Senin, 29 Oktober 2018

Peningkatan SDM Penghayat Kerohanian Sapta Darma

Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia selalu merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan secara berkesinambungan oleh semua kelembagaan dan organisasi. Tak Lepas PERSADA (Persatuan Warga Sapta Darma) Jawa Tengah, selama tiga hari (19-21/10/2018) menyelenggarakan kegiatan “Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Kerokhanian Sapta Darma” tingkat Jateng dan DIY yang bertajuk  “Dengan Sumber Daya Manusia Sapta Darma yang Berkualitas, Kita Tingkatkan Kemampuan Berbangsa dan Bernegara”.

Lembaga Tuntunan merupakan kelembagaan tertinggi  di Kerokhanian Sapta Darma dari tingkat Pusat, Provinsi, Wilayah, Kota/Kabupaten, Kecamatan, hingga tingkat sanggar. Selain itu ada  Organisasi Persada dan Yasrad yang berada di bawah koordinasi dan pembinaan dari Tuntunan. 

Masing-masing lembaga memiliki tugas dan perannya sendiri dalam mengabdi kepada warga kerokhanian Sapta Darma. Ajaran Sapta Darma mempunyai tujuan luhur yaitu hendak memayu hayu bahagianya buana. Antara lain membimbing manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan alam langgeng. 

Untuk menjalankan tugas-tugas kelembagaan Kerokhanian Sapta Darma diperlukan bekal kemampuan Sumber Daya Manusia sesuai bidang tugasnya masing-masing. Tuntunan bertugas melayani, membina warga kerokhanian Sapta Darma dan bertanggung jawab menjaga kemurnian ajaran Sapta Darma. Yasrad (Yayasan Srati Darma) merupakan bokor kencono yang bertugas menyrateni ajaran dengan menghimpun sumbangan warga Kerokhanian Sapta Darma dan sumber lain yang sah yang bersifat non komersial dan tidak mengikat. Sedangkan Persada (Persatuan Warga Sapta Darma) bertugas membantu tugas tuntunan untuk melaksanakan tugasnya, yang kaitannya dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan organisasi masyarakat lainnya serta menjaga eksistensi Persada sebagai organisasi massa yang bersifat kerokhanian dan non politik.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Dra. Christriyati Ariani, M.Hum, di S.E.A.T (Stiper Agro and Edu Tourism) Kabupaten Semarang, yang diikuti oleh 96 peserta dari 22 kota dan kabupaten se Jateng dan DIY. Peserta kegiatan adalah pengurus lembaga-lembaga yang ada di kerokhanian Sapta Darma. 

Hadir pula pada acara pembukaan, Dra Atiek Surniyati, Kepala bidang Ketahanan Bangsa Kesbangpolinmas Jateng, yang sekaligus membacakan sambutan gubernur Jateng,  H. Ganjar Pranowo , SH, M.IP yang berhalangan hadir. Ir. Gunadi, camat  Bawen, Setyawan Budy , Koordinator Persaudaraan Lintas Agama Semarang, Yunantyo Adi S, Ketua Gusdurian Jateng,  Presidium dan pengurus MLKI Jateng, Puanhayati Jawa Tengah, dan Pengurus Lembaga Pusat KSD.   

Adapun narasumber dan materi yang disajikan antara lain, Peran Ormas berbasis agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME dalam kerukunan NKRI oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Tengah. Realisasi Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME oleh Dra Hermawati, Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Peran Polri menjaga keutuhan NKRI dalam Keberagaman Budaya, Agama dan Kepercayaan terhadap Tuhan YME oleh Direktur Bimas POLDA Jateng,  KBP Drs Budi Utomo,  MH. Kebijakan Administrasi Kependudukan bagi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah, Motivation Training oleh Dr Moh Chairul Alim dan materi-materi kompetensi internal lainnya di bidang kerohanian, sumber daya manusia, organisasi dan budaya. 

Dwi Utami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar