Minggu, 25 Maret 2018

Brandal Raseno "gegerkan" Taman Mini

Sabtu malam (24/3) seorang brandal (jawa:perampok) yang bernama Raseno dari Jepara Jateng menggegerkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tepatnya di Anjungan Jawa Tengah. Dia menjadi sosok yang dicari pihak aparat keamanan karena perilakunya meresahkan masyarakat tingkat atasnya khususnya para saudagar kaya.

Berbanding terbalik, keberadaanya jusru dipuji-puji masyarakat miskin, yang dalam kehidupan sehari-harinya untuk makan saja susah. Tak ayal, Raseno merupakan sosok perampok yang sering merampas kekayaan para saudagar kaya, dan hasil rampoknya diberikan kepada rakyat miskin.

Dramatari Brandal Raseno ini diambil dari cerita rakyat yang merupakan satu dari sajian hiburan pada malam Paket Acara Khusus (PAK) di Anjungan Jawa Tengah, TMII. Khusus kali ini dipersembahkan oleh Pemkab Jepara.

Acara ini dihadiri wakil bupati Jepara dan beberapa duta besar dan senat negara-negara sahabat. Hadir pula anggota DPRD Jawa Tengah, pejabat di jajaran Pemprov Jateng.

Dalam sambutannya, wakil bupati Jepara Dian Kritiandi menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan, khususnya para duta besar negara-negara sehabat. "Ini merupakan sebagian kecil dari potensi yang kami punya, selebihnya kami undang bapak ibu semua untuk datang ke Jepara", tambahnya.


Sabtu, 17 Maret 2018

JAMU, WAYANG DAN TOPENG DALANG MENJADI TARGET DI JEJAK BUDAYA JATENG 2018

Ada 3 (tiga) karya budaya yang menjadi tujuan utama dalam kegiatan Jejak Budaya Jawa Tengah tahun 2018. Diantaranya Jamu Tradisional di Sukoharjo, Wayang di Wonogiri dan Topeng Dalang di Klaten.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dindikbud Provinsi Jawa Tengah ini diikuti 70 pelajar SMA/SMK se Jawa Tengah dan dilaksanakan selama 3 (tiga) mulai Selasa (13/3) sampai dengan Kamis (15/3).

Jejak Tradisi ini dibuka oleh Kepala Pembinaan Kebudayaan Dindikbud Jateng Drs. Bambang Supriyanto, M.Pd di Hotel Brothers Solo Baru, Sukoharjo, Selasa malam (13/3). Sebelumnya para peserta kegiatan dihibur oleh tampilan Tari Mundong (Jamu Gendong) yang ditampilkan apik oleh 5 siswi SMA 1 Sukoharjo

Kunjungan ke 3 lokasi karya budaya tersebut dilaksanakan semalam sehari penuh. Tujuan pertama adalah di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo. Disini para peserta diajak menjelajahi ke semua sudut pasar. Mereka mencari data sebanyak-banyaknya tentang Jamu Tradisional, dari bahan, cara pembuatan, dan lain lainnya.

Setelah cukup berkeliling di pasar, semua peserta diajak ke sekeratariat Kojai (Koperasi Jamu Indonesia) di Desa Nguter, Sukoharjo. Disini mereka diajak berdialog dengan ketua Kojai. Setelah itu mereka mengikuti workshop singkat pembuatan jamu. Kemudian dilanjutkan minum jamu bersama.

Tak hanya itu mereka juga diajak ke salah satu perusahaan kecil penghasil jamu. Para peserta bisa melihat berbagai tanaman herbal sebagai bahan jamu. Disini mereka juga diperlihatkan proses singkat pembuatan jamu instan, dari pencucian, pengeringan, uji lab, pengemasan, hingga penjelasan distribusi jamu instan tersebut.