Kamis, 28 Mei 2020

Stok darah PMI menipis, FKUB Jateng gandeng PELITA dan Humanity Fisrt Indonesia untuk aksi donor darah lintas agama dan kepercayaan

Sejumlah tokoh dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi lintas agama/kepercayaan di Kota Semarang, kemarin Jumat (22/5) berkumpul di UDD (Unit Donor Darah) Kota Semarang, yang terletak di Jl. Soegrijapranata Semarang. Mereka menggelar sebuah acara pembukaan aksi kemanusiaan berupa donor darah lintas agama dan kepercayaan yang bertajuk "Berbagi Darah Di Masa Pandemi Covid-19".

Kegiatan ini diselenggarakan oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Jawa Tengah, PELITA (Persaudaraan Lintas Agama) Semarang dan Humanity First Indonesia. Elemen organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan yang ikut terlibat acara ini diantaranya Gusdurian Semarang, PGIW Jateng, PHDI Jateng, Walubi Jateng, Permabudhi Jateng, Matakin Jateng, WKRI Semarang, Perguruan Trijaya, YPSS Semarang, Magabhudi Jateng, Gema FKUB Jateng, MNDBDI Jateng, Puanhayati Jateng, Persada Kota Semarang, dan Give Blood Community.

Virus Corona atau Covid-19 akhirnya masuk ke Indonesia setelah pertama kali virus ini muncul pada Oktober 2019. Sejak pengumuman resmi terkait virus Corona ini diumumkan oleh Presiden tanggal 2 Maret 2020, virus ini makin mengganas dan menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Per-tanggal 16 Mei 2020 yang positif 17.025, sembuh 3911, dan meninggal 1089. Bahkan penyebarannya sudah mencapai 34 propinsi di Indonesia.

Efek dari pandemi Covid-19 ini dirasakan oleh berbagai sektor kehidupan termasuk kelangkaan stok darah merupakan salah satu efek yang ditimbulkan dari Covid-19 ini. Banyak sekali pihak yang membutuhkan darah mengalami kesulitan untuk mendapatkannya di tengah pandemi Covid-19. Faktor terbesar dari kelangkaan darah ini adalah karena ketakutan akan keamanan tempat donor dan kekhawatiran tertularnya virus Covid-19. Padahal pihak PMI sudah membuat standar keamanan tersendiri bagi pendonor dan memastikan para pendonor tetap aman mendonorkan darahnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini PMI di berbagai daerah kehabisan stok dan mengalami penurunan stok darah yang sangat drastis, yaitu berkurang 50% stok darah. Sehingga banyak pasien kesulitan untuk mendapatkan darah. Melalui gerakan “Berbagi Darah di Masa Pandemi Covid-19” ini diharapkan bisa mengedukasi, menggerakan relawan donor darah dan masyarakat umum untuk tetap melakukan donor darah serta membantu pemerintah dan juga masyarakat yang membutuhkan darah dengan mengajak para relawan donor darah dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan untuk tetap melakukan aktivitas donor darah dengan aman.

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 Mei sampai dengan 30 Juni 2020 yang diawali oleh para pendonor dari perwakilan organisasi yang akan dilaksanakan di Gedung Unit Donor Darah PMI kota Semarang. Untuk seterusnya kegiatan donor darah ini bisa diadakan di tempat-tempat ibadah atau sekretariat-sekretariat organisasi masing-masing yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini ataupun bisa datang mandiri ke PMI di wilayahnya dengan terlebih dahulu mendata jumlah pedonor kemudian dilaporkan kepada Koordinator Kegiatan Donor Darah via Humanity First Jateng.

Narahubung : 0812-2801-796 (Anton Baskoro)

Minggu, 17 Mei 2020

Keuskupan Agung Semarang Salurkan Bantuan Ke Pondok Pesantren dan Panti Sosial

Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang melakukan aksi amal kasih berupa berbagi bantuan kebutuhan pangan bagi pondok pesantren. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti seruan Paus Fransiskus, Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, dan Pemerintah Indonesia.

Pondok Pesantren yang menerima bantuan itu antara lain; Roudhotus Sholihin, Sayung, Demak dan warga desa Loireng di kampung sekitar pesantren tersebut serta Pondok Pesantren sekaligus Panti Asuhan Darul Yatim di Sayung, Demak. Rumah Singgah Anak Aira Semarang, dan Panti Asuhan Kyai Ageng Majapahit Semarang. Pengiriman bantuan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 16 -17 Mei 2020. 

Tim Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang mengikutsertakan Persaudaraan Lintas Agama Kota (PELITA) Semarang, Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya, dan tim relawan SalingJaga Gusdurian.

Romo Eduardus Didik Chahyono SJ, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang menyatakan aksi peduli sesama ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Gerakan bersama secara spiritual yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2020.

“Aksi ini juga sekaligus perwujudan pemenuhan hukum cinta kasih yang tertuang pada Injil Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28. Hukum kasih itu mencakup perintah mengasihi Allah dan sesama, supaya semua orang saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita,” ucapnya saat dihubungi pada Minggu (17/5/2020) usai melakukan rangkaian kegiatan pemberian bantuan.

Sebelumnya pada tanggal 14 Mei 2020, pimpinan umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, telah menerima permohonan dari Komisi Tinggi untuk Persaudaraan Manusia. Komisi tersebut menyerukan kepada para pemeluk agama dan kepercayaan dari semua agama dan keyakinan agar bersatu secara spiritual untuk berdoa dan berpuasa pada. Aksi puasa dan amal tersebut guna memohon kepada Tuhan agar menolong umat manusia mengatasi wabah corona.

Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, menyambut gembira seruan itu dan mendukung Gerakan bersama untuk berpuasa, berdoa dan beramal.

“Hal tersebut makin istimewa karena dilaksanakan bersama umat Muslim yang juga sedang berpuasa di bulan Ramadhan,” tukas Romo Didik dengan bangga. Maka, menurut Romo Didik, melalui aksi peduli sesama ini, dirinya berharap Kasih Allah menjadi nyata dan dialami bersama. 

“Orang yang dipenuhi kasih Allah akan juga berbuat kasih pada sesamanya. Dengan demikian dunia ini akan diwarnai kasih persaudaraan dan damai sejahtera,” harapnya. Romo Didik menambahkan, aksi peduli kasih ini juga dilaksanakan untuk mewujudkan solidaritas dalam mengatasi virus corona. “Kita mengetahui bahwa virus corona ini tidak hanya menyerang orang-orang yang terpapar secara kesehatan, namun juga berdampak bagi orang lain sehingga ada yang terpapar secara sosial, ekonomi, Pendidikan dan lain-lain,” jelasnya.

Melalui aksi peduli kasih ini, Romo Didik berharap dapat membangkitkan rasa pengharapan ditengah situasi yang sulit ini. Sebagai sesama saudara sebangsa dan makhluk ciptaan Tuhan, lanjutnya, sudah sewajarnya kita saling memperhatikan dan membantu.

“Virus ini telah menyerang umat manusia tanpa diskriminasi, maka kita pun harus berjuang melawannya secara bersama tanpa diskriminasi juga. Kami berharap aksi peduli sesama ini dapat semakin menguatkan jalinan persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya kota Semarang dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kiai Muhammad Abdul Qodir, pengasuh Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin berharap semoga umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dapat terdukung dengan bantuan bahan pokok ini untuk sahur atau pun buka puasa.

“Selanjutnya semoga semua umat Muslim dalam keadaan sehat sehingga bisa menyambut hari Idul Fitri dengan penuh suka cita,” harap kyai Muda yang pernah satu kos dengan Romo Didik saat kuliah di Jogjakarta. Dirinya merasa terharu dan gembira atas kepedulian dari umat lintas agama, khususnya Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

“Di tengah pandemi Covid19, kita sebagai umat manusia tetap dapat saling memperhatikan dan membantu. Kami akan bagikan bantuan untuk warga RT di desa Loireng yang terdampak sosial ekonomi karena covid19. Kami berharap warga dapat merasakan indahnya persaudaraan lintas agama dengan saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Kyai Qodir. (Mushonifin).

Sumber : sigijateng.id