Rabu, 22 Agustus 2018

Bedaya Tunggal Jiwo, buka Grebeg Besar Demak 2018

9 (sembilan) gadis cantik menari dengan lembut dan penuh karismatik, di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu Wage (22/8).

Mereka menarikan Bedaya Tunggal Jiwo sebagai tarian pembuka pada Kirab Prajurit 40 (patangpuluhan) yang merupakan rangkaian dari Upacara Tradisi Grebeg Besar Demak Tahun 2018.

Menurut Dyah Purwani Setianingsih, yang merupakan pencipta Bedaya Tunggal Jiwo ini, menjelaskan bahwa tarian ini mengandung harapan bahwa agar para pemimpin, pemangku jabatan, dan pembuat kebijakan untuk selalu menyatukan pikiran, perkataan dan perilakunya dengan Jiwa-nya masing-masing. Karena Jiwa mempunyai originalitas/kemurnian, kejujuran, dan nilai - nilai dasar kemanusiaan. 

Dengan kemampuan mengolah Jiwa itu maka seseorang akan mampu menjadi pemimpin yang benar-benar bijaksana, adil, dan menjadi harapan rakyatnya. 

Setelah bedaya ini ditampilkan, dilanjutkan dengan pelepasan Kirab Prajurit Patangpuluhan oleh PLH Bupati Demak, Joko Sutanto. Kirab ini mengambil rute dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Makam Sunan Kalijaga, di Kadilangu.

Kirab ini merupakan rangkaian dari upacara tradisi Grebeg Besar Demak, yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun, pada tanggal 10 dzulhijah (Besar) saat Idul Adha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar