Kamis, 30 Maret 2017

SMK N 7 SEMARANG, PERTAMA DI KOTA SEMARANG YANG MELAKSANAKAN UJIAN MATA PELAJARAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA


SMK Negeri 7 Semarang yang dulu terkenal dengan sebutan STM Pembangunan dan juga merupakan salah satu SMK favorit di kota Semarang, telah mengukir sejarah dengan memasukkan mata pelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai pengganti mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti bagi peserta didik penganut kepercayaan.

Bahkan satu-satunya siswa ber-Kepercayaan bernama Zulfa, telah melaksanakan ujian mata pelajaran tersebut. Ujian yang awalnya akan dilaksanakan pada Jumat (17/7) tetapi diundur untuk diujikan bersama dengan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) Pendidikan Agama dan Budi Pekerti di hari Senin (20/3) dalam bentuk Ujian Tulis Sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Staf WK1 Bidang Kurikulum SMK N 7 Semarang, Drs. Widodo Sih Mirmanto didepan peserta Rakor Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Hotel Kesambi Hijau Semarang, Rabu (19/3).

Rakor yang dihadiri perwakilan dinas yang membidangi Kebudayaan seluruh kabupaten dan Kota se Jawa Tengah ini juga dihadiri perwakilan organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa se Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mulyono, M.Pd. Dalam sambutan Kepala Dinas yang dibacakannya, menyangkut Permendikbud No. 27 Tahun 2016 tentang layanan Pendidikan untuk Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, saat ini di Jawa Tengah baru ada 2 wilayah yang telah melayani pendididikan untuk warga kepercayaan, yaitu Kabupaten Cilacap dan Kota Semarang.

Rakor ini juga menghadirkan beberapa narasumber antaralain Ir. Engkus Ruswana, MM dari Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Esa Indonesia (MLKI), Fadarisman dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Dra. Sri Surami, M.Si dari Kesbangpolinmas Jawa Tengah, Eny Haryanti, S.Pd, M.Pd dari Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah dan Yuri Priyanto dari Kemenkumham Wilayah Jawa Tengah.

Dilain kesempatan, Engkus Ruswana menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Hal itu sesuai dengan visi dan misi rencana pembangunan nasional jangka panjang nasional (RPJPN) yang pertama yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan peran yang sama besarnya baik pendidikan agama maupun kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tambahnya.

Rakor Kepercayaan kali ini menghasilkan beberapa rekomendasi, antaralain harapan bagi para penganut kepercayaan untuk menyambut baik dan membuka diri terutama untuk anak-anak mereka agar bisa memperoleh pendidikan dan memilih sesuai dengan keyakinannya. Selain itu, diharap Kemendikbud segera menindaklanjuti Permendikbud No. 27 Tahun 2016 dengan menyiapkan tenaga pendidik bukan sebagai Penyuluh tetapi sebagai Guru sesuai dengan aturan yang berlaku, baik menyangkut hak maupun kewajibannya.













































5 komentar:

  1. Nusantara bangkit, dimulai dari budaya nusa bangsa sendiri

    BalasHapus
  2. Kalau ujian seperti demikian lalu agamanya apa ya??
    Apakah Kepercayaan pd Tuhan Yang Esa ini dpt dikatakan agama Islam???
    Trim kasih, saya hny sebagai orang awam

    BalasHapus
  3. Kalau ujian seperti demikian lalu agamanya apa ya??
    Apakah Kepercayaan pd Tuhan Yang Esa ini dpt dikatakan agama Islam???
    Trim kasih, saya hny sebagai orang awam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ujian yang dilaksanakan seperti di atas untuk melayani siswa yang tidak memeluk agama, Pak... Tapi menganut Kepercayaan terhadap Tuhan YME...

      Hapus
    2. Ujian yang dilaksanakan seperti di atas untuk melayani siswa yang tidak memeluk agama, Pak... Tapi menganut Kepercayaan terhadap Tuhan YME...

      Hapus