikota Semarang yang telah mengambil kebijaksanaan untuk memenuhi hak azasi anak dalam hal berkeyakinan sebagaimana dijamin dalam dasar negara Pancasila dan Konnstitusi negara UUD 1945. 

Dalam masalah ini Walikota Semarang telah mengambil kebijaksanaan untuk memenuhi hak anak atas pendidikan, dengan memberi kesempatan kepada Zulfa untuk naik kelas dan segera mengikuti pelajaran di kelas XII. Keputusan yang diambil Walikota Semarang merupakan langkah maju dalam mengedukasi masyarakat mengenai hak dasar warga negara untuk berkeyakinan dan hak pendidikan warga negara Indonesia. 

Keputusan yang diambil Walikota Semarang juga menjadi contoh seorang pemimpin daerah sebagai tanda hadirnya negara dalam memenuhi hak dasar warga negara untuk berkeyakinan dan hak pendidikan warga negara Indonesia dimanapun dia berada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar