Sabtu, 27 Juni 2020

3 Tokoh Lintas Agama Semarang kunjungi warga Penghayat Perguruan Trijaya

3 (tiga) tokoh lintas agama kota Semarang mengunjungi warga Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya di Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Duikuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Kamis Kliwon (18/6).

Ketiga tokoh tersebut diantaranya KH. Abdul Qodir (Pengasuh Ponpes Roudhotus Sholihin Demak), Dammateja Wahyudi (Ketua Budha Teravadha Semarang) dan Setyawan Budy (Koordinator Pelita Semarang).

Rombongan berangkat dari Semarang hari itu juga, Kamis pukul 14.00 yang didampingi oleh Bambang Permadi, anggota Pelita dari unsur penghayat kepercayaan yang juga merupakan putera/anggota dari Perguruan Trijaya.

Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya PW. Ang. K Teja Sulaksana dan salah satu Pengurus Pusat, PW. Ang. Joko Sugianto. Selanjutnya mereka bertiga dijamu makan malam dengan menu utama sate kambing, kuliner tradisional khas di Perguruan Trijaya yang diyakini mampu mengobati berbagai penyakit.

Selanjutnya rombongan tokoh agama ini diterima oleh Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru KRA Panji Suryaningrat II dalam sebuah ramah tamah kecil di Ruang Anggrek, Suryaningratan.

Setelah itu mereka bergabung dengan para putera/anggota Perguruan Trijaya di sebuah sasana yaitu Pamiwahan Putera untuk melaksanakan Pengantar Supit.

Kedatangan para tokoh agama ini bersamaan dengan ritual rutin Perguruan Trijaya yang dilaksanakan setiap malam Jumat Legi, yaitu Supit. Supit adalah singkatan dari Sujudan Kecepit. Suatu ritus doa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dilaksanakan diantara 2 (dua) malam sujudan wajib yaitu malam Kamis Kliwon dan Sabtu Pahing, tepatnya dimalam Jumat Legi tersebut.

Dalam sambutannya, Romo Guru menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tokoh agama dari komunitas Pelita ini untuk ikut doa bersama dalam acara Supit yang diadakan setiap selapan sekali ini.

"Kehadiran beliau bertiga melengkapi sujudan kita sebagai unsur diluar anggota Perguruan Trijaya pada permohonan kita dimalam Supit ini", lanjut Romo Guru.

Setyawan Budy selaku koordinator Pelita menyampaikan bahwa ini merupakan kunjungan luar kota  pertama kali oleh Pelita (Persaudaraan Lintas Agama) sejak pandemi Covid-19 diberlakukan.

"Kami merasa senang bisa berkesempatan mengikuti prosesi Supit ini, sebagai salah satu ritus rutin di organisasi penghayat kepercayaan Perguruan Trijaya", jelas Wawan panggilan akrab koordinator Pelita ini.

Setelah mengikuti sarasehan kecil dengan beberapa pengurus Perguruan Trijaya, tepat pukul 02.00 ketiga tokoh ini mengikuti  sujudan/doa bersama di sebuah lokasi berdoa yang dinamakan dengan Sanggar Pamujan yang berjarak sekitar 300 meter menuju keatas dari Sasana Pamiwahan Putera.

Sujudan yang dilaksanakan sekitar 30 menit dengan suasana sepi dan dingin membuat perut terasa lapar. Usai sujudan rombongan turun dari Sanggar Pakujan menuju sebuah kantin yang bernama Pondok Kopi Sasaling, masih di area Padepokan Wulan Tumanggal untuk menikmati Mie rebus dan kopi panas. Obrolan pun berlangsung hingga terbitnya matahari.

Setelah beristirahat sekitar 2 jam, tepatnya pukul 9 pagi rombongan diminta untuk makan pagi, kemudian dilanjutkan dengan jalan-jalan berkeliling Padepokan Wulan Tumanggal yang mempunyai luas sekitar 3 hektar ini, sambil menikmati udara segar pagi hari Gunung Slamet.

Mereka mengunjungi beberapa sasana/tempat seperti Sasana Nunggalati (tempat sujudan/beribadah), Baita Dutaning Bangsa (replika perahu), Tugu Jiwa Nusantara, Tugu Batu (Bangsaku Bersatu), dan Sanggar Pamujan (tempat sujudan tertinggi).

Selain itu, mereka juga mengunjungi pesarean (makam) Pendiri sekaligus Pembina Perguruan Trijaya yang pertama, Romo Guru KPA EK Giripati Suryaningrat yang dikebumikan di area pemakaman khusus penghayat Perguruan Trijaya dengan nama Astanalaya Kasidanjati.
 
"Kami merasa gembira bisa menikmati suasana padepokan yang asri, sejuk dan damai ini, yang secara geografis sengat strategis berada ditempat dingin yaitu di kaki Gunung Slamet." jelas Dammateja Wahyudi, atau biasa dipanggil dengan Romo Wahyudi.

"Semoga dengan kunjungan kami yang tak direncakan jauh hari ini, bisa menjadikan awal, situasi ini menjadi lebih baik, serta pandemi ini bisa segera sirna dari muka bumi", tukas KH. Abdul Qodir. (BP)

 








Sumber : www.perguruantrijaya.org


Kamis, 11 Juni 2020

GSI Semarang salurkan bantuan sembako kepada mahasiswa perantauan.

Setelah melakukan aksi kemanusiaan berupa penyaluran sembako kepada warga lansia terdampak Covid-19 di Kota Semarang, kembali Gerakan Solidaritas Iman (GSI) melakukan penyaluran sembako untuk para mahasiswa perantauan, Senin (8/6). Bantuan ini diprioritaskan untuk mahasiswa yang berasal dari luar jawa dimana tidak bisa pulang kampung dan harus tetap tinggal di Semarang.


Perguruan Trijaya berbagi APD untuk masyarakat Kabupaten Tegal

Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, Perguruan Trijaya yang merupakan salah satu organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan YME yang berpusat di Tegal, tergerak untuk ikut serta dalam usaha tersebut dengan memberikan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) kepada Satuan Gugus Tugas Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kab. Tegal.

Penyerahan APD tersebut dilakukan di Balai Desa Dukuhtengah, Minggu (7/6) oleh Setyoning Ayu Anindita, selaku Bendahara Keimanan (Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara) dan didampingi anggota Keimanan lainnya, Fian, Krisna dan Radit sebagai perwakilan AAN (Anak Alam Nusantara) yang merupakan cikal bakal Keimanan. Keimanan sendiri merupakan wadah para pemuda di Perguruan Trijaya.

APD tersebut terdiri atas 5 pasang sepatu boot, 5 coverall, 5 face shield, 55 masker kain, 1 box sarung tangan, 2 goggles (kacamata) dan 2 botol skin antiseptic. Sumbangan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Dukuhtengah, Waristo didampingi pamong desa.


Aksi ini adalah tindak lanjut dari diskusi bersama antara Keimanan dan Pemuda Desa Dukuhtengah yang digelar pada 1 Juni 2020 saat peringatan Hari Pancasila 2020 di Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Dukuhtengah, Kec. Bojong, Kab., Tegal.

Diskusi ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Dukuhtengah dan Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya, PW. Ang. KRT. K . Teja Sulaksana.

"Diharapkan dengan APD ini bisa membantu perangkat desa khususnya gugus tugas dalam menjalankan tugasnya untuk mencegah masuknya Covid19 di wilayah desa Dukuhtengah" ujar Anin, panggilan akrab Bendahara Keimanan tersebut. (BP).

Sabtu, 06 Juni 2020

Gerakan Solidaritas Iman salurkan sembako kepada 40 Lansia di Semarang

Gerakan Solidaritas Iman (GSI) Kota Semarang menyalurkan paket sembako kepada 40 lansia, Sabtu (6/6/2020) sore. Para lansia yang disasar berada di Kampung Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati.

Koordinator GSI Kota Semarang, Gabriella mengatakan, penyaluran sembako tersebut berasal dari penggalangan dana yang dilakukan GSI Semarang. Penggalangan dana dimulai tanggal 13-27 Mei 2020.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga lansia yang terdampak pandemi Covid-19 di Kampung Deliksari. Sebagian besar warganya adalah pekerja informal yang tidak memiliki penghasilan tetap, ujar Gabriella.

Gabriella mengatakan, warga Kampung Deliksari sebagian besar bekerja menjadi pemulung, pengamen, dan pengemis. Mereka sangat rentan mengalami masalah ekonomi di tengah pandemi ini. Kebutuhan hidupnya harus diperhatikan, ucap Gabriella.

Dalam penyaluran sembako, GSI Kota Semarang disambut Ketua RW 06 Deliksari, Supangat. Relawan juga melakukan edukasi mengenai disiplin menerapkan protokol kesehatan agar aman dari virus Covid-19.

Gerakan Solidaritas Iman Kota Semarang merupakan sebuah gerakan yang terdiri dari beberapa organisasi maupun komunitas lintas agama. Wadah tersebut diikuti Rumah Ragawidya (Regio Semarang), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Semarang, dan GUSDURian Semarang, Persaudaraan Lintas Agama (Pelita).

Selain itu GSI juga menggandeng Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Semarang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Semarang, Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) Kota Semarang, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Kota Semarang, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Semarang.



Sumber : ayosemarang.com