Minggu, 06 Mei 2018

Deklarasi Puan Hayati Jawa Tengah

Ada yang berbeda dari Sarasehan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa wilayah Jateng, Jatim dan DIY tahun ini. Pada tengah acara, usai sesi diskusi yang disampaikan oleh Ir. Drs. Nono Adyo Supriyatno, MM, M.T, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Msha Esa dan tradisi, Kemendikbud RI dua belas perempuan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dari dua generasi di Jawa Tengah nampak berdiri bersatu padu dalam kebaya nuansa ungu.

Pada siang itu Direktorat memberikan ruang terselenggaranya pelantikan dan deklarasi Puan Hayati Provinsi Jawa Tengah. Puan Hayati adalah wadah perempuan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Msha Esa Indonesia yang berada dibawah naungan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI).

Pengucapan Panca Ikrar Puan Hayati Jateng pada saat pelantikan oleh Dian Jennie Cahyawati, S.sos, ketua Puan Hayati Pusat, menjadi tanda bahwa kepengurusan Puan Hayati Jawa Tengah telah dikukuhkan.

Berikut ini merupakan point dari Panca ikrar Puan Hayati  :
1. Puan Hayati adalah anak bangsa yang selalu setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
2. Puan Hayati adalah insan pertiwi yang menjunjung tinggi kepribadian bangsa Indonesia sebagai karakter perempuan penghayat sejati
3. Puan hayati senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai kearifan lokal sebagai pencerminan dari nilai-nilai ajaran luhur bangsa.
4.Puan hayati adalah perempuan Indonesia yang berhati mulia, berperilaku jujur, pantang menyerah, berani membela kebenaran dan keadilan.
5. Puan hayati adalah perempuan pendidik anak bangsa yang berbudi pekerti luhur, cerdas serta memiliki jiwa nasionalisme.

Dalam sambutannya, Ir. Drs. Nono Adyo Suprayatno, MM, MT, sangat mengapresiasi terbentuknya kepengurusan Puan Hayati Jawa Tengah. Ia berharap dengan terbentuknya kepengurusan ini,  regenerasi dan pelestarian ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dapat berjalan baik dan tetap terjaga secara berkesinambungan.

Dian Jennie Cahyawati, S.sos, pada sesi pemaparannya yang mengulas Peran Perempuan dalam mewariskan nilai Kepercayaan terhadap keluarga, juga  terhadap Tuhan YME Jawa Tengah semakin menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Memang berat mengawali langkah setelah sekian lama tertidur, tapi dengan tekad dan semangat yang tinggi, mulailah dengan membuat kegiatan seperti anjangsana dan workshop” ujarnya memberikan semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar