Rabu, 07 Agustus 2019

Berdayakan Perempuan Penghayat, PUANHAYATI Jawa Tengah gelar pelatihan membatik


Goresan canting dan malam pada untaian kain putih menjadi pusat daya tarik dokumentasi siang itu, saat puluhan wanita penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME yang mengatasnamakan diri Puanhayati memainkan jemari, menggoreskan canting dan malam di atas rerumputan hijau beratap langit di halaman tengah klub Merby demi merampungkan syal batik buatannya sendiri.

Pelatihan Membatik dan Kewirausahaan yang bertajuk “Pecinta Warisan Budaya Nusantara,” diselenggarakan oleh Puanhayati Jawa Tengah selama 2 hari mulai tanggal 3 s/d 4 Agustus 2019, diikuti oleh 38 Perempuan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME dari 10 kota/kabupaten se Jawa Tengah. Pesertanya antara lain dari kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Pati, Kabupaten Cilacap,  dan Kabupaten Banyumas.
    |
    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan perempuan penghayat dalam rangka pemberdayaan perempuan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME demi kemandirian sosial,  ekonomi dan budaya. Menambah ketrampilan dan wawasan serta menumbuhkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya nusantara. “Kami mencoba menggali minat dan potensi perempuan penghayat demi kemandirian ekonomi agar bisa turut berkontribusi dalam pengembangan perekonomian daerah”,  jelas Dwi Setiyani Utami, ketua Puanhayati Jawa Tengah.

    “Rencananya pelatihan ini akan diselenggarakan beberapa tahap agar ada upaya serius yang berkesinambungan demi kemajuan perempuan penghayat dalam memberikan andil dan sumbangsih nyata untuk bangsa dan negara”, tambahnya.

    Sebagai warisan budaya asli nusantara yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda, perlu upaya kontinyu untuk merawat dan melestarikan hasil karya batik tulis ini. Diperlukan langkah strategis agar batik tulis bisa lebih lestari, lebih eksis di hati penggemar dan semakin dikenal berbagai kalangan lintas usia baik manca maupun domestik.. Batik tulis Kekuatan budaya bangsa ini perlu dilestarikan dan terus dikembangkan agar tetap lestari dan menjadi nilai lebih bagi bangsa Indonesia.

    Selain berkunjung ke Merby Center Kota Semarang, Puanhayati Jawa Tengah juga melakukan kunjungan kewirausahaan ke kampung batik Bubakan, untuk meninjau langsung dapur batik tulis sekaligus menimba ilmu dari salah seorang pakar batik di Semarang Bpk Eko Haryanto. Praktisi, asesor, sekaligus pendiri kampung batik.

    Hadir pula dalam acara itu Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Ibu Eny Haryanti, S. Pd, M. Pd, Sdr. Setyawan Budi selaku koordinator PELITA (Persaudaraan Lintas Agama), Sdri Vanda dan Sdr Addo, pemilik dan pengelola Merby Center. (DSU)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar