Jumat, 06 Juli 2018

Menggali talenta anak, melalui Festival Wayang Bocah

Sungguh menggetarkan jiwa, jika melihat anak anak kecil dengan penuh perasaan, kepiawaian, dan kelincahannya, menyatukan seni tari, drama, musik, dan macapat dalam sebuah wayang bocah.

Pemkot Surakakarta melalui Dinas Kebudayaan, menggelar Festival Wayang Bocah 2018 di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Solo. Acara ini digelar selama 3 hari, yaitu 5-7 Juli 2018.

FWB 2018 adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengenalkan budaya bangsa kepada anak, dengan cara yang menyenangkan dan tidak rumit. Lewat cerita dongeng nusantara, permainan tradisional, main alat musik tradisional atau teater, pesan moral dan kearifan lokal dapat tertransfer dengan lembut dan efektif.

Tujuan diadakan festival ini tidak lain untuk menumbuhkan kesadaran generasi penerus bangsa akan pentingnya arti budaya bangsa. Pengenalan budaya sejak dini memberikan edukasi kepada anak tentang keberagaman budaya yang harus saling dihargai sehingga norma dan nilai budaya bangsa akan dapat terwariskan pada generasi selanjutnya.

Kepala Bidang Pelestarian Budaya Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Iis Purwaningsih mengatakan dengan mengenalkan budaya melalui Festival Wayang Bocah kepada anak sejak dini akan mengajarkan anak bersentuhan langsung pada budaya. Sehingga kedepan anak-anak kita akan menjadi generasi yang bangga dengan budaya bangsa sendiri, mencintai, dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya serta bisa mengembangkan sikap menghargai keberagaman budaya bangsa.

“Ini adalah cara kita untuk menularkan virus baik bahwa budaya lokal itu tidak kalah dengan budaya asing, selama ini ada kecenderungan budaya asing mulai mengikis budaya lokal. Itu yang menjadi fokus kami, karena anak-anak usia SD-SMP merupakan usia golden age di kehidupan.

Dengan mereka mulai memahami indahnya pentas wayang orang mereka diharapkan nantinya bisa menerapkan falsafah-falsafah yang ada di cerita wayang,” ungkap Iis.

Festival ini merupakan yang ke 7 kalinya dan diikuti oleh 9 sanggar yang berasal dari Kota Solo, yaitu Sanggar Sono Puspo Budaya Surakarta, Sanggar Tari Soeryo Soemirat, Sanggar Tari Metta Budaya, Sanggar Eka Santhi Budaya, Sanggar Galuh Art, SD Kasatriyan Surakarta, Sanggar Sarwi Retno Budaya Surakarta, Sanggar Gedhong Kuning dan Paguyuban Guru Tari (PAGUTRI) Surakarta.

Setiap sanggar rata-rata menampilkan 50 peserta yang terdiri dari siswa SD usia 9 tahun hingga siswa kelas 3 SMP. Para peserta memperebutkan kejuaraan yang dibagi dalam dua kategori, yang pertama kategori utama (kelompok) dan yang kedua kategori atribut (perorangan). Dengan total hadiah mencapai Rp 30 juta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar