Senin, 16 November 2020

Dilereng Gunung Slamet ini, Gerbang Watugong diresmikan.

Sabtu Pon (14/11), Gerakan Kebangsaan Watugong atau disingkat sebagai Gerbang Watugong resmi digunakan untuk penyebutan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan dan Silaturahmi Kebangsaan oleh para tokoh lintas agama dan kepercayaan yang terlibat dalam Piagam Watugong.

Peresmian istilah ini dilakukan saat para tokoh lintas agama dan kepercayaan melakukan Silaturahmi Kebangsaan di Padepokan Wulan Tumanggal yang terletak dilereng Gunung Slamet tepatnya di Desa Dukuhtengah Kec. Bojong, Kab. Tegal pada hari Sabtu Pon (14/11).

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua FKUB Jawa Tengah KH. Taslim Syahlan ini diterima langsung oleh Pembina Perguruan Trijaya, Romo Guru KP Panji Suryaningrat II.

Dalam Silaturahmi Kebangsaan ini, rombongan juga berkesempatan menyerahkan Piagam Watugong kepada Pembina Perguruan Trijaya. 

"Ini menjadi salah satu agenda penyerahan Piagam Watugong yang ditandatangi oleh 44 elemen/organisasi/lembaga/majelis agama dan kepercayaan di Vihara Budhagaya Watugong Semarang, 10 Oktober 2020 lalu kepada para tokoh pimpinan organisasi, termasuk Perguruan Trijaya yang merupakan salah satu organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa tingkat pusat yang berpusat di Tegal", jelas KH. Taslim Syahlan.

Setelah penyerahan Piagam Watugong, KH. Taslim Syahlan meminta restu Romo Panji untuk meresmikan Gerbang Watugong sebagai istilah gerakan ini yang bertiujuan untuk membumikan nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama dan kepercayaan di Jawa Tengah khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.

Selain Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah, beberapa tokoh lintas agama yang ikut hadir di Padepokan Wulan Tumanggal antara lain Setyawan Budy (Koordinator Persaudaraan Lintas Agama), Mln. Saefullah A. Farouk (Mubaligh Daerah JAI Provinsi Jawa Tengah), Bhante Ditthisampano (Sekwil Sangha Agung Indonesia Provinsi Jawa Tengah), Bhante Jatiko (Wakil Koordinator Sangha Agung Indonesia Provinsi Jawa Tengah), Samanera Santi Phalo (Badrasanti Institute), Anton Baskoro (Humanity First Indonesia), Abdul Somad (Ketua JAI Semarang), Naufal Sebastian (LBH Semarang), Gabriela Adeline T. (Ketua Cabang PMKRI Kota Semarang), Cahya Astika T. (Sekretaris GUSDURian Semarang), Dewi Kandiati (Bendahara GUSDURian Semarang), Nuhab Mujtaba (GUSDURian Peduli), dan Iqbal Alma G.A. (Koordinator GUSDURian Unnes).


 

 

 

 

 


 

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar