Rabu, 10 Januari 2018

BESARNYA SUATU BANGSA DITENTUKAN OLEH TINGGINYA BUDAYA DARI BANGSA ITU SENDIRI

Besarnya suatu bangsa tergantung dari tingginya budaya bangsa itu sendiri. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Dr. Ir. Sri Puryono KS MP, dalam sebuah tembang macapat pada acara Rakor Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) di Gedung B Lt.5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jl. Pahlawan No. 9 Semarang, Rabu (10/1).


Oleh karena itu sudah seharusnya kita mempunyai usaha untuk berjuang memajukan kebudayaan kita, khususnya di Jawa Tengah. Dahulu para pejuang kita dengan bambu runcing saja bisa merebut kemerdekaan dari penjajah, kita yang sekarang hidup pada jaman kemerdekaan seharusnya bisa berbuat lebih, bersemangat juang tinggi dengan memafaatkan segala kemampuan dan sarana yang ada, lanjutnya.

Sekda Jateng yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum KSBN Jawa Tengah ini dalam paparannya menyampaikan bahwa usaha melindungi, memanfaatkan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia adalah amanat undang-undang, untuk itu semua warga negara wajib untuk melaksanakan. Dengan landasan hukum UUD 1945 pasal 32 ayat 1 dan UU. No. 5 Th. 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, Sri Puryono menghimbau kabupaten dan kota se Jawa Tengah untuk segera membentuk KSBN.

Lebih jauh Sri Puryono menjelaskan bahwa KSBN merupakan organisasi seni dan budaya yang dibentuk untuk menjembatani antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan masyarakat dalam pembangunan berbasis budaya.

KSBN nantinya akan menjadi payung dari organisasi seni dan budaya yang telah ada, untuk itu pembentukkan KSBN kabupaten/kota diharap melibatkan semua potensi daerah, organisasi kesenian dan budaya yang ada, misalnya FK Metra, Pepadi, Dewan Kesenian, Permadani, Hamkri dll.


Dalam paparannya, Sri Puryono menjelaskan tentang sumber dana KSBN bisa diperoleh dari APBN, APBD, peran masyarakat, dan/atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada sesi tanya jawab, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Masdiana Safitri mengusulkan agar kepengurusan di kabupaten/kota khususnya pada posisi ketua agar tidak harus dijabat oleh sekda atau asisten, karena tidak semua sekda atau asisten di daerah mempunyai kemampuan dalam hal seni budaya. Jika ditingkat provinsi Jawa Tengah, sangat tepat jika posisi ketua dijabat oleh Sekda, karena beliau adalah seorang pelaku seni budaya. 

"Kita semua tahu kalau pak Sekda sudah mulai nembang macapat, semua orang pasti kesengsem, khususnya para ibu-ibu" imbuh Masdiana pada sesi tanya jawab tersebut.

MUSYAWARAH MUFAKAT

Atas berbagai usulan di sesi tanya jawab, Sri Puryono menghimbau untuk kepengurusan silakan diatur di daerah masing-masing. Jika dari unsur pejabat pemerintah tidak bisa menjadi ketua, bisa diusulkan dari unsur tokoh seniman, budayawan atau yang lainnya, asal selalu didampingi dan didukung penuh oleh pemerintah daerah. "Ojo gompang gampang terus ning mburi ditinggal ora diurusi" tandasnya. Yang artinya jangan bilang mudah kemudian dibelakang nanti ditinggal dan tidak diurusi.

Pemilihan pengurus KSBN di kabupaten dan kota saya harap dengan cara musyawarah mufakat dan jangan melalui voting, karena musyawarah mufakat atau rembugan merupakan budaya kita yang harus dilestarikan, dan sekali lagi jangan lupa libatkan semua organisasi seni budaya yang ada, tambah orang nomor satu ASN di Jawa Tengah itu.

Rakor KSBN ini diikuti seluruh Sekda se Jawa Tengah, Kepala Dinas OPD yang membidangi seni budaya, dan organisasi seni dan budaya di kabupaten/kota se Jawa Tengah, serta pengurus KSBN Jawa Tengah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar