Selasa, 27 September 2016

PENUHI JANJI, DIRJEN KEBUDAYAAN KUNJUNGI SMK N 7 SEMARANG

Senin (26/9) Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid mengunjungi SMK N 7 Semarang. Kedatangannya di Sambut PLH Kepala Sekolah SMK N 7 Semarang Drs. Diyana, didampingi Wakasek Bidang Humas Netty Pietersena Angel beserta staf pengajar yang lainnya.

Kunjungan Hilmar Farid kali ini untuk memenuhi janjinya yang akan berkunjung ke SMK N 7 Semarang untuk memantau perkembangan Zulfa, yang saat ini sudah belajar di kelas XII. Ikut dalam rombongan Dirjen Kebudayaan antara lain staf Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Lita Rahmiati, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Bunyamin, M.Pd., Kasi Nilai Budaya Dinbudpar Jateng Eny Haryanti S.Pd. M.Pd., MLKI Kota Semarang Ir. Sumarwanto.

Dalam dialog yang bertempat di ruang Kepala Sekolah, Kadisdik Kota Semarang menyampaikan bahwa saat ini Zulfa telah dititipkan pada kelas XII, sambil menunggu ulangan mata pelajaran kepercayaan oleh MLKI Semarang. Jika nanti telah mengikuti ujian susulan baru siswa ini dinyatakan naik ke Kelas XII.

Dalam menangani kasus ini, siapapun yang ikut campur diharap bisa memberikan kontribusi posisif, ibarat akan mendapatkan "ikan lele" jadi siapapun harus ikut menguras airnya sehingga akan terlihat ikan lele tadi sehingga mudah untuk mengambilnya, bukan malah mengobok-obok yang akan memperkeruh air tersebut, ujar Bunyamin.

Hilmar Farid menyampaikan pesan Mendikbud bahwa kita sebagai pelayan masyarakat harus mengutamakan pelayanan terhadap siswa.

Kunjungan Hilmar Farid ke SMK N 7 Semarang ini merupakan rangkaian kegiatan hari itu di kota Semarang. Sebelumnya dia menjadi keynote speaker pada acara Urban Heritage and Sustainable Infrastructure Development (UHSID) 2016 di UNTAG Semarang.

Dikarenakan segera terbang ke Jakarta untuk acara mendesak, kunjungan Hilmar Farid ke SMK N 7 Semarang ini tidak berlangsung lama, kurang dari 30 menit. Meskipun tidak bisa bertemu langsung kegiatan belajar Zulfa di kelasnya, namun kunjungan ini dirasa cukup sebagai bukti hadirnya negara dalam hal ini Kemendikbud sebagai upaya kepedulian terhadap masalah di SMK N 7 Semarang.


 

Jumat, 23 September 2016

69 TENAGA PENYULUH KEPERCAYAAN SIAP TERJUN KE DUNIA PENDIDIKAN


Sebanyak 69 calon Penyuluh Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengikuti Pelatihan selama 4 hari di Kota Semarang. Calon Penyuluh ini berasal dari penjuru tanah air dimana mereka diambil dari perwakilan beberapa organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka disiapkan untuk menjadi tenaga pendidik kepercayaan. "Ini sebagai langkah lanjutan setelah diterbitkannya Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanan pendidikan untuk siswa penganut kepercayaan", jelas Dra. Sri Hartini, M.Si. Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kemendikbud RI saat membuka acara Peningkatan Kompetensi Penyuluh Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Hotel Horison Semarang, Selasa (21/9).

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Dr. Prasetyo Ariwibowo, SH. M.Soc, Sc. Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Bambang Supriyono, M.Pd. Ketua BKSP (Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi) Jawa Tengah Ir. Hertoto Basuki. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs. Bunyamin, M.Pd, dan Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.


Bimtek yang dilaksanakan selama 4 hari ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan tenaga penddiik untuk mata pelajaran agama dan budi pekerti bagi siswa penganut kepercayaan. "Ini tidak berhenti disini, kedepan masih ada uji sertifikasi bagi calon penyuluh kepercayaan yang telah memenuhi syarat kompetensi", jelas Sri Hartini saat menutup kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga bersamaan dengan Peningkatan Kompetensi Assesor Penyuluh Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang telah dimulai sejak Senin lalu (19/9). Para Assesor penyuluh ini berjumlah 17 peserta, yang salah satunya adalah Ibu Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi.

PEDULI BENCANA GARUT
 
Bencana banjir bandang yang menimpa di Kabupaten Garut, Jawa Barat (20/9), menimbulkan banyak kerugian, korban dan kerusakkan. Kepedulian untuk membantu para korban bencana pun datang dari berbagai komunitas dan instansi. Tak ketinggalan, disela waktu penutupan acara bimtek ini, Presidium MLKI Engkus Ruswana menginisiasi untuk penggalangan dana bantuan bagi korban banjir Garut. "Berapapun sumbangan dari para peserta, akan kami salurkan kepada pihak korban yang membutuhkannya melalui posko resmi yang akan kami koordinasikan dengan MLKI Jawa Barat", jelas Engkus Ruswana.







 

Senin, 12 September 2016

KATA SEPAKAT, AGAMA DAN KEPERCAYAAN BERADA POSISI YANG SAMA DI NEGERI INI

Kita sepakati yang pertama dan yang paling mendasar adalah, agama dan kepercayaan berada pada posisi yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pernyataan tersebut dijelaskan oleh Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud RI Hilmar Farid, Ph.D disela-sela peringatan 4 windu Padepokan Wulan Tumanggal.