Selasa, 28 Agustus 2018

Meneguhkan solidaritas, melalui Grebeg Agustusan

Lurah Tologsari, Sri Lestari saat memberangkatkan Grebeg
Siang itu, Minggu (26/8) sedikit demi sedikit, sekelompok warga berduyun-duyun mendatangai sebuah lapangan tonis, yang berada disamping masjid, disebuah perumahan padat di kota Semarang. Tepatnya di RW.21 kelurahan Tlogosari Kulon, kecamatan Pedurungan.

Mereka berkumpul dalam sebuah acara rutin tahunan yang diadakan setiap bulan Agustusan yaitu Grebeg Agustusan yang kali ini merupakan tahun ke 3 (tiga) sejak tahun 2016. Grebeg Agustusan 2018 merupakan sebuah upacara adat dan tradisi yang dilakukan masyarakat RW.21 Tlogosari Kulon dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Indnonesia.

Menurut ketua RW.21 Bambang Setyabudi, Grebeg ini dilaksanakan dengan tujuan diantaranya untuk memperingati ulang tahun Republik Indonesia dan sebagai sarana untuk meningkatkan watak pekerti bangsa pada generasi muda sekaligus nguri-nguri budaya jawa.

Grebeg Agustusan 2018 dengan mengelilingi komplek perumahan di RW. 21 ini menempuh jarak kurang lebih 1 kilometer. Pemberangkatan Grebeg dilakukan oleh Lurah Tlogosari Kulon, Sri Lestari, pada pukul 16.24 WIB.

Dalam event ini, peserta Grebeg dibagi berkelompok sesuai dengan RT masing-masing, dimana sebanyak 10 (sepuluh) RT yang berada di RW. 21. Yang menarik dalam Grebeg ini, dilakukan perlombaan antar kelompok peserta Grebeg, sehingga masing-masing RT berusaha untuk mengeluarkan kemampuan mereka dalam menjaga kekompakan.

Diantaranya mereka berlomba-lomba dalam menggunakan kostum yang unik dan menarik, seperti busana adat, profesi sampai dengan membuat gerakan tarian khas masing-masing RT. Dari penilaian juri, muncul sebagai kelompok terbaik diraih oleh RT. 10.

Bambang Permadi, bersama jurnalis TVRI Tono Hermawan
berpose dengan gunungan
Menurut pelaku sekaligus pengamat budaya Jawa Tengah, Bambang Permadi mengatakan bahwa acara seperti ini biasa diadakan di masyarakat pedesaan, dan ini menjadi sebuah konsep yang bagus dalam meneguhkan rasa solidaritas dan gotong royong dimasyarakat perkotaan sehingga terbangun persatuan sesama warga negara Indonesia.

Karena dengan persatuan, maka kerukunan dan kemakmuran masyarakat akan mudah diwujudkan, imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar