Sabtu, 25 November 2017

BAHASA DAERAH PERKUAT IDENTITAS SUATU BANGSA

Bahasa Indonesia disamping sebagai bahasa negara dan bahasa resmi juga sebagai alat pemersatu bangsa, disamping itu bahasa juga sebagai identitas dari suatu bangsa tersebut dan setiap tempat di wilayah negara Indonesia memiliki keanekaragaman bahasa yang berbeda disetiap suku bangsa.

Para pemuda nusantara yang waktu itu masih berusia 20 an, memiliki pemikiran yang sangat hebat dan bijaksana dalam meneguhkan sumpah pemuda yang berisi 3 butir. Butir yang terakhir berbunyi "Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa indonesia". Mengapa kok tidak sama dengan 2 butir sebelumnya yang menggunakan kata "mengaku....." yang mana kalau dipanjangkan menjadi "mengaku bahasa satu bahasa indonesia". 

Hal ini menunjukkan bahwa para beliau pendiri bangsa ini mempunyai apresiasi dan penghormatan yang tinggi bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan masing-masing bahasanya, dan bahasa daerah itu yang menjadi identitas dari masing-masing suku bangsa, jelas Prof. Dr. Teguh Supriyanto, M.Hum, guru besar FBS UNNES saat menjadi narasumber di acara Sinkronisasi Bidang Kebudayaan, di Megaland Hotel Solo, Kamis (23/11).

Dalam sesi yang sama, Kasubbag Pendidikan, Kebudayaan dan Perpustakaan Biro Kesejahteraan Rakyat, Setda Provinsi Jawa Tengah, Eny Haryanti, S.Pd. M.Pd, menyampaikan tentang tupoksi Biro Kesra khususnya dalam bidang Kebudayaan. Beberapa diantaranya menyiapkan bahan pengoordinasian penyusunan kebijakan daerah,  menyiapkan bahan penyusunan data, menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, menyiapkan bahan pertimbangan pemberian bantuan,  menyiapkan bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan daerah.

Selain itu Biro Kesra juga bisa melaksanakan kegiatan yang secara teknis tidak bisa dilaksanakan oleh OPD dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi kegiatan tersebut harus dilaksanakan. Beberapa kegiatan bidang kebudayaan yang telah dilaksanakan meliputi Rakor Pentas Duta Seni, Rakor Mudik Gratis Warga Jateng, Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara, Pawai Budaya dalam rangka HUT TMII di Jakarta, Festival-festival Kebudayaan tingkat Nasional, Tradisi Dugderan, Workshop Festival Seni dan Budaya.

Acara yang diselenggarakan Seksi Cagar Budaya dan Permeseuman, Dindikbud Jawa Tengah ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari 35 Dinas se Jawa Tengah yang membidangi kebudayaan, kantor/instansi yang terkait dengan kebudayaan dan beberapa stakeholder bidang kebudayaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari sejak hari Selasa (21/11) sampai dengan Kamis (23/11).

Biasanya kegiatan semacam ini dari awal hingga akhir dilaksanakan dalam bentuk klasikal atau seminar, namun kali ini para peserta juga diajak untuk mengunjugi Museum Manusia Purba Sangiran dan nonton bareng Wayang Orang Sriwedari Solo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar