Senin, 27 Juli 2020

Viral, video para Bikku terima sedekah dari komunitas lintas agama dan kepercayaan

Hari ini, jagad medsos dihebohkan dengan video beberapa rohaniawan Buddha yang menerima sedekah dari sekelompok warga lintas agama dan kepercayaan di kota Semarang.

Video berdurasi 56 detik tersebut diambil oleh salah satu Penggerak GUSDURian Semarang, Cahya Astika di Vihara Buddhadipa yang berlokasi di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (26/7). Saat itu pihak vihara sedang menggelar ritual rutin upacara Pindapata.

Makna Pindapata adalah sedekah, yaitu para rohaniawan menerima sedekah makan dan minum dari para umat yang berjajar berdiri dipinggir jalan sekitar vihara.

Tak seperti biasanya, Pindapata kali ini tampak indah dan sejuk dengan keikutsertaan beberapa komunitas lintas agama/kepercayaan yang ikut berbaris bersama umat Buddha lainnya untuk memberi 'sedekah' berupa makanan maupun minuman kepada Bhikku, Samanera, dan Sameneri. Upacara pindapata ini dipimpin langsung oleh Bhikkhu Dithisampanno, P.hd. (Ketua Sekretaris Wilayah Sangha Agung Indonesia Provinsi Jawa Tengah).

Turut hadir dalam acara ini H. Taslim Syahlan, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah), Sutarso Girivana, S. Ag., M.M. selaku Pembimas Buddha, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Anton Baskoro dari Humanity First Indonesia, Bambang Permadi dari Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya, Cahya Astika T dari Penggerak Gusdurian Semarang, Iqbal Alma selaku Koordinator GUSDURian Unnes, dan beberapa mahasiswa Unnes yang sedang menjalani KKN di Kelurahan Pakintelan.

Video ini seolah memberi pesan kedamaian dan kesejukkan, makna dari nilai toleransi beragama yang saat ini jarang terlihat dan bahkan sesuatu yang langka.

"Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu sekali menjaga kerukunan antar sesama warga negara tanpa membeda-bedakan suku ras, agama maupun kepercayaannya" jelas Setyawan Budy, koordinator Pelita (Persaudaraan Lintas Agama) Semarang.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah. "Ini bisa menjadi contoh, khususnya di Jawa Tengah, agar nilai kebersamaan itu lebih diutamakan dalam tindakan kemanusiaan, inilah aplikasi dari moderasi beragama", jelas H. Taslim Syahlan.


Berikut video Pindapata di Vihara Buddhadipa Pakintelan Semarang.


Minggu, 26 Juli 2020

Ketua FKUB Jawa Tengah kunjungi Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya

Kamis Kliwon (23/7), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, KH. Drs. Taslim Syahlan, M.Si, melakukan kunjungan ke Padepokan Wulan Tumanggal, Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal milik Perguruan Trijaya, yang merupakan salah satu organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berpusat di Tegal.

Kunjungan yang bertajuk Silaturahim Kebangsaan tersebut merupakan kunjungan ke 3 (tiga) dalam satu hari itu, setelah sebelumnya  rombongan Ketua FKUB ini mengunjungi KH. Mustamsikin di Kaliwungu Kendal dan FKUB Kabupaten Kendal, kemudian di Slawi rombongan berkunjung di kantor Kemenag Kabupaten Tegal bersama FKUB Kabupaten Tegal.

Kedatangan Ketua FKUB Jawa Tengah dan rombongan ini diterima langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya Romo Guru Kanjeng Pangeran Suryaningrat II. Selain Ketua FKUB, ikut serta dalam rombongan yaitu Setyawan Budy selaku Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), Maulana Saefullah A. Faruq, mubaligh Jemaat Ahmadiyah Indonesia Cabang Semarang, Anton Baskoro dari Humanity First (HF) Indonesia, Nuhab Mujtaba dari GUSDURian Peduli, Iqbal Alma GA selaku Koordinator GUSDURian UNNES dan Bambang Permadi yang juga merupakan Putera Perguruan Trijaya.

Kedatangan rombongan ini bertepatan dengan ritual Supit (Sujudan Kecepit) yang dilaksanakan setiap malam Jumat Legi di Perguruan Trijaya. Dalam acara pengantar Supit, Romo Guru menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih atas kunjungan ketua FKUB Jawa Tengah dan para tokoh lintas agama yang datang langsung dari Semarang.


Dalam acara tersebut, Romo Guru juga memberikan kesempatan kepada KH. Taslim Syahlan untuk memberikan sambutan kepada para Putera dan Simpatisan Perguruan Trijaya yang hadir malam itu untuk mengikuti sujudan malam Jumat Legi tersebut.

Ada 2 (dua) hal penting yang disampaikan Ketua FKUB Jateng tersebut. Diantaranya adalah pesan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, agar pelaksanaan ibadah bersama ditempat ibadah baik agama maupun kepercayaan untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Dan yang kedua, Penghayat Kepercayaan kedepan akan dilibatkan dalam acara-acara FKUB atau kegiatan-kegiatan lintas agama lainnya. "Mengacu pada aturan, memang Penghayat Kepercayaan belum bisa masuk menjadi pengurus dalam FKUB, tetapi dalam hal berkegiatan, mereka harus kita rangkul, bersama-sama di semua acara atau kegiatan lintas agama dan kepercayaan" tegas KH. Taslim Syahlan.

"Seperti akhir Mei kemarin, saat pandemi Covid19 stok darah di PMI menipis, kami serentak melaksanakan aksi kemanusiaan berupa Donor Darah Lintas Agama dan Kepercayaan, dan kami ajak penghayat untuk ikut terlibat, dan saat itu 3 (tiga) organisasi perwakilan penghayat ikut bergabung yaitu Perguruan Trijaya, Sapta Darma dan Puanhayati", lanjut dosen Unwahas ini yang biasa dipanggil dengan Mbah Sunan Ngaliyan.

Dengan pernyataan tersebut, menegaskan bahwa peran penghayat kepercayaan menjadi unsur penting dalam melengkapi kebersamaan dengan pemeluk agama lainnya, bersama-sama membina kerukunan, menciptakan suasana damai dan toleran agar nilai persatuan dalam berbangsa serta bernegara selalu tercipta, untuk Indonesia yang lebih maju dan untuk keutuhan NKRI.

Setelah mengikuti sujudan di sanggar pamujan selama 1 jam mulai jam 2 pagi, rombongan melanjutkan obrolan santai sambil ngopi di Pondok Kopi Sasaling yang ada di Padepokan Wulan Tumanggal hingga fajar tiba.

Setelah beberapa waktu istirahat, Jumat siang rombongan bertolak pulang ke Semarang dan sebelumnya berfoto bersama Romo Guru dan Pengurus Pusat Perguruan Trijaya di depan Suryaningratan, Padepokan Wulan Tumanggal.



sumber : perguruantrijaya.org

Luar biasa, saat para Tokoh Agama dan Kepercayaan beri semangat untuk pasien Covid19

Rabu lalu (22/7), Beberapa tokoh lintas agama dan kepercayaan melakukan aksi yang luar biasa ditengah pandemi Covid19 seperti ini. Mereka secara bersama saling bergantian menghibur dan memberi semangat para pasien Covid19 yang menjalani karantina di Rumdin Walikota Semarang, Jl. Abdul Rahman Saleh, Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang.

Para tokoh tersebut antaralain Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Jawa Tengah, KH. Taslim Syahlan, Romo Aloys Budi Purnomo Pr selaku Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata, Maulana Saefullah A Faruq selaku Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Indonesia Cabang Semarang, Samanera Wahyudi dari Vihara Buddhadipa, Bambang Permadi dari Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya, Roy A Jamil, selaku Ketua Pemuda Ahmadiyah Semarang dan Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang, Setyawan Budy.

Didepan halaman Rumah Dinas Walikota, para pasien dikumpulkan oleh para relawan yang beberapa bulan terakhir ini mengabdikan diri untuk membantu tenaga medis dalam merawat pasien covid19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Secara bergantian, acara yang dimulai rabu malam pukul 19.30 ini berlangsung dengan suasana yang meriah. Ada tausiah yang dibawakan Mubaligh Saefullah. Dilanjutkan siraman rohani dan bernyanyi oleh Romo Budi, lalu tausiah diselingi canda gurau penuh semangat oleh KH. Taslim Syahlan.

Solawatan pun memecah sunyi malam saat didendangkan bersama oleh Ketua FKUB Jawa Tengah tersebut. Tak lupa syair Tombo Ati menjadi kolaborasi apik dengan iringan khas saxophone Romo Budi dan didendangkan Setyawan Budy.

Samanera Wahyudi mengisi dengan kekidungan macapat dan diselingi banyolan lucu khas beliau. Dan sebagai penutup, Bambang Permadi atau yang biasa dipanggil dengan Boim Nusantara ini mengajak para pasien untuk olah pernafasan, sebagai bentuk penyembuhan diri sendiri melalui penyerapan energi dari alam semesta.

"Ini adalah konsep menarik dan sangat luar biasa, saat tokoh agama sangat dinantikan para pasien, dan beliau-baliau berkenan hadir untuk memberi semangat" jelas Setyawan Budy yang bertugas mengkoordinir para tokoh lintas agama dan kepercayaan tersebut.

"Ini pertama kalinya tokoh-tokoh lintas agama dan kepercayaan menyambangi pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa karantina untuk memberikan motivasi kepada mereka agar tetap optimis dan bergembira", lanjut Wawan, panggilan koordinator Pelita tersebut. (BP).

Rabu, 01 Juli 2020

Perkuat persaudaraan, FKUB Jateng berajangsana ke Walubi

Pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Jawa Tengah dengan mengajak beberapa tokoh dari organisasi/komunitas lintas agama dan kepercayaan, Selasa kemarin (30/6) melakukan anjangsana ke DPD Walubi Jawa Tengah yang bertempat di Jalan Plampitan No 56 Kranggan, Kota Semarang.

Rombongan diterima oleh Wakil Ketua DPD Walubi Jateng, Tanto Suwito Harsono bersama beberapa pengurus di kantor Sekretariat DPD Walubi Jateng.

Sembari menikmati hidangan makan siang, acara tersebut jauh dari resmi dan tampak obrolan semakin hangat saat masing-masing tokoh memberikan sambutan secara bergantian. 

Berikut beberapa tokoh lintas agama dan kepercayaan yang turut hadir dalam acara ini. Diantaranya H. Taslim Sahlan (Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah), Dwi Setiyani Utami (Ketua Puanhayati/Perempuan Penghayat Indonesia Provinsi Jawa Tengah), Eko Santoso (Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Jawa Tengah), dan Rama Agadhamo Wartha (Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia Provinsi Jawa Tengah).

Hadir juga KH. Iman Fadhilah (Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah), Maulana Saefullah A. Faruq (Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kota Semarang), Anton Baskoro (Humanity First Chapter Jawa Tengah), Pdt. Yosua Wardaya (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah Jawa Tengah), Bambang Permadi (Penghayat Kepercayaan Perguruan Trijaya), Setyawan Budy (Koordinator Persaudaraan Lintas Agama), Nuhab Mujtaba Mahfuzh (Gusdurian Semarang), Ceprudin (Lembaga Studi Sosial dan Agama Semarang), dan Lusiana (Majelis Niciren Shoshu Buddha Dharma Indonesia).

"Toleransi, saling memahami, dan mewujudkan kehidupan yang damai adalah dambaan kita bersama,” kata Ketua FKUB Jateng Taslim Sahlan.

“Kami, pengurus FKUB selalu berusaha untuk menjalin silaturahmi kepada semua kelompok keagamaan. Bahkan tidak hanya kelompok agama, tapi juga kelompok penghayat kepercayaan. Jadi, perjumpaan dengan kelompok lain tidak hanya dalam acara formal,” sambung Dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini.

Tanto Suwito Harsono menyampaikan, Walubi sependapat dengan FKUB untuk terus menjalin silaturahmi antar agama. Untuk mencapai kehidupan yang damai dibutuhkan peran dari segala sektor. Termasuk dalam bidang ekonomi.

“Selain itu, hemat saya, untuk mewujudkan kehidupan yang damai, kita bisa mulai dari ekonomi. Kita perbaiki kondisi ekonomi (semua lapisan masyarakat), kalau ini terwujud, kedepannya akan semakin mudah,” tambah Tanto.

Setyawan Budy selaku Koordinator Pelita Semarang menyampaikan pesan dan harapan agar kerukunan antar umat beragama dan kepercayaan di Jawa Tengah semakin solid di tengah pandemi Covid-19.