Kamis, 20 Juli 2017

SEBUAH KEMUNDURAN PEMAHAMAN, JIKA TERJADI PENOLAKAN SAAT BUDAYA SPIRITUAL DITAMPILKAN DI RUANG PUBLIK

Agar masyarakat luas bisa mengerti dan memahami tentang makna budaya spiritual, maka kami mengharap pihak pemerintah, dari pusat sampai ke bawah untuk melaksanakan sosialisasi regulasi tentang layanan bagi penganut Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga tidak ada lagi kejadian yang menimpa mahasiswa kami saat menggelar pertunjukkan seni Sintren ritualnya ditampilkan secara utuh dan lengkap, mengalami penolakan dari kepala desa tempat dia melaksanakan kuliah kerja nyata.

Hal tersebut adalah salah satu usulan dari Dr. KRT. Purwo Sasongko, M.Pd, penasehat kepercayaan Kejawen Maneges, yang menjadi peserta dalam acara Pengamalan Penghayatan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang digelar di Hotel Winner Pemalang, 19-20 Juli 2017.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah ini diikuti perwakilan organisasi kepercayaan dan dinas yang membidangi kebudayaan se wilayah eks karesidenan Pekalongan. Diantaranya Kab. Batang, Kab. Pemalang, Kota Pekalongan, Kab. Pekalongan, Kota Tegal, Kab. Tegal, dan Kab. Brebes.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar