Jumat, 23 September 2016

69 TENAGA PENYULUH KEPERCAYAAN SIAP TERJUN KE DUNIA PENDIDIKAN


Sebanyak 69 calon Penyuluh Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengikuti Pelatihan selama 4 hari di Kota Semarang. Calon Penyuluh ini berasal dari penjuru tanah air dimana mereka diambil dari perwakilan beberapa organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka disiapkan untuk menjadi tenaga pendidik kepercayaan. "Ini sebagai langkah lanjutan setelah diterbitkannya Permendikbud Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanan pendidikan untuk siswa penganut kepercayaan", jelas Dra. Sri Hartini, M.Si. Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kemendikbud RI saat membuka acara Peningkatan Kompetensi Penyuluh Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Hotel Horison Semarang, Selasa (21/9).

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Dr. Prasetyo Ariwibowo, SH. M.Soc, Sc. Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Bambang Supriyono, M.Pd. Ketua BKSP (Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi) Jawa Tengah Ir. Hertoto Basuki. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs. Bunyamin, M.Pd, dan Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.


Bimtek yang dilaksanakan selama 4 hari ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan tenaga penddiik untuk mata pelajaran agama dan budi pekerti bagi siswa penganut kepercayaan. "Ini tidak berhenti disini, kedepan masih ada uji sertifikasi bagi calon penyuluh kepercayaan yang telah memenuhi syarat kompetensi", jelas Sri Hartini saat menutup kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga bersamaan dengan Peningkatan Kompetensi Assesor Penyuluh Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang telah dimulai sejak Senin lalu (19/9). Para Assesor penyuluh ini berjumlah 17 peserta, yang salah satunya adalah Ibu Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi.

PEDULI BENCANA GARUT
 
Bencana banjir bandang yang menimpa di Kabupaten Garut, Jawa Barat (20/9), menimbulkan banyak kerugian, korban dan kerusakkan. Kepedulian untuk membantu para korban bencana pun datang dari berbagai komunitas dan instansi. Tak ketinggalan, disela waktu penutupan acara bimtek ini, Presidium MLKI Engkus Ruswana menginisiasi untuk penggalangan dana bantuan bagi korban banjir Garut. "Berapapun sumbangan dari para peserta, akan kami salurkan kepada pihak korban yang membutuhkannya melalui posko resmi yang akan kami koordinasikan dengan MLKI Jawa Barat", jelas Engkus Ruswana.







 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar