Jumat, 28 Juni 2019

Permainan tradisional ramaikan alun alun Purwodadi

Jumat pagi (28/6) Sekelompok anak anak dengan riang gembira dan leluasa bermain di alun alun kota Purwodadi, Grobogan.

Mereka sangat antusias memainan dolanan anak, yang merupakan permainan tradisional yang dulu sempat ngetrend diera generasi terdahulu.

Acara yang dikemas dalam bentuk Festival Permainan Tradisional ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.


Sabtu, 22 Juni 2019

3 Tahun Pelita terangi Semarang dengan cahaya toleransi

Pada hari Kamis, 20 Juni 2019 Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) mengadakan acara halalbihalal dan syukuran ultah ke-3 Pelita di aula Gereja Katolik Keluarga Kudus Atmodirono, Semarang. Tokoh-tokoh lintas agama dan kepercayaan turut hadir dan menyampaikan testimoni tentang kiprah Pelita selama ini.

Dilanjutkan dengan potong #tumpeng "Lintas Agama" untuk rasa syukur Pelita 3 tahun terakhir, diakhiri dengan ramah tamah dan juga bernyanyi bersama diiringi musik keroncong dari Tim keroncong "Irama Surgawi" GIA dr. Cipto Semarang.

Minggu, 02 Juni 2019

Hari Pancasila 2019, Bangkit dan teguhkan kembali semangat persatuan pasca Pemilu


Sabtu Pahing (1/6), Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya - Pusat Tegal, kembali menggelar upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Pancasila 2019 di Padepokan Wulan Tumanggal, Kabupaten Tegal. Peringatan Hari Pancasila ke 74 ini mengukuhkan kembali bahwa Perguruan Trijaya telah melaksanakan peringatan Hari Pancasila yang ke 19, tepatnya mulai tahun 2000 silam.

"Di tahun ke 16 kami (PerguruanTrijaya) melaksanakan peringatan Hari Pancasila, tepatnya tahun 2016 pemerintah baru menetapkan 1 Juni menjadi hari libur nasional dan kami apresiasi meskipun ada yang kurang pas karena menggunakan kata "lahir"pada Hari Lahir Pancasila", jelas Romo Guru KRA Suryaningrat II, Pembina Perguruan Trijaya dalam amanat pembina upacara.


"Karena lahir itu akan ada satu batas seperti orang berkehidupan, yaitu mati. Dengan mengambil analog atau persamaan 21 April adalah sebuah peristiwa pribadi Ibu Kartini, pemerintah Republik Indonesia menetapkan sebagai Hari Kartini, bukan Hari Lahir Kartini. Untuk itu Trijaya tetap bersepakat 1 Juni adalah Hari Pancasila, hari dimana rumusan 5 dasar negara kita dibacakan oleh Ir. Soekarno dihadapan BPUPKI", tambah Romo Guru.

Pada kesempatan ini Romo Guru juga menyampaikan selamat berpuasa bagi peserta upacara yang menunaikan ibadah puasa dan sebentar lagi akan berakhir dan menyambut hari raya idul fitri.

Dalam kesempatan ini juga beliau menyampaikan puji sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa bangsa Indonesia telah selesai melaksanakan hajat terbesar didunia yaitu pesta demokrasi Pemilu. Untuk itu beliau menyerukan kembali akan pentingnya semangat untuk bangkit kembali, meneguhkan rasa persatuan Indonesia, dengan mewujudkan sebuah keharmonisan, sinergi antara sesama anak bangsa yang berbhinneka Tunggal Ika.

Meskipun diadakan dibulan Ramadhan, tidak menyurutkan semangat para Putera, simpatisan, tamu dan keluarga untuk mengikuti upacara bendera. Terlebih upacara kali ini juga diikuti oleh barisan Saka Bayangkara Kabupaten Tegal dan BANSER Bojong, Kabupaten Tegal.

Malam sebelumnya, diadakan sukuran berupa tumpengan sebagai tradisi di Perguruan Trijaya. Dalam acara tersebut terdapat 9 (sembilan) Putera dan keluarga yang ikut sukuran ulang tahun.


sumber : www.perguruantrijaya.org