Minggu, 17 Mei 2020

Keuskupan Agung Semarang Salurkan Bantuan Ke Pondok Pesantren dan Panti Sosial

Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang melakukan aksi amal kasih berupa berbagi bantuan kebutuhan pangan bagi pondok pesantren. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti seruan Paus Fransiskus, Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, dan Pemerintah Indonesia.

Pondok Pesantren yang menerima bantuan itu antara lain; Roudhotus Sholihin, Sayung, Demak dan warga desa Loireng di kampung sekitar pesantren tersebut serta Pondok Pesantren sekaligus Panti Asuhan Darul Yatim di Sayung, Demak. Rumah Singgah Anak Aira Semarang, dan Panti Asuhan Kyai Ageng Majapahit Semarang. Pengiriman bantuan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 16 -17 Mei 2020. 

Tim Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang mengikutsertakan Persaudaraan Lintas Agama Kota (PELITA) Semarang, Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya, dan tim relawan SalingJaga Gusdurian.

Romo Eduardus Didik Chahyono SJ, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang menyatakan aksi peduli sesama ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Gerakan bersama secara spiritual yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2020.

“Aksi ini juga sekaligus perwujudan pemenuhan hukum cinta kasih yang tertuang pada Injil Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28. Hukum kasih itu mencakup perintah mengasihi Allah dan sesama, supaya semua orang saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita,” ucapnya saat dihubungi pada Minggu (17/5/2020) usai melakukan rangkaian kegiatan pemberian bantuan.

Sebelumnya pada tanggal 14 Mei 2020, pimpinan umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, telah menerima permohonan dari Komisi Tinggi untuk Persaudaraan Manusia. Komisi tersebut menyerukan kepada para pemeluk agama dan kepercayaan dari semua agama dan keyakinan agar bersatu secara spiritual untuk berdoa dan berpuasa pada. Aksi puasa dan amal tersebut guna memohon kepada Tuhan agar menolong umat manusia mengatasi wabah corona.

Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, menyambut gembira seruan itu dan mendukung Gerakan bersama untuk berpuasa, berdoa dan beramal.

“Hal tersebut makin istimewa karena dilaksanakan bersama umat Muslim yang juga sedang berpuasa di bulan Ramadhan,” tukas Romo Didik dengan bangga. Maka, menurut Romo Didik, melalui aksi peduli sesama ini, dirinya berharap Kasih Allah menjadi nyata dan dialami bersama. 

“Orang yang dipenuhi kasih Allah akan juga berbuat kasih pada sesamanya. Dengan demikian dunia ini akan diwarnai kasih persaudaraan dan damai sejahtera,” harapnya. Romo Didik menambahkan, aksi peduli kasih ini juga dilaksanakan untuk mewujudkan solidaritas dalam mengatasi virus corona. “Kita mengetahui bahwa virus corona ini tidak hanya menyerang orang-orang yang terpapar secara kesehatan, namun juga berdampak bagi orang lain sehingga ada yang terpapar secara sosial, ekonomi, Pendidikan dan lain-lain,” jelasnya.

Melalui aksi peduli kasih ini, Romo Didik berharap dapat membangkitkan rasa pengharapan ditengah situasi yang sulit ini. Sebagai sesama saudara sebangsa dan makhluk ciptaan Tuhan, lanjutnya, sudah sewajarnya kita saling memperhatikan dan membantu.

“Virus ini telah menyerang umat manusia tanpa diskriminasi, maka kita pun harus berjuang melawannya secara bersama tanpa diskriminasi juga. Kami berharap aksi peduli sesama ini dapat semakin menguatkan jalinan persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya kota Semarang dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kiai Muhammad Abdul Qodir, pengasuh Pondok Pesantren Roudhotus Sholihin berharap semoga umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dapat terdukung dengan bantuan bahan pokok ini untuk sahur atau pun buka puasa.

“Selanjutnya semoga semua umat Muslim dalam keadaan sehat sehingga bisa menyambut hari Idul Fitri dengan penuh suka cita,” harap kyai Muda yang pernah satu kos dengan Romo Didik saat kuliah di Jogjakarta. Dirinya merasa terharu dan gembira atas kepedulian dari umat lintas agama, khususnya Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

“Di tengah pandemi Covid19, kita sebagai umat manusia tetap dapat saling memperhatikan dan membantu. Kami akan bagikan bantuan untuk warga RT di desa Loireng yang terdampak sosial ekonomi karena covid19. Kami berharap warga dapat merasakan indahnya persaudaraan lintas agama dengan saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Kyai Qodir. (Mushonifin).

Sumber : sigijateng.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar