Jumat, 21 Juli 2017

TINGGAL MENGHITUNG HARI, BAHAN AJAR PENDIDIKAN UNTUK PENGANUT KEPERCAYAAN SEGERA DITERBITKAN

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
dan Tradisi, Dra. Sri Hartini, M.Si, saat memberikan sambutan
Setelah disusun oleh tim ahli, Bahan Ajar Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa secara resmi akan bisa diberikan kepada peserta didik penganut kepercayaan.

Bahan ajar ini disusun sebagai tindak lanjut diterbitkannya Permendikbud No. 27 Tahun 2016 Tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Pada Satuan Pendidikan. Sehingga bahan ajar tersebut secepatnya segera diterbitkan guna mengejar kebutuhan pendidikan bagi peserta didik penganut kepercayaan sebagai penggati pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti.

Sebelum diterbitkan, bahan ajar tersebut harus di uji publik, dan untuk pertama kalinya Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI menggelar uji publik bahan ajar tersebut di Hotel Grand Candi Semarang selama 2 hari, yaitu Kamis (20/7) dan Jumat (21/7).

Acara ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, Pengawas Sekolah dan Penyuluh Kepercayaan, mewakili wilayah Indonesia bagian barat meliputi Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY.

Foto bersama dengan Dra. Sri Hartini, M.Si
dan Tim Penulis Bahan Ajar.
Uji publik ini tidak untuk merubah struktur melainkan bertujuan untuk memperkuat atau mempertajam hasil yang telah disusun oleh tim penulis, jelas Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Dra. Sri Hartini, M.Si.

Diharapkan, kedepan acara seperti ini lebih diperbanyak pesertanya dari unsur Pengawas Sekolah, agar distribusi informasi bisa lebih cepat dan tepat sasaran ke sekolah-sekolah, terutama yang ada di daerah, tambahnya.

Bahan ajar yang diperuntukkan peserta didik SD, SMP dan SMA/SMK ini disusun oleh tim penulis yang terdiri atas 6 tenaga ahli. Mereka berasal dari para akademisi yang diantaranya juga merupakan pelaku budaya spiritual atau penganut kepercayaan yang biasa disebut sebagai penghayat.

Diantaranya adalah Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum, Guru Besar FBS UNY sekaligus sebagai ketua tim penyusun. Dr. Sumiyati dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud RI yang baru saja purna tugas. Dr. Andri Hernandi, dosen di ITB yang sekaligus sebagai Presidium MLKI. Kemudian Dr. Abdul Latif Bustami, Doktor Antropologi Universitas Indonesia yang sekarang menjadi Lektor Kepala, dosen UM (Universtitas Negeri Malang). Kemudian Ir. Sumarwanto, dosen UNTAG Semarang dan Drs. Widodo Sih Mirmanto, staf WK1 Bidang Kurikulum SMKN 7 Semarang.

"Semoga bahan ajar ini segera diterbitkan, agar kami yang dilapangan punya pegangan yang resmi", ungkap Sukma Dewi Nawangwulan, yang akrab disapa dengan Dewi. Dewi merupakan salah satu Penyuluh Kepercayaan yang saat ini tengah mengajar pendidikan Kepercayaan di 4 Sekolah di Kabupaten Cilacap, diantaranya SDN Margasari 01, SMPN Kedungreja 03, SMPN Gandrungmangu 03 dan SMK Yos Sudarso, Sidareja.

Ketua penyelenggara, Sjamsul Hadi, SH, MM, saat memberikan
sambutan didampingi Ketua BKSP Jawa Tengah, Ir. Hertoto Basuki

Ini merupakan pertama kali Bahan Ajar Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa diuji publik, rencana tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan depan di Surabaya yang meliputi wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Sulawesi, jelas Sjamsul Hadi, SH, MM. Kasubdit Pembinaan Tenaga Kepercayaan dan Tradisi selaku ketua penyelenggara, dalam sambutan penutupan, Jumat siang(21/7).

Acara Uji Publik ini juga dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mulyono, M.Pd, dan Ketua BKSP Jawa Tengah, Ir. Hertoto Basuki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar