Jumat, 06 Oktober 2017

MENUMBUHKAN KECINTAAN BAHASA JAWA DENGAN TEMBANG MACAPAT

Dalam rangka Bulan Bahasa, Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Lomba Tembang Macapat tingkat SMP/MTs se Kota Semarang, Rabu Pahing (4/10).

Lomba yang digelar di Gedung Ki Narto Sabdo kompleks TBRS (Taman Budaya Raden Saleh) Semarang ini diikuti 45 pelajar SMP dan MTs se Kota Semarang.

"Kegiatan ini merupakan upaya Pemkot Semarang melalui Disbudpar untuk melestarikan budaya jawa khususnya bahasa jawa dan menumbuhkan kembali kecintaan akan bahasa jawa di kalangan generasi muda khususnya para pelajar", jelas Siky Handini Wedariwati, SH, Kasi Sejarah dan Cagar Budaya, Disbudpar Kota Semarang sekaligus sebagai ketua penyelenggara.

"Ini sebagai tindak lanjut atas rekomendasi yang dihasilkan dari acara Sarasehan Bahasa Jawa tanggal 23 Maret tahun lalu", lanjut Siky.

Dewan juri terdiri dari pakar, akademisi, dan budayawan Widodo Brotosejati, S.Sn. M.Hum. dari UNNES, Kustri Sumiyardana dari Balai Bahasa Jawa Tengah dan Ki Mulyono Harjowidodo dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

Muncul sebagai penampil terbaik Arianti Radma M dari SMPN 21 Semarang. Juara ke 2 diraih Diana Aisy Nabila dari SMPN 2 Semarang disusul Yudha Dwi Elisa dari SMP Maria Mediatrix. Juara Harapan 1 diraih Andi Bagas Maulana dari SMPN 42 Semarang, Harapan 2 diraih Meilina Fajar Arumsari dari SMPN 29 Semarang, dan Harapan 3 diraih Keisha Kumala Widyastuti dari SMPN 5 Semarang.

TELLING STORY


Hari berikutnya, Kamis Pon (5/10) ditempat yang sama juga digelar lomba Telling Story, atau mendongeng dengan bahasa jawa.

Siky menerangkan, dalam lomba yang baru pertama kali digelar tersebut, peserta menceritakan tentang cerita rakyat yang ada di Jawa Tengah. Untuk materi ceritanya sendiri sudah ditentukan oleh Disbudpar Kota Semarang.

Para peserta yang sebanyak 46 pelajar SMP dan MTs se-Kota Semarang itu bebas memilih tiga cerita, yang terdiri atas Timun Emas, Bawang Merah dan Bawang Putih, dan Legenda Rawa Pening.
Dewan juri lomba ini antara lain Widodo Brotosejati, S.Sn. M.Hum (UNNES), Hartono Samijan (penyusun kamus bahasa Dialek Semarangan - Suara Merdeka), dan Muhamad Fikri, SS (Balai Bahasa).

Hasil sidang dewan juri menentukan sebagai Juara 1 lomba ini diraih Hasna Alifa Zahra dari SMP Al Ashar 14, Juara 2 diraih Iftina Ika Rahmawati dari SMPN 2, Juara 3 diraih Latifah Maulidatil Ulya dari SMP Al Ashar 29. Sedangkan Harapan 1 diraih Regina Ayu Maulida dari SMPN 32 Semarang, Harapan 2 diraih Annisa Diva Karmelia Zahra dari SMP Al Ashar 23, dan Harapan 3 diraih Ghanim Faheema Damayanti dari SMPN 6 Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar