Selasa, 20 Desember 2016

SINDEN IDOL, MEDIA AJANG BAKAT GENERASI MUDA PELESTARI TRADISI JAWA

10 sinden remaja secara bergantian mendendangkan tembang jawa dengan apik, memecah sunyinya malam dan dinginnya udara di Pendopo Kampung Jawa, komplek UNNES Semarang. Hujan turun saat peserta undi ke 2 dengan sukses menyelesaikan tembang pilihan yaitu langgam Ruwat Punagi, karya Ki Widodo Brotosejati.

Ajang bakat tersebut dinamakan sebagai Sinden Idol 2016, yang merupakan satu-satunya ajang bakat di Indonesia dalam menelorkan para pesinden muda yang berbakat dan berdedikasi tinggi. Sinden Idol ini merupakan yang ke tiga kalinya digelar oleh UNNES Semarang dengan jangka waktu 2 tahun sekali sejak tahun 2012.

Mambaul Khasanah dari Trenggalek, Jatim, menjadi juara I dalam kompetisi sinden muda berbakat, final Sinden Idol III 2016, Minggu (18/12) malam, di Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Ulul panggilan akrabnya,  menyisihkan 10 pesaingnya diantaranya Eka Prihatiningsih (Sragen), Sri Sekar Rabulla (Jombang), Tri Utari (Ponorogo), Dita Intawati (Banyuwangi), dan Nugraha Pawesti (Semarang).
Kemudian, Mayang Anjarsari dari Blora, Riris Kumalasari juga berasal dari Blora, Maya Yuanita (Kudus), Surati (Rembang).

Ia memyampaikan, tidak menyangka bisa bisa memenangkan kompetisi yang terselenggara atas hasil kerja sama IKA UNNES, Setda Jawa Yengah dengan UNNES ini. Sebab, dia menilai puluhan pesaingnya saat audisi yang diselenggarakan Minggu (18/12), memiliki suara yang bagus dan mumpuni dalam jagat sinden.

Menurutnya, kompetisi Sinden Idol memberi dampak positif terhadap jagat seni tembang Jawa. Terlebih lagi, dia mengatakan, acara ini bisa menjadi pemicu bagi generasi muda untuk lebih giat dalam mempelajari kesenian.

Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman MHum, menyatakan UNNES mendukung setiap kegiatan pelestarian dan pengembangan terkait kebudayaan. Sinden Idol merupakan bagian dari visi Unnes menjadi Universitas Konservasi.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar