Minggu, 22 Juli 2018

Festival Gejok Lesung, sebagai media pendidikan karakter

Bupati Klaten, Sri Mulyani saat membuka festival
Pemerintah kabupaten Klaten menggelar Festival Gejok Lesung di lapangan Barepan, kecamatan Cawas, Sabtu (21/7). Festival digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-214 Kabupaten Klaten dan Peringatan HUT RI ke 73.

Festival dibuka oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani dengan menabuh lesung, didampingi Sekda Klaten Joko Sawaldi, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Kadarwati, Kasubbag Pendidikan, Kebudayaan, dan Perpustakaan Biro Kesra Setda provinsi Jawa Tengah, Eny Haryanti, dan Camat Cawas M. Nasir

Sebanyak 31 kelompok gejog lesung mengikuti ajang festival ini.Para peserta Festival Gejog Lesung diberi waktu selama 10 menit untuk menunjukkan kemampuan mereka bermain gejok lesung diiringi penari. Penilaian meliputi harmonisasi, koreografi, kostum, serta kreativitas.
 
Dalam laporan panita, Camat Cawas, M. Nasir, menjelaskan festival itu digelar untuk melestarikan kesian rakyat, khusunya Lesung sebagai seni musik tradisional. Selain itu, festival dimaksudkan sebagai media pendidikan karakter agar seni tradisional tak punah.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap festival itu bisa digelar rutin setiap tahun. Ia juga meminta ada inovasi agar festival tak monoton.

"Jangan monoton konsepnya itu-itu saja. Saya harap semakin berinovasi. Kalau monoton nanti jenuh dan akhirnya punah, tidak bisa dilestarikan," katanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar