Kamis, 20 April 2017

UPACARA PERNIKAHAN TEMBAKAU DI LERENG GUNUNG SUMBING

Adalah tembakau bernama Kiai Pulung Soto dan Nyai Srintil, yang kemudian dikawinkan dalam sebuah ritual di masyarakat lereng gunung Sumbing. Pernikahan ini sebagai simbol, penghargaan masyarakat terhadap hasil bumi, karena tidak sedikit warga yang hidup sebagai petani tembakau. 

Dengan ritual ini harapannya tembakau semakin jaya dan harganya semakin bagus, sehingga para petani tembakau bisa hidup lebih layak lagi dapat hidup lebih layak lagi. 

Ritual ini dikemas dalam sebuah atraksi gelar adat dan tradisi dalam rangka acara Peningkatan Penanaman Watak dan Perkerti Bangsa yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah di Muntilan, tepatnya di Joglo Jeep, Gunungpring, Muntilan Kabupaten Magelang, Selasa (18/4).

Acara yang ini diikuti sebanyak 120 peserta dari perwakilan pelajar tingkat SLTA se Kabupaten Magelang dibuka oleh Kepala Bidang Kebudayaan Drs. Mulyono, M.Pd mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar