Selasa, 09 Januari 2018

PENTINGNYA SOLIDARITAS SOSIAL DALAM MENJAGA KEHARMONISAN MASYARAKAT

Kesadaran yang tinggi untuk membentuk solidaritas sosial sangat diperlukan untuk membangun masyarakat sipil terlepas adanya peran pemerintah melalui aparat keamanan dalam hal ini kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Izak Lattu, Ph.D seorang akademisi UKSW Salatiga dalam sebuah sessi diskusi pada acara Launching Laporan Tahunan dan Refleksi Kondisi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Jawa Tengah Tahun 2017 yang diadakan oleh Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) yang bekerjasama dengan Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang, di Aula Gereja St. Theresia Bongsari Semarang, Selasa (7/1).

Penjelasan Dosen Fakultas Teologi tersebut menjawab pertanyaan salah satu peserta diskusi yang menanyakan tinjauan dari berbagai perspektif tentang keterkaitan antara munculnya kelompok intoleran di kota Semarang yang beberapa kali melakukan aksi yang meresahkan masyarakat dengan disusul munculnya beberapa komunitas/forum/solidaritas/persaudaraan pro toleran dan membentuk jejaring dengan kesepakatan semangat menjaga keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi Pancasila.

Narasumber lainnya Dr. Tedi Kholiludin menambahkan bahwa menjamurnya kelompok pro-toleran tidak hanya di kota Semarang, beberapa kota lain di Jawa Tengah pun juga muncul seperti di Klaten, Wonosobo, Salatiga, Solo, Cilacap, Sragen, dan kota-kota lainnya.

Tedi juga menambahkan, dalam hal ini peran kampus saat ini dirasa masih kurang. Kampus lebih banyak melakukan study dan riset sebagai bentuk kajian tanpa ikut melakukan upaya advokasi kepada pihak-pihak yang diidentifikasikan sebagai korban pada kasus yang menyangkut kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Koordinator Advokasi eLSA Ceprudin menjelaskan bahwa untuk tahun mendatang, kita akan membangun konsep baru dalam upaya menumbuhkan rasa toleranasi pada generasi muda, misalnya mendirikan "Pondok Damai" bagi para mahasiswa semester awal, pesantren dan gereja-gereja.

Acara ini rencana dihadiri Walikota Semarang, tetapi batal karena sesuatu hal dan diwakilkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang Bambang Suranggono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar