Rabu, 03 Mei 2017

UPACARA BENDERA HARDIKNAS PROVINSI JAWA TENGAH DIGELAR DI PELOSOK DESA DI GROBOGAN


Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar upacara bendera Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 di salah satu desa terpencil di Kabupaten Grobogan. Upacara digelar di lapangan SDN 1 Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Selasa (2/5/2017).

Untuk menuju desa tersebut tergolong sulit. Jalan sepanjang 20 km menuju Desa Mlowokarangtalun berupa batu padas yang jauh dari kesan nyaman jika dilintasi dengan kendaraan bermotor. Akses yang jelek nyaris seperti track offroad itu membuat iring-iringan mobil Gubernur Jateng berjalan lambat.

Karena itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menjadi inspektur upacara sengaja naik mobil jenis doblecabin. Meskipun sedikit terlambat, setidaknya bisa lebih mempercepat perjalanan dibandingkan jenis minibus yang biasa dipakai disetiap kunjungannya ke daerah-daerah.


Ganjar mengaku sengaja menggelar upacara yang biasanya dipusatkan di Ibu Kota Provinsi, dipindahkan ke desa. “Ada maksud dan tujuannya. Kemarin yang sedang latihan di provinsi untuk menuju tempat ini butuh waktu enam jam,” kata Ganjar saat menjadi inspektur upacara. Salah satu alasannya adalah untuk meninjau SDN Mlowokarangtalun yang kondisinya rusak parah. Jangankan fasilitas penunjang berupa laboratorium, lantai ruang kelas ini hanya berupa paving block, berdinding kayu, dan tak ada plafon untuk atap ruang kelas.

Ganjar menambahkan, memindahkan upacara ke desa terpencil mengandung pesan masih banyak tugas dan pekerjaan yang belum tuntas. Para pendidik terus berjuang menanamkan karakter pendidikan kepada murid agar tercipta mental yang bagus, otak cerdas, serta hati yang bersih.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Jateng ini membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy dengan tema Hardiknas tahun ini yaitu "Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas".

“Negara butuh perencanaan yang bagus. Tidak hanya soal kondisi sekolah yang mau roboh, tapi lebih ke akses pendidikan. Menciptakan pendidikan yang bisa meniupkan ilmu masuk ke dalam pikiran dan batin anak-anak. Sehingga mereka punya spirit intelektual bagus,” tegasnya.


Mengenai sekolah yang hampir roboh, Ganjar berjanji segera memperbaikinya. Pemerintah pun berjanji akan memperbaiki jalan desa yang berbatasan dengan Kabupaten Sragen ini. "Saya dan bupati akan bangun sekolah ini. Bupati melaporkan sepanjang jalan dianggarkan Rp 5 miliar. Tapi Bupati minta bantuan Rp 4 miliar, Pemprov akan bantu," kata dia.

Ganjar berkomitmen agar seluruh sekolah yang ada di Jateng agar diperbaiki. Jangan sampai pendidikan sudah terbuka, namun masih ada sekolah yang hampir roboh. "Dunia terbuka, sekolah mau runtuh, akses pendidikan anak, kesehatan. Apa kita tega mengambil duit negara, sementara jalan hancur, gedung mau roboh, apa kita rela," kata Ganjar.


Gubernur Jateng ini juga berkesempatan memberikan penghargaan bagi warga Grobogan yang berprestasi di dunia pendidikan, dari tingkat SD, SMP, SLTA, Perguruan Tinggi, hingga tenaga didik (guru).

Hadir dalam peringatan Hardiknas ini, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah Edy Joko Pramono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo yang juga sebagai Perwira Upacara, Bupati Grobogan Sri Sumarni lengkap dengan jajaran Forkopimda, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Grobogan.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar