Selasa, 01 Desember 2020

Bupati Karanganyar terima Piagam Watugong, pada Rakor FKUB Solo Raya

Bupati Karanganyar Juliyatmono, menerima Piagam Watugong dari Ketua FKUB Jawa Tengah Taslim Syahlan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) FKUB Solo Raya di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar, Senin (30/11/2020).

Piagam yang berisi 3 (tiga) kesepakatan tentang penguatan ideologi negara, moderasi beragama, toleransi, kurukunan dan silaturahmi kebangsaan tersebut ditandatangani 44 elemen/lembaga/organisasi/mejelis agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa se Jawa Tengah pada Sabtu Wage, tanggal 10 bulan 10 tahun 2020 jam 10.10 WIB di Vihara Buddhagaya Watugong Semarang. 

Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Solo Raya ini digelar dengan mengambil tema ”Meningkatkan kerukunan antar umat beragama di masa pandemi covid-19 ".Acara ini dihadiri seluruh pengurus FKUB Karanganyar, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen, dan Sukoharjo.

Bupati Karanganyar dalam sambutan menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas pelaksanaan Rakor FKUB se-Solo Raya yang diadakan di Kabupaten Karanganyar.

Dia berharap, FKUB dapat berperan dalam membangun untuk Indonesia yang lebih berkemajuan dari segi keagamaan, pembangunan, kerukunan antar umat beragama, dan semua bidang di masa pandemi covid-19.

“Dalam upaya membina kerukunan antar umat beragama kita tidak boleh saling curiga. Teruslah berpikir positif. Insya Allah kita ini akan menjadi bangsa yang besar yang memiliki peradaban, serta menjaga keberagamaan dan keragaman  masyarakat. Jika ada permasalahan, hendaknya duduk bersama untuk menyelesaikannya dengan baik-baik, diantara para tokoh agama yang ada,” katanya.

Bupati Juliyatmono mengatakan, pandemi corona yang sampai sekarang masih belum mereda telah memberi pelajaran yang sangat penting bagi masyarakat. Setiap orang perlu membangun  kerja sama dengan berbagai pihak untuk senantiasa menjaga kerukunan  antar umat beragama di masyarakat.

“FKUB merupakan sebuah organisasi yang bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Karena itu saya berharap, peran yang sangat strategis ini menjadi sarana berkhidmat bagi pengurus FKUB untuk bekerja semaksimal mungkin sehingga apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Sedang Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah, Taslim Syahlan dalam sambutan mengemukakan, rakor dan silaturahmi antar anggota dan pengurus FKUB se Solo Raya ini diadakan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama serta menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi tugas bersama.

“Silaturahmi ini dilaksanakan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama serta untuk menjaga persatuan dan kesatuan  bersama. Kita semua bergerak dan berjuang bersama untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya se-Solo Raya,” ujarnya.

Taslim Sahlan menambahkan, rakor ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi maupun mempererat tali persaudaraan. “Sehingga dalam pertemuan ini nanti akan muncul ide-ide ataupun gagasan guna mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan kepercayaan di masyarakat,” imbuhnya.

Taslim menyatakan, kualitas kedewasan dan moderasi kehidupan beragama diupayakan terus menerus dan selalu ditingkatkan seiring dengan telah ditandatanginya Piagam Watugong beberapa waktu yang lalu di Semarang oleh sejumlah elemen masyarakat yang merindukan kedamaian, ketenteraman, rasa aman, dan kerukunan hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kualitas kedewasan dan moderasi kehidupan beragama diupayakan terus menerus melalui pemberdayaan dan penguatan FKUB serta percepatan upaya mewujudkan kerukunan  antar umat beragama dan kepercayaan terus ditingkatkan dengan kedewasaan beragama, solidaritas, dan sinergitas  jejaring sebagai pendekatan untuk memperkokoh kerukunan antar umat beragama di  masyarakat,” jelasnya.

Taslim juga menyampaikan setiap ada undangan selalu mengajak beberapa perwakilan dari tokoh lintas agama dan kepercayaan. "Dalam beberapa acara saya tidak datang sendiri, seperti sekarang saya ajak saudara-saudara dari lintas agama dan kepercayaan, bahkan lintas mazhab yang mereka juga perwakilan dari elemen penandatanganan Piagam Watugong. Diantaranya ada Romo dari Vihara Buddhagaya Watugong, Pendeta dari Persaudaraan lintas agama (Pelita), Mubaligh dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia, saudara dari Syiah, dan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa", imbuhnya.

Setelah dibuka Bupati, acara rakor FKUB se Solo Raya diteruskan dengan mendengarkan ceramah  umum oleh Dosen Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang Fadlolan Musyaffa’ dengan tema “Tuduhan Radikalisme dan Terorisme Berkedok Agama”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda, Kepala Kemenag Karanganyar, Ketua MUI, Ketua dan pengurus FKUB se- Solo Raya, Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah bersama elemen Toga Tomas Tingkat Provinsi, serta tamu undangan lainnya.   

 

 

 

 

sumber : wartakita.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar