Selasa, 22 Oktober 2019

Semangat Gotong Royong, Karakter Bangsa Indonesia


Semangat Gotong Royong dan Persatuan antar organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjadi ruh Sarasehan Nasional Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi yang diselenggarakan di Hotel Grand Pasundan, Bandung (22-25 Okt 2019).

Secara resmi tema Sarasehan Nasional tahun 2019 ini yaitu Ekosistem Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME yang berkepribadian Gotong Royong Berkontribusi dalam Pembangunan Karakter Bangsa.

Sarnas yang diselenggarakan setiap 5 (lima) tahun sekali ini sangat semarak karena dihadiri 1000 (seribu) tamu undangan yang memadati ruang ballroom Grand Pasundan di acara pembukaan. Tamu undangan terdiri dari 225 undangan sarasehan tingkat nasional dan 760 undangan invite via call dari komunitas budaya, dinas-dinas terkait, Penghayat Kepercayaan dari Bandung dan sekitarnya, narasumber dan akademisi.

Acara dibuka dengan tari Rampak Kendang, Lagu Indonesia Raya tiga stansa, Pembacaan Pancasila, Doa  dan dilanjutkan sambutan. Pembukaan acara secara resmi dengan pemukulan kendang serempak oleh Dra. Christriyati Ariani, M.Hum selaku Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Hentoro Cahyono, S.H,M.H Kasubdit Sosial dan Ketentraman Kejaksaan Agung, Ir Ananto Kesuha, Msc, Staf Ahli Kementrian Inovasi dan Daya Saing, Andreas Wijayanto, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat serta Arnold Panahal, Ketua Presidium MLKI Pusat.

Eksistensi penghayat kepercayaan saat ini semakin kuat jaminan hukumnya pasca terbitnya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 yang kemudian ditindak lanjuti dengan Permendagri No 118 tahun 2017 tentang Blangko KK, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil. Selain itu tidak kalah pentingnya dengan terbitnya Undang- undang no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, pada “Azas Keberagaman” bahwa pemajuan kebudayaan mengakui dan memelihara perbedaan suku, agama, ras dan kepercayaan.

Berdasarkan hal tersebut peran nyata penghayat kepercayaan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter dan jati diri Bangsa Indonesia.  Dengan Sarasehan Nasional 2019 ini dapat menyusun rumusan dan langkah-langkah konkrit sebagai upaya meningkatkan peran Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kerangka pelestarian nilai-nilai luhur, dan membangun budi pekerti dan karakter bangsa.

Adapun tujuan acara ini antara lain Menguatkan persatuan dan kesatuan yang berlandaskan gotong royong di antara penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya Budi luhur bangsa, meningkatkan partisipasi dan kapasitas organisasi penghayat dan pengamalan nilai ajaran kepercayaan terhadap Tuhan YME, dan meningkatkan pelayanan Negara terhadap pemenuhan hak-hak penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Hadir pula dalam acara ini, mantan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME, Drs. KRT Sulistyo Tirto Kusumo, MM, Kasubdit Kelembagaan Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Dra. Wigati, Presidium MLKI Pusat,  Engkus Ruswana dan Andri Hernandi, dan Ketua Puanhayati Pusat, Dian Jennie Cahyawati, Ssos . (DSU)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar