Jumat, 21 Februari 2020

Haul Gus Dur merupakan hadiah terbesar bagi keluarga besar Gus Dur, melebihi kehormatan apapun

Alissa Wahid mengungkapkan, momen Haul Gus Dur merupakan hadiah terbesar bagi keluarga besar Gus Dur, melebihi kehormatan apapun.
“Momen ini bukan untuk mengelu-elukan atau mengkultuskan Gus Dur. Namun untuk meneladani nilai-nilai perjuangan yang dilakukan oleh Gus Dur semasa hidupnya,” ungkapnya.
Hal itu diungkapkan pada acara Haul Dasa Warsa Gus Dur yang berlangsung di Kampus USM, Senin malam lalu (12/2).
Acara tersebut diselenggarakan Gus Durian Semarang, Pelita, generasi muda NU, dan Ormas se Kota Semarang. Turut hadir antara lain, Rektor USM, kalangan pejabat Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang, anggota DPRD Prov Jateng dan anggota DPRD Kota Semarang.
Putri pertama Gus Dur ini lebih lanjut menceritakan sosok ayahnya yang adil gender, salah satunya terhadap istirinya. Ia tak segan memberi dukungan terhadap Sinta Nuriyah Wahid untuk tampil di ruang publik.
Kepada hadirin yang hadir, Alissa juga meminta agar tak  berkecil hati dalam menghadapi kpndisi kesulitan ekonomi. Ia teringat saat Gus Dur datang ke rumahnya di Yogja. Bapaknya, ingin meminjam uang. Sontak Alissa sedih, lalu ia menelpon adik-adiknya.
“Seorang mantan presiden tidak punya uang lima juta,” ujar Mbak Alissa.
Padahal adiknya, Yenny Wahid  pernah bercerita kepadanya, kebiasaan Gus Dur memberi uang kepada siapapun yang meminta. “Bahkan saya iri sama anak-anak IAIN Yogja yg sering dapat uang saku dari Gus Dur, sementara saya sebagai anaknya sangat jarang,” tuturnya.
Alissa Wahid juga mengakui, adanya kebiasan Gus Dur yang suka humor. Hal itu justru menjadi sesuatu yang ditunggu oleh pendengarnya saat berbicara di berbagai acara. Alissa Wahid menceritakan satu jokes yang diceritakan bapaknya kepada Presiden Kuba, Fidel Castro.
“Presiden di Indonesia itu bermacam-macam. Presiden pertama negarawan, presiden kedua hartawan, presiden ketiga ilmuwan. Sementara presiden keempat wisatawan,” ucapnya yang membuat seisi ruangan tertawa.

sumber : asatu.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar