Jumat, 08 Juni 2018

Ada Pelita di Sanggar Sapta Dharma


Sore itu hari Kamis, (7/6) sekitar pukul 16.30 langit biru cerah, nampak mini bus milik Gereja Pantekosta Kota Semarang merapat di halaman Sanggar Candi Busana Blater Desa Jimbaran Bandungan Kabupaten Semarang. Dua puluh dua orang  turun bus dari menyambangi Warga Penghayat Kerokhanian Sapta Darma yang sudah siap menyambut kedatangan mereka.

Beberapa lainnya datang menggunakan kendaraan pribadi. Mereka adalah pemuda pemudi Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Semarang dan alumni Pondok Damai 2018. Latar belakang dan agama yang beragama tidak menepis niat mereka untuk merajut persaudaraan dan rasa persatuan dalam kerangka Silahturahmi Kebangsaan.

Silahturahmi Kebangsaan ini adalah yang ke 6 (enam) kalinya dilaksanakan sejak Pelita dibentuk tahun 2016.  Setyawan Budi, selaku Koordinator Pelita menerangkan hal ini pada sesi pembukaan. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan. Peserta memperkenalkan diri satu per satu nama dan latar belakangnya. Anggota Pelita sendiri berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, ada yang mewakili organisasi baik organisasi masyarakat, keagamaan, kepercayaan, akademisi, profesi maupun atas nama diri pribadi. Mewakili organisasi ada dari kalangan pendeta, anggota Ganaspati, Mahasiswa HMJ Studi Agama-Agama (SAA) UIN, eLSA, EIN Institute, Perguruan Trijaya, Gusdurian, dan lain-lain.

Acara dilanjutkan dengan uraian materi seputar Ajaran Kerokhanian Sapta Darma oleh  Slamet Haryanto selaku Tuntunan Kerokhanian Sapta Darma (KSD) Provinsi Jawa Tengah. Hadir juga Hari Suyitno selaku Tuntunan KSD Kabupaten Semarang dan Juari selaku ketua Persada Kabupaten Semarang.

Materi yang disampaikan antara lain tentang sejarah turunnya wahyu Sapta Darma oleh Bapa Panuntun Agung Sri Gutomo pada tahun 1952, kelengkapan wahyu ajaran sapta darma antara lain Sujud, Simbol Pribadi Manusia, Wewarah Tujuh dan Sesanti. Riwayat keberadaan Sanggar Candi Sapta Rengga di tingkat pusat Yogyakarta dan Sanggar candi busana di tingkat daerah.  Struktur kelembagaan Sapta Darma yang terdiri dari Tuntunan sebagai pemegang kelembagaan tertinggi dalam kerokhanian Sapta Darma, Organisasi Persada yang berdiri sejak terbitnya UU no 8 th 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Yayasan Srati Darma sebagai bokor kencono yang menampung sumbangan dari warga Sapta Darma dan sumbangan lain yang tidak mengikat.

Menghormati bulan Ramadhan bagi pemeluk agama Islam yang menjalankan ibadah puasa. Acara direhat sementara saat irine tanda waktu buka puasa berbunyi. Peserta pun beranjak untuk berbuka bersama di lokasi Pemancingan Suharno I yang berada satu area dengan SCB Blater Jimbaran Bandungan. Hidangan yang tersaji antara lain sup buah, teh hangat, ikan lele dan nila plus lalap sambal yang ditata khusus pada pelepah daun pisang.

Pasangan suami istri, pengelola pemancingan, yang juga merupakan penghayat Sapta Darma mengaku gembira dan dengan senang hati menerima kunjungan dari Pelita. “ Kami sangat bangga dan mengapresiasi antusias teman-teman PELITA dan Pondok Damai menyambut undangan kami untuk berkunjung ke SCB Blater milik penghayat Sapta Darma. Semoga Pelita semakin sukses dalam menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat beragama dan kepercayaan,” tutur Dwi Setiyani, sang istri yang juga merupakan alumni Pondok Damai 2018.

Usai berbuka puasa dan menjalankan ibadah sholat maghrib, acara kembali dilanjutkan dengan dua sesi tanya jawab antara lain tentang peragaan sujud atau tata cara peribadahan penghayat Sapta Darma, tentang siapakah Sri Pawenang, tata cara perkawinan, kematian, dan juga pendidikan secara Sapta Darma dan kemungkinan agama lokal dapat diteorikan seperti agama-agama monoteisme yang lain.

Satu demi satu pertanyaan dijawab dengan baik “Kami  menjelaskan kebenaran ajaran Sapta Darma yang baru berusia 66 tahun ini, secara manajemen penataan, kami mengakui agama yang lain sudah lebih tertata dengan baik. Hal ini juga karena usianya yang sudah ribuan tahun.  Selebihnya kami serahkan kepada masyarakat untuk menilai”, tukas Slamet Haryanto menutup acara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar